Waspadalah, Buku SKI Kelas VII MTs Kurikulum 2013 Telah Disusupi Konten Wahabi

SHARE & LIKE:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •   
  •   
  •  

Buku pegangan untuk guru mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) Kelas VII MTs Kurikulim 2013 yang di dalamnya menyebutkan makam wali-wali Allah sebagai berhala, mengundang reaksi dari umat Islam. Buku yang dicetak oleh PT Macanan Jaya Cemerlang, Klaten itu telah disusupi paham Wahhabi (Salafi) yang disebarkan oleh tim penulisnya dan dianggap melecehkan umat Islam.

Protes keras pun datang dari berbagai kalangan di Indonesia seperti guru madrasah, ormas Islam, dan para ulama ahlussunnah. Salah satunya datang dari Kepala/ Guru Madrasah Tsanawiyah (MTs) Irsyaduth Thullab, Tedunan, Wedung, Demak, Faiq Aminuddin, yang menyampaikan keberatan atas penyusupan materi Wahabi dalam Kurikulum 2013 yang diterbitkan oleh Kementerian Agama (Kemenag) itu. Beliau menyatakan keberatan terkait adanya kalimat yang menyebutkan makam wali yang diziarahi umat Islam sebagai berhala.

Kalimat itu terdapat dalam buku pedoman untuk guru SKI Kelas VII MTs (Kurikulum 2013) yang diterbitkan oleh Kemenag RI Tahun 2014 pada BAB I tentang Kearifan Nabi Muhammad SAW, yang mana memerintahkan guru untuk meminta peserta didik agar mendiskusikan tentang perbandingan antara kondisi kepercayaan Mekkah dengan kondisi kepercayaan sekarang. Lalu disebutkan bahwa, “Masih ada yang menyembah berhala, mempercayai benda-benda, dan selalu meminta kepada benda-benda”. Berikutnya pada poin lain halaman 14 buku itu disebutkan bahwa “Berhala sekarang adalah kuburan para Wali,”.

Penampakan Buku SKI Kelas VII MTs (Kurikulum 2013)
Guru Madrasah menunjukan Buku SKI Kelas VII MTs (Kurikulum 2013) yang menyimpang

Faiq Aminuddin sebagaimana dilansir NU Online mengatakan, pemberian contoh yang menyebutkan berhala sekarang adalah makam atau kuburan para wali tentu tidak sesuai dengan ajaran yang dianut oleh warga NU.

“Tidak tepatlah bila buku ini dijadikan sebagai buku pegangan semua guru MTs se-Indonesia karena ada banyak MTs yang berada di bawah naungan LP Ma’arif NU. Sungguh sangat disayangkan adanya kalimat yang menyatakan bahwa kuburan wali adalah berhala. Maka sudah seharusnya buku ini perlu segera dikaji ulang dan direvisi,” katanya.

Tidak hanya itu, penyusupan materi Wahabi Salafi dalam buku tersebut sebetulnya lebih banyak lagi.

“Misalnya ada pembahasan mengenai menjenguk orang sakit gambar yang ditampilkan adalah foto Abu Bakar Ba’asyir. Lalu pada bagian lain disebutkan bahwa sumber hukum Islam hanya Al-Qur’an dan Hadits, tidak menyebutkan adanya Ijma dan Qiyas. Dua contoh ini untungnya sudah diedit, nah yang soal makam wali itu yang lolos sensor,” kata sumber yang tidak mau disebutkan namanya.

Selain guru madrasah, kecaman keras juga datang dari Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang menilai Kemenag ceroboh atas peredaran buku SKI kelas VII MTs Kurikulum 2013. Pasalnya dengan menyebutkan makam wali sebagai contoh dari berhala masa kini, tim penulis buku dari Ditjen Pendis Kemenag RI secara langsung menciptakan konflik terbuka di tengah keharmonisan umat beragama. PBNU minta kepada Kemenag untuk mencabut peredaran buku itu.

“Yang paling mendesak buku itu harus dicabut dari peredaran dulu,” kata Wasekjen PBNU H Abdul Mun’im DZ di kantor PBNU Jakarta Pusat, Selasa (16/9/2014).

“Orang Kemenag terlalu sibuk mengurusi proyek. Sehingga, muatan materi yang menggangu keharmonisan umat beragama bisa lolos cetak. Ini keteledoran Menteri Agama. Mereka mengkhianati amanah dan mandat yang diberikan rakyat untuk menjaga ketertiban dan kerukunan kehidupan umat beragama,” tegas Abdul Mun’im.

H Mun’im mengingatkan, Kemenag tidak boleh dipakai untuk kepentingan segelintir umat Islam. Kemenag seharus mengutamakan pelayanan pendidikan untuk umat banyak, bukan sibuk berurusan dengan proyek-proyek singkat dengan mengabaikan konten-konten kurikulum yang membuat ketegangan di tengah masyarakat.

Cover Buku SKI Kelas VII Kurikulum 2013
Cover Buku SKI Kelas VII Kurikulum 2013

Dai muda asal Solo, Habib Muhammad bin Husein Al Habsyi pun ikut bereaksi atas penyimpangan yang terdapat dalam buku SKI Kelas VII MTs Kurikulim 2013. Tekait buku yang menyimpang tersebut, Cucu Habib Anis bin Alwi Al Habsyi Solo ini mengingatkan untuk menjaga aqidah anak-anak muslim di Indonesia.

“Hati-hati dengan buku pelajaran agama anak kita, karena sudah mulai terdapat berbagai macam penyimpangan. Yang dikhawatirkan apabila tidak segera ditangani, maka umat akan terpecah belah”, pesan Habib Muhammad bin Husein Al Habsyi dalam akun facebooknya.

Kementerian Agama RI (Kemenag) selaku pihak yang bertanggungjawab mengeluarkan buku tersebut pun langsung menindaklanjuti temuan ini. Kemenag melalui Direktur Pendidikan Madrasah, Prof. Dr. Phil. M. Nur Kholis Setiawan, MA. melakukan klarifikasi atas isi buku tersebut setelah mendapatkan saran dari berbagai pihak. Dirjen Pendis (Dirjen Pendidikan Islam) menindaklanjuti hal ini dengan mengeluarkan surat edaran tertanggal 15 September 2014 terkait buku pedoman guru SKI MTs Kelas VII , tetapi tidak mencabut beredarnya buku tersebut, hanya melakukan klarifikasi terhadap redaksi kalimat.

“Buku Kurikulum 2013 Kementerian Agama adalah living document (dokumen hidup), yang terbuka untuk dikritik, diperbaiki dan disempurnakan. Oleh sebab itu, masukan dari masyarakat akan sangat membantu,” jelas M. Nur Kholis, sebagaimana dilansir situs Kemenag (16/9/2014).

“Sebagai tindaklanjut atas masukan dari masyakarat terutama terkait dengan Buku Pedoman Guru SKI kelas VII MTs, Direktorat Jenderal Pendidikan Islam telah mengeluarkan Surat Edaran No. SE./Dj. I/HK.00.7/133/2014 tentang Perbaikan Redaksi Buku Pedoman Guru Mata Pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam Madrasah Tsanawiyah (MTs) Kelas VII,” tambahnya.

Surat Edaran Kemenag RI
Surat Edaran Kemenag RI tentang Perbaikan Redaksi Buku SKI Kelas VII MTs Kurikulim 2013

Perbaikan Redaksi tersebut, sebagaimana tercantum di dalam Surat Edaran adalah sebagai berikut:

Nomor Tertulis Seharusnya
1 Berhala dilakukan oleh agama selain Islam yaitu Hindu dan Budha Berhala dilakukan oleh kepercayaan lain
2 Berhala sekarang adalah kuburan para wali Berhala sekarang adalah kuburan yang dianggap keramat
3 Istilah dukun berubah menjadi paranormal atau guru spiritual Istilah dukun berubah menjadi paranormal

Sementara itu, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin melalui akun twitternya menyampaikan permintaan maaf atas kejadian yang terkait dengan isi buku Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) Kelas VII Madrasah Tsanawiyah (MTs) Kurikulum 2013 yang diterbitkan oleh Kemenag. Pasalnya dalam buku tersebut menyebutkan makam wali-wali Allah sebagai berhala.

Menag memberitahukan, Direktorat Jenderal Pendidikan Islam telah mengirimkan surat edaran koreksian ke semua Kanwil untuk disebar keseluruh madrasah.

Permintaan Maaf Kemenag RI
Permintaan maaf Menteri Agama RI atas perederan buku SKI Kelas VII MTs Kurikulim 2013 yang menyimpang.

“Ya, mohon maaf sekali dg keteledoran itu. Dirjen Pendis tlh kirim surat koreksian ke semua Kanwil utk disebarkan ke semua madrasah.”, tulisn Lukman Hakim Saifuddin di twitternya @lukmansaifuddin . (16/9/2014) setelah tag dari akun @WartaNU.

Untuk itulah, kepada masyarakat khususnya umat Islam yang menganut paham Ahlussunnah wal Jama’ah hendaknya lebih berhati-hati dan mewaspadai aksi-aksi penyusupan paham baru Wahabi Salafi yang mencoba masuk ke dalam kurikulum pendidikan di Indonesia. Mari jaga diri, keluarga, dan saudara-saudara kita dari fitnah Wahabi Salafi.

(NU Online/ Muslimedianews)

Tulisan berjudul Waspadalah, Buku SKI Kelas VII MTs Kurikulum 2013 Telah Disusupi Konten Wahabi terakhir diperbaharui pada Wednesday 17 September 2014 oleh Pejuang Ahlussunnah di Ngaji Yuk! - Kajian Ceramah Islam Ahlussunnah wal Jamaah.


Post Comment