Sorban Diponegoro KH Abdul Wahab Chasbullah

SHARE & LIKE:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •   
  •   
  •  

Dalam buku saku yang diterbitkan Panitia Haul ke-43 KH A Wahab Chasbullah disebutkan, kiai perintis, pendiri, dan penggerak Nahdlatul Ulama itu hampir tak lepas dari sorban dalam segala situasi. Baik di rapat-rapat NU, sidang parlemen, resepsi, istana negara, atau perjalanan.

Di buku berjudul KH Abdul Wahab Chasbullah; Dari Pesantren untuk Indonesia tersebut, suatu ketika Kiai Wahab berbicara pada sidang parlemen. Sebelum berdiri, ia membetulkan letak sorbannya. Sekelompok anggota parlemen komentar, “Tanpa sorban, kenapa sih?”
“Sorban Diponegoro,” jawab Kiai Wahab.

Ketika berdiri di podium, Kiai Wahab mengatakan, bahwa Pangeran Diponegoro, Imam Bonjol, Kiai Mojo, dan Teuku juga mengenakan sorban. Penjelasannya itu membuat sebagian anggota parlemen tergelak, tapi kemudian terdiam.

Menurut sejarawan Choirul Anam pada sarasehan dan bedah buku KH Abdul Wahab Chasbullah; Kaidah Berpolitik dan Benegara karya H Abdul Mun’im DZ di aula Pondok Pesantren Bahrul Ulum Rabu (3/9) lalu, silsilah keturunan Kiai Wahab jika dirunut ke atas maka akan sampai pada kisah heroik Kiai Abdus Salam. Kakek Kiai Wahab itu merupakan salah seorang panglima perang Pangeran Diponegoro di sektor timur (1825-1830).

Pria yang akrab disapa Cak Anam menambahkan, setelah Pangeran Diponegoro ditangkap kemudian dibuang Belanda, Kiai Abdus Salam menarik mundur pasukannya hingga ke Jombang (desa Gedang). Kemudian ia menetap di situ dan membangun pesantren.

Cak Anam menyebut lagi silsilah Kiai Wahab ke atas, Kiai Abdus Salam merupakan putra Pangeran Samb bin Pangeran bbenowo bin Joko Tingkir (Mas Karebet) bin Kebo Kenongo bin Pangeran Handayaningrat bin Lembu Peteng bin Pangeran Brawijaya VI.

“Dari trah para pejuang ini wajar jika kemudian Kiai Wahab tampil sebagai ulama yang tak pernah berhenti berpikir dan bergerak untuk umat,” tambahnya.

Tulisan berjudul Sorban Diponegoro KH Abdul Wahab Chasbullah terakhir diperbaharui pada Saturday 6 September 2014 oleh Pejuang Ahlussunnah di Ngaji Yuk! - Kajian Ceramah Islam Ahlussunnah wal Jamaah.


One thought on “Sorban Diponegoro KH Abdul Wahab Chasbullah

  1. kenapa NU begitu benci dengan sistem KHILAFAH.
    Rosulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda “Masa kenabian akan berlangsung pada kalian dalam beberapa masa hingga waktu yang ditentukan Allah, lalu Allah mengangkatnya, setelah itu datang masa kekhalifahan mengikuti manhaj kenabian, selama beberapa masa hingga waktu yang ditentukan Allah, lalu Allah mengangkatnya, setelah itu datang masa raja-raja yang menggigit selama beberapa masa hingga waktu yang ditentukan Allah, lalu Allah mengangkatnya, setelah itu datang masa raja-raja yang memaksakan kehendak dalam beberapa masa hingga waktu yang ditentukan Allah, setelah itu akan terulang kembali kekhalifahan mengikuti manhaj kenabian. Kemudian beliau terdiam.” (Hadits hasan riwayat Imam Ahmad).khilafah tetap akan tegak dengan/tanpa sampean karna ini adalah janji rosulullah bahwa khilafah akan kembali tegak dengan imam Al-mahdi sebagai khalifah selama 7/8/9 thun. Dan pada saat itu dunia akan di selimuti keadilan. bila kalian tetap di bodohi media barat niscaya kalian akan menyebut imam Al-mahdi sebagai teroris, bukankah kita telah bisa melihat bendera2 hitam yang muncul dari khurasan dengan kekuatan temput yang tdk dpat di tandingi oleh AS mereka ialah para mujahiden (biasa kalian panggil teroris).

    bukan berarti saya lebih pandai dari pada para ulama NU saya cuma mengingatkan karna orang mukmim laki2/perempuan adalah pengingat bagi saudaranya dalam mengekkan amar makhruf nahi munkar

    Reply

Post Comment