Ujian Sakit Bagi Orang yang Beriman

SHARE & LIKE:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •   
  •   
  •  

Banyak pohon menggugurkan daunnya pada sebagian hari-hari dalam setahun. Sebagaimana juga sakit menjadikan dosa-dosa berguguran dari diri orang yang sakit sehingga ia terbebas dari dasa-dosa.”

Banyak orang merasa hina ketika ditimpa sakit. Terlebih ketika penyakitnya menahun atau menular. Padahal, sakit atau cobaan lain, adalah kesempatan yang Allah berikan kepada hamba-Nya, untuk memutihkan dosa. Tentu dengan catatan bahwa si hamba tersebut bersabar, tidak banyak mengeluh, apalagi menyalahkan Sang Pencipta. Sakit juga merupakan ajang yang Allah jadikan untuk manaikkan derajat seorang hamba.

Itulah sebabnya, tak sedikit salafus-shalih yang menikmati sakit yang dideritanya, agar tak kehilangan kesempatan emas untuk mendapatkan ampunan Allah. Derita dunia ada batasnya; derita akhirat tak terbatas. Surga itu mahal. Amal belaka, tidaklah cukup untuk memperolehnya.

Seorang ulama pernah berkata, “Timbangan kebaikan seseorang kelak, kadang bukan buah dari amal shalih yang ia lakukan. Tetapi, buah dari kesabaran, buah dari bersikap baik, dan buah dari ridha atas ketentuan-Nya.”

Semoga kita bisa mengambil pelajaran. Aamiin.

Tulisan berjudul Ujian Sakit Bagi Orang yang Beriman terakhir diperbaharui pada Thursday 4 September 2014 oleh Pejuang Ahlussunnah di Ngaji Yuk! - Kajian Ceramah Islam Ahlussunnah wal Jamaah.


Post Comment