Kemuliaan Makam Nabi Muhammad Rasulullah SAW

SHARE & LIKE:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •   
  •   
  •  

Sayyidina Umar bin Khattab ra adalah salah seorang pecinta Rasulullah SAW. Beliau ra selalu tak ingin berpisah dengan Rasulullah SAW, maka ketika ia telah dihadapan sakratul maut, yaitu sebuah serangan pedang yang merobek perutnya dengan luka yang sangat lebar, beliau tersungkur roboh berkata:

“Dekatkan aku susu”,

Alangkah mulianya Amirul mukminin ini, beliau masih ingat sunnah Nabinya SAW yang menyukai susu, maka saat susu itu diminumkan, susu itu tumpah dari luka diperutnya, maka ia memahami bahwa ia sudah diambang kematian, beliau menoleh dan berkata kepada putranya (Abdullah bin Umar ra),

“Pergilah pada Ummul Mukminin (Sayyidah Aisyah RA), katakan padanya aku berkirim salam hormat padanya, dan kalau diperbolehkan aku ingin dimakamkan di sebelah makam Rasulullah dan Abubakar ra”,

Maka ketika Ummul Mukminin telah mengizinkannya berkatalah Umar ra:

“Tidak ada yang lebih kupentingkan daripada mendapat tempat di pembaringan itu (dimakamkan disamping makam Rasul SAW), maka bila aku wafat, usunglah aku kesana, dan ucapkan lagi salam, dan mohonkan izin lagi pada Ummul Mukminin, bila beliau mengizinkan maka kuburkan aku disitu, kalau beliau menolak maka kuburkan aku di pekuburan muslimin” (Shahih Bukhari).

Mustahil Umar ra meminta berkali-kali untuk diizinkan dimakamkan disebelah makam Rasulullah dan Abubakar ra, kenapa?, apakah sekedar iseng belaka?, melainkan bukti bahwa Makam Rasul saw mempunyai kemuliaan, demikian pula makam Abubakar Asshiddiq ra, sehingga Umar ra dalam sakratulmautnya masih sempat mengucapkan kalimat bahwa tak ada yang lebih diperdulikannya selain pembaringan disebelah mereka. Demikianlah Mahabbah (cinta) kepada Rasulullah, dan setelah Rasulullah wafat.

Wahai kaum muslimin, hormat kepada Nabi Muhammad sholallahu alaihi wasallam itu bukan hanya ketika beliau hidup. Namun setelah wafat pun beliau tetap wajib untuk dihormati.

Nabi Muhammad sholallahu alaihi wasallam tidak butuh terhadap hormat kita, namun kita yang butuh untuk menghormat beliau supaya kita menjadi manusia terhormat. Hanya MANUSIA HINA yang tidak menghormati jasa Nabinya.

Semoga Allah memberikan petunjuk kepada kaum muslimin. Amiiinn.

Tulisan berjudul Kemuliaan Makam Nabi Muhammad Rasulullah SAW terakhir diperbaharui pada Thursday 4 September 2014 oleh Pejuang Ahlussunnah di Ngaji Yuk! - Kajian Ceramah Islam Ahlussunnah wal Jamaah.


Post Comment