Inilah Sifat Mulia Tertinggi Seorang Ulama

SHARE & LIKE:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •   
  •   
  •  

Peran sentral Nahdlatul Ulama terletak pada sosok ulama. Berbeda dengan organisasi komunitas lain, misalnya oganisasi advokat maka anggotanya adalah hanya pengacara, organisasi artis maka anggotanya adalah para penghibur masyarakat, organisasi petani maka hanya diikuti oleh para petani dan lainnya. Ternyata Nahdlatul Ulama tidak hanya beranggotakan ulama, tetapi semua pengikut ulama juga berada di dalam jamiyah NU ini.

Sangat tepat manakala para ulama kemudian memiliki sifat yang digambarkan oleh Rais ‘Am Nahdlatul Ulama KH Mustofa Bisri:

الَّذِيْنَ يَنْظُرُوْنَ الْاُمَّةَ بِعَيْنِ الرَّحْمَةِ

“Para ulama adalah orang yang melihat pada umat dengan pandangan rahmat”.

‘Melihat manusia dengan penuh kasih sayang’ sebenarnya adalah sifat Tuhan kepada hamba-hambanya yang memang layak untuk diamalkan oleh sesama manusia. Sebagaimana dikatakan oleh Imam al-Ghazali:

بَلْ مُنْتَهَى الْعَبْدِ أَنْ يَتَخَلَّقَ بِأَخْلَاقِ اللهِ تَعَالَى (إحياء علوم الدين ومعه تخريج الحافظ العراقي – 6 / 156)

“Bahkan puncak seorang hamba adalah menghias diri dengan akhlak-akhlak Allah” (Ihya’ Ulumiddin 6/156)

Ahli hadis al-Munawi berkata:

وَحَظُّ الْعَارِفِ مِنْ هَذَيْنِ الْاِسْمَيْنِ أَنْ يَتَوَجَّهَ بِشَرَاشِرِهِ إِلَى جَنَابِ قُدْسِهِ فَيَتَوَكَّلُ عَلَيْهِ … وَيَرْحَمَ عِبَادَ اللهِ فَيُعَاوِنَ الْمَظْلُوْمَ وَيَدْفَعَ الظَّالِمَ عَنْ ظُلْمِهِ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ وَيُنَبِّهَ الْغَافِلَ وَيَنْظُرَ إِلَى الْعَاصِي بِعَيْنِ الرَّحْمَةِ لَا الْإِزْدِرَاءِ (فيض القدير – 2 / 613)

“Seorang wali bisa mengambil bagian dari dua nama Allah ini (al-Rahman dan al-Rahim) dengan menghadap kehadirat Allah secara keseluruhan, maka ia bertawakkal kepadanya… Ia juga mengasihi hamba-hamba Allah, maka ia akan menolong orang teraniaya, ia menjaga perbuatan orang dzalim dengan cara yang terbaik, ia mengingatkan orang yang lalai dan ia melihat orang yang berbuat dosa dengan pandangan rahmat, bukan meremehkan” (Faidl al-Qadir 2/613).

Masya Allah, sifat mulia tertinggi bagi seorang ulama ternyata tetap menatap penuh rahmat bahkan kepada pelaku dosa, apalagi kepada sesama masyarakat, bukan dengan marah, hinaan, kekerasan dan sifat tak terpuji lainnya.

Oleh: Ustadz Muhammad Ma’ruf Khozin.

Tulisan berjudul Inilah Sifat Mulia Tertinggi Seorang Ulama terakhir diperbaharui pada Wednesday 3 September 2014 oleh Pejuang Ahlussunnah di Ngaji Yuk! - Kajian Ceramah Islam Ahlussunnah wal Jamaah.


2 thoughts on “Inilah Sifat Mulia Tertinggi Seorang Ulama

  1. kami telah download semua file nu paket medium 17gb terbaru
    setelah di extract selalu muncul “syumilanu.iso” file is broken
    apa memang file yang diupload rusak atau salah waktu kalian compress file iso tersebut?
    ada solusi….. ???

    Reply

Post Comment