Kesunnahan Mengumandangkan Adzan Jum`at Dua Kali

SHARE & LIKE:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •   
  •   
  •  

Adzan shalat pertama kali disyari`atkan dalam islam pada tahun pertama hijriah. dizaman Rasulullah, Sayidina Abu Bakar, dan Umar mengumandangkan adzan untuk shalat jum`at hanya dilakukan sekali saja, tapi dimasa khalifah Utsman bin Affan Ra, menambah adzan satu kali lagi sebelum khatib naik keatas mimbar, sehingga adzan jum`at menjadi dua kali.

Ijtihad ini beliau lakukan karena melihat manusia sudah mulai banyak dan tempat tinggalnya mulai berjauhan, sehingga dibutuhkan satu adzan lagi untuk memberitahu bahwa shalat jum`at hendak dilaksanakan. dalam kitab Shahih bukhari dijelaskan:

ﻋَﻦْ ﺳَﺎﺋِﺐٍ ﻗَﺎﻝَ, ﺳَﻤِﻌْﺖُ ﺍﻟﺴَﺎﺋِﺐَ ﺑﻦَ ﻳَﺰِﻳْﺪٍ ﻳَﻘُﻮْﻝُ ﺇِﻥَّ ﺍﻷَﺫَﺍﻥَ ﻳَﻮْﻡَ ﺍﻟﺠُﻤْﻌَﺔِ ﻛَﺎﻥَ ﺃَﻭَّﻟُﻪُ ﺣِﻴْﻦَ ﻳَﺠْﻠِﺲُ ﺍﻹِﻣَﺎﻡُ ﻳَﻮْﻡَ ﺍﻟﺠُﻤْﻌَﺔِ ﻋَﻠَﻰ ﺍﻟﻤِﻨْﺒَﺮِ ﻓِﻲْ ﻋَﻬْﺪِ ﺭَﺳُﻮْﻝِ ﺍﻟﻠﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﻭَﺃَﺑِﻲْ ﺑَﻜْﺮٍ ﻭَﻋُﻤَﺮَ ﺭَﺿِﻲَ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻨْﻬُﻤَﺎ ﻓَﻠَﻤَّﺎ ﻛَﺎﻥَ ﻓِﻲْ ﺧِﻼَﻓَﺔِ ﻋُﺜْﻤَﺎﻥَ ﺭَﺿِﻲَ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻨْﻪُ ﻭَﻛَﺜَﺮُﻭْﺍ ﺃَﻣَﺮَ ﻋُﺜْﻤَﺎﻥُ ﻳَﻮْﻡَ ﺍﻟﺠُﻤْﻌَﺔِ ﺑِﺎﻷَﺫَﺍﻥِ ﺍﻟﺜَّﺎﻟِﺚِ ﻓَﺄَﺫَﺍﻥَ ﺑِﻪِ ﻋَﻠَﻰ ﺍﻟﺰَّﻭْﺭَﺍﺀِ ﻓَﺜَﺒَﺖَ ﺍﻷَﻣْﺮُ ﻋَﻠَﻰ ﺫَﺍﻟِﻚَ

Dari Sa`ib ia berkata, saya mendengar dari Sa`ib bin Yazid beliau berkata, Sesungguhnya adzan dihari jum`at pada asalnya ketika masa Rasulullah, Abu Bakar, dan Umar dilakukan ketika imam duduk diatas mimbar, namun ketika masa Khalifah Utsman dan kaum muslimin sudah banyak, maka beliau memerintahkan agar diadakan adzan ketiga. adzan tersebut dikumandangkan diatas Zaura` (nama pasar), maka tetaplah hal tersebut sampai sekarang (Shahih Bukhari juz. 1 hal. 163, cetakan Maktabah Dar Ihya ` al-Kutub al-Arabiyah Hadits no. 865)

Maksud adzan ketiga adalah adzan yang dilakukan sebelum khatib naik ke mimbar, sementara adzan pertama adalah adzan setelah khatib naik ke mimbar, dan adzan kedua adalah iqamah. dari sinilah Syaikh Zainuddin al-Malibari pengarang kitab Fathul Mu`in berkata bahwa sunnah mengumandangkan Adzan dua kali, Pertama sebelum khatib naik ke mimbar dan kedua setelah Khatib naik ke mimbar.

ﻭَﻳُﺴَﻦُّ ﺃَﺫَﺍﻧَﺎﻥِ ﻟِﺼُﺒْﺢٍ ﻭَﺍﺣِﺪٍ ﻗَﺒْﻞَ ﺍﻟﻔَﺠْﺮِ ﻭَﺁﺧﺮِ
ﺑَﻌْﺪَﻩُ ﻓَﺈِﻥ ﺍﻗَﺘَﺼَﺮَ ﻓَﺎﻷَﻭْﻟَﻰ ﺑَﻌْﺪَﻩُ, ﻭَﺃَﺫَﺍﻧَﺎﻥِ
ﻟِﻠْﺠُﻤْﻌَﺔِ ﺃَﺣَﺪُﻫُﻤَﺎ ﺑَﻌْﺪَ ﺻُﻌُﻮْﺩِ ﺍﻟﺨَﻄِﻴْﺐِ ﺍﻟﻤِﻨْﺒَﺮَ
ﻭَﺍﻷَﺧَﺮُ ﺍﻟَّﺬِﻱْ ﻗَﺒْﻠَﻪُ

Disunahkan adzan dua kali untuk shalat shubuh, yakni sebelum fajar dan setelahnya, dan sunnah dua adzan untuk shalat jum`at, salah satunya setelah khatib naik ke mimbar dan yang lain sebelumnya (Fathul Mu`in hal. 15)

Walaupun adzan tersebut tidak pernah dilakukan pada masa Rasulullah Saw, ternyata ijtihad Sayidina Utsman tersebut tidak diingkari (dibantah) oleh para sahabat Rasulullah yang lain, itulah yang disebut dengan ijma` sukuti, yakni satu kesepakatan para sahabat Rasulullah terhadap hukum suatu kasus dengan cara tidak mengingkarinya. diam berarti setuju pada keputusan hukumnya. dalam kitab al-Mawahib al-Ladunniyyah disebutkan:

ﺛُﻢَّ ﺇِﻥَّ ﻓِﻌْﻞَ ﻋُﺜْﻤَﺎﻥَ ﺭَﺿِﻲَ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻨْﻪُ ﻛَﺎﻥَ
ﺇِﺟْﻤَﺎﻋﺎً ﺳُﻜُﻮْﺗِﻴﺎً ﻷَِﻧَّﻬُﻢْ ﻻَ ﻳُﻨْﻜِﺮُﻭْﻧَﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ

Sesungguhnya apa yang dilakukan oleh Sayidina Utsman ra itu merupakan ijma` sukuti (kesepakkatan tidak langsung), karena para sahabat yang lain tidak menentang kebijakan tersebut (al-Mawahib al-Ladunniyyah juz. 2 hal. 249)

Apakah itu tidak mengubah Sunah Rasul ?

Tentu saja tidak, karena kita mengikuti Utsman bin Affan, itu juga mengikuti Rasulullah, sebagaimana beliau bersabda:

ﻓَﻌَﻠَﻴْﻜُﻢْ ﺑِﺴُﻨَّّﺘِﻲْ ﻭَﺳُﻨَّﺔِ ﺍﻟﺨُﻠَﻔَﺂﺀِ ﺍﻟﺮَّﺍﺷِﺪِﻳْﻦَ ﻣِﻦْ ﺑَﻌْﺪِﻱْ

Maka hendaklah kamu berpegang teguh kepada sunnahku dan sunnah al-Khulafaur Rasyidin sesudah aku (Musnad Imam Ahmad bin Hanbal)

Apalagi adzan kedua yang dilakukan sejak zaman Utsman bin Affan itu sama sekali tidak ditentang oleh para sahabat atau sebagian dari para sahabat dikala itu. Jadi, dalam istilah Ushul Fiqh, adzan jum`at dua kali sudah menjadi ijma` sukuti sehingga perbuatan itu memiliki landasan yang kuat dari salah satu sumber hukum islam, yakni ijma` para sahabat. perbedaan ini adalah perbedaan dalam masalah furu`iyyah yang akan terus menjadi perbedaan hukum dikalangan umat islam, tetapi yang terpenting bahwa adzan jum`at satu kali atau dua kali demi melaksanakan syari`at islam untuk mendapatkan ridha Allah Subhanahu wa ta`aalaa.

Wallahul Muwaffiq ilaa aqwamith thariq.

Oleh: Ustadz Roesyid Diab (Aktivis Bahtsul Masail NU Jember)

Tulisan berjudul Kesunnahan Mengumandangkan Adzan Jum`at Dua Kali terakhir diperbaharui pada Sunday 7 September 2014 oleh Pejuang Ahlussunnah di Ngaji Yuk! - Kajian Ceramah Islam Ahlussunnah wal Jamaah.


Post Comment