Memilih Shalat Shubuh di Masjid Tanpa Qunut atau Shalat di Rumah Dengan Qunut?

SHARE & LIKE:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •   
  •   
  •  

Pertanyaan:

Assalamu’alaikum habib, mau nanya… Di perumahan tempat saya tinggal, shalat Subuhnya tanpa qunut, dan saya lebih mantap pakai qunut dan saya memilih shalat bersama istri di rumah. Sementara masjid di kampung sebelah menggunakan qunut. Dan jika shalat di luar perumahan akan banyak menimbulkan pertanyaan dikarenakan saya takmir masjidnya.

Yang ingin saya tanyakan lebih baik shalat Subuh di rumah dengan qunut berjamaah bersama istri atau shalat di masjid perumahan yang tanpa qunut?

Mohon pencerahaan, sukron sebelumnya.

Habib Alwi bin Ali Al Habsyi Menjawab:

وصلي شافعي الصبح خلف حنفى ومكث الامام بعد الركوع قليلا وامكن المأموم القنوت قنت والا تابعه وترك القنوت ويسجد للسهو علي الاصح وهو اعتبار اعتقاد المأموم

Dalam permasalahan qunut.. Jika orang yang bermadzhabkan Syafi’i bermakmum dengan imam yang madzhabnya Hanafi (madzhab Hanafi tidak mensunnahkan qunut) perlu dilihat, jika imamnya berdiri sejenak setelah ruku’nya yang memungkinkan makmum untuk baca qunut maka makmum boleh membaca qunut sekiranya tidak terlambat dengan imamnya satu rukun atau dua rukun. Kalau diperkirakan akan terlambat satu/dua rukun maka diharuskan ikut dengan imam yakni meninggalkan qunut dan nanti bagi si makmum sujud sahwi sendiri setelah salam imamnya dari sholat subuh tersebut.

Akan tetapi, kalau seandainya dia mau sholat lagi nanti di rumah boleh, asalkan harus berjama’ah misalnya dengan istrinya atau yang lain. Selama hal ini tidak menimbulkan fitnah, tapi kalau sampai menimbulkan fitnah maka sholat saja di masjid tersebut. Dan sholatnya toh tetap sah karena qunut subuh dalah sunnah ab’adh dalam shalat.

Oleh: Habib Alwi bin Ali Al Habsyi, Pengasuh Majelis Al Hidayah Solo/ Pondok Pesantren Darud Dakwah, Jl. Kalidawas, No. 2 Metrodanan, Pasar Kliwon, Surakarta, Jawa Tengah, Indonesia.

Tulisan berjudul Memilih Shalat Shubuh di Masjid Tanpa Qunut atau Shalat di Rumah Dengan Qunut? terakhir diperbaharui pada Saturday 20 September 2014 oleh Pejuang Ahlussunnah di Ngaji Yuk! - Kajian Ceramah Islam Ahlussunnah wal Jamaah.


Post Comment