Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab Mengakui Pemahaman Tauhidnya Bersumber dari Yahudi

SHARE & LIKE:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •   
  •   
  •  

Muhammad bin Abdul Wahhab dikenal sebagai penegak tauhid di kalangan Salafi Wahabi, sementara di kalangan ulama Ahlussunnah wal Jama’ah sosok kontroversial ini dikenal sebagai tokoh perusak tauhid. Hal ini terungkap dari pengakuan Muhammad bin Abdul Wahhab sendiri. Dalam kitab Tauhidnya dinyatakan bahwa pemahaman tauhid yang dibawanya adalah bersumber dari keyakinan Yahudi.

Ustadz Ibnu Abdillah Al Katibiy, seorang aktivis ahlussunnah wal jama’ah membongkar pemahaman tauhid Muhammad bin Abdul Wahhab yang nyata bersumber dari pemahaman Yahudi. Disebutkan, Muhammad bin Abdul Wahhab pada akhir kitab at-Tauhidnya (halaman 162) menyatakan:

Kandungan bab ini:

  1. Penjelasan tentang ayat yang tersebut di atas.
  2. Sesungguhnya pengetahuan (sifat-sifat Allah yang dipahami secara makna dhahir dan hakikatnya) ini dan semisalnya, masih dikenal dikalangan orang-orang Yahudi yang hidup pada masa Rasulullah, mereka tidak mengingkarinya dan tidak mentakwilkannya.
  3. Ketika pendeta Yahudi menyebutkan tentang pengetahuan tersebut kepada Rasulullah, beliau membenarkannya, dan turunlah ayat Al Qur’an menegaskannya.
  4. Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam tersenyum ketika mendengar pengetahuan yang agung ini disebutkan oleh pendeta Yahudi.
  5. Disebutkan dengan tegas dalam hadits ini adanya dua tangan bagi Allah, dan bahwa seluruh langit itu diletakkan di tangan kananNya, dan seluruh bumi diletakkan di tangan yang lain pada hari kiamat.
  6. Dinyatakan dalam hadits bahwa tangan yang lain itu adalah tangan kiriNya.

(Scan kitab lihat pada foto)

Ini artinya pemahaman tauhid wahabi berkenaan teks mutasyabihat yang memahaminya sesuai makna tektsualnya dan secara hakikatnya, masih terpelihara di kalangan Yahudi. Jadi, pemahaman Nabi Saw tentang tauhid ini, menurutnya sesuai dengan tauhid yang dipahami oleh kaum Yahudi soal teks-teks mutasyabihat yang dipahami secara dhahir dan hakikatnya. Maka nyatalah bahwa pemahaman kaum wahabi tentang ayat shifat Allah, bersumber dari keyakinan kaum Yahudi sebagaimana pengakuan Muhammad bin Abdul Wahhab di atas.

Tulisan berjudul Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab Mengakui Pemahaman Tauhidnya Bersumber dari Yahudi terakhir diperbaharui pada Saturday 27 September 2014 oleh Pejuang Ahlussunnah di Ngaji Yuk! - Kajian Ceramah Islam Ahlussunnah wal Jamaah.


Post Comment