Hewan Qurban Mati di Panita Qurban Sebelum Waktu Penyembelihan, Wajib Menggantikah?

SHARE & LIKE:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •   
  •   
  •  

Pertanyaan:

Ustadz, saya sebagai ta’mir masjid sekaligus panitia qurban, pada idul qurban tahun yang lalu ada kejadian, yaitu sebagian hewan qurban yang sudah diserahkan ke panitia sebelum waktu penyembelihan ada yang mati, padahal panitia sudah menjaga dan memberi makan sesuai kebiasaan.

Yang menjadi pertanyaan, apakah panitia wajib mengganti? Kalau tidak diganti apakah orang yang berqurban mendapatkan pahala? Mohon penjelasannya ustadz, takut tahun ini terjadi lagi. Atas penjelasan ustadz, saya haturkan terima kasih.

Muhammad Asy’ari, Gondang Legi Malang

Jawaban:

Pak Muhammad Asy’ari yang saya hormati, panitia qurban secara fungsional adalah orang yang menerima pemasrahan untuk melaksanakan penyembelihan dan pendistribusian hewan qurban sesuai syari’at atau dengan kata lain yaitu wakil (almuwakkal alaih) dari orang yang berqurban (almudlohhi). Maka dengan demikian panitia qurban punya kewajiban untuk menjaga dan memelihara hewan qurban sampai waktu penyembelihan, menyembelihnya secara syar’i sesuai waktu yang telah ditentukan (10–13 Dzul Hijjah) dan mendistribusikannya sesuai mustahiqnya.

Jika karena beberapa hal hewan qurban mati sebelum waktu sembelihan, maka hal ini harus dilihat dari perlakuan panitia qurban terhadap hewan qurban. Syeikh Wahbah al-Zuhaili menjelaskan:

“Maka jika hewan qurban mati (dengan sendirinya tanpa rekayasa) sebelum waktu penyembelihan atau sudah masuk waktu tetapi belum mungkin untuk menyembelihnya, maka tidak ada sesuatu kepadanya (panitia tidak wajib mengganti) karena tidak sembrono dan tidak ada unsur kesengajaan dan hewan qurban itu dijaga secara amanah. Tetapi jika ada unsur kesengajaan (dari panitia) untuk melalaikannya hingga membuat hewan qurban mati, maka wajib mengganti yang seharganya kemudian menyembelihnya pada waktu itu juga. (al-Fiq al-Islami wa Adillatuh : III/610)

Nah kalau hewan qurban sudah memenuhi syarat (tidak ada cacat secara fisik) lalu mati sendiri atau karena kelalaian panitia sebelum waktu penyembelihan, maka panitianya yang berdosa kalau tidak menggantinya, tetapi orang yang berqurban tetap mendapatkan nilai pahala qurban karena kesungguhan dan niatnya. Sesuai sabda Rasulullah SAW: “Niat seorang mukmin lebih baik dari amalnya.”

Namun kalau dia mampu alangkah baiknya kalau mengganti lagi dengan yang lain sehingga terlaksana penyembelihan hewan qurban. Tetapi kalau waktu membeli hewan qurban sudah dalam keadaan cacat fisik lalu mati sebelum waktu penyembelihan, maka orang yang berqurban harus mengganti lagi dengan hewan yang sehat, karena hewan qurban yang cacat fisik tidak sah dijadikan qurban. Rasulullah saw bersabda: “Empat macam cacat fisik yang tidak boleh dijadikan qurban; Hewan yang jelas buta, jelas sakit, pincang dan pecah kepalanya sampai rusak otaknya.” (H.R. al-Khomsah)

Pak Muhammad Asy’ari yang dimuliakan Allah, jadi panitia qurban harus hati-hati dalam melaksanakan amanah orang yang berqurban, baik pemeliharaan, waktu dan cara penyembelihan dan pendistribusiannya. Semoga Allah SAW menerima amal panitia dan orang yang berqurban. Amiin yaa Robbal ‘alamiin. (Aswaja NU Center Jawa Timur)

Tulisan berjudul Hewan Qurban Mati di Panita Qurban Sebelum Waktu Penyembelihan, Wajib Menggantikah? terakhir diperbaharui pada Friday 26 September 2014 oleh Pejuang Ahlussunnah di Ngaji Yuk! - Kajian Ceramah Islam Ahlussunnah wal Jamaah.


3 thoughts on “Hewan Qurban Mati di Panita Qurban Sebelum Waktu Penyembelihan, Wajib Menggantikah?

Post Comment