Hukum Puasa di Akhir dan Awal Tahun Hijriah

SHARE & LIKE:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •   
  •   
  •  

Pertanyaan:

Assalamu’alaikum,

Saya mau tanya. Apakah hukum puasa awal dan akhir tahun hijriah? Di tempat saya di Banjarmasin hukumnya sunnah dan saya mencari di internet hukumnya bid’ah. Jadi mana yang benar?

Jawaban:

Wa’alaikumsalam Wr. Wr.,

Jika mengamalkan puasa tersebut dengan dalil hadis tentang puasa di hari akhir Dzulhijjah dan hari pertama Muharram, yang dinisbahkan oleh al-Syaukani sebagai riwayat Ibnu Majah (al-Fawaid al-Majmuah 1/45), karena di dalamnya ada 2 perawi bernama al-Juwaibari dan Wahb, keduanya adalah pendusta, maka bisa jadi dari kelompok Wahabi akan mengatakan bid’ah.

Namun, perlu diketahui, bahwa di hari-hari tersebut, yakni akhir bulan dan awal bulan, adalah termasuk hari-hari gelap (karena kondisi hilal masih kecil), dan bagi ulama Syafi’iyyah melakukan puasa di Ayyam al-Suud (hari-hari gelap) adalah sunah, seperti Ayyam al-Bidl (hari-hari purnama).

Hal ini berdasarkan sebuah hadis:

صُوْمُوْا الشَّهْرَ وَسَرَرَهُ (رواه ابو داود عن معاوية)

“Berpuasalah (di awal) bulan dan di akhir bulan” (Hadits Riwayat Imam Abu Dawud dari Muawiyah)

Hadis ini termasuk hadis yang menunjukkan plin-plannya Syaikh Nashiruddin al-Albani (Ulama Wahabi Salafi yang dianggap pengikutnya sebagai Muhaddits Abad Ini). Bagaimana tidak? Sebab dalam Sunan Abu Dawud al-Albani menilai dlaif, tetapi dalam al-Jami’ al-Shaghir al-Albani menilainya hasan!

قال الشيخ الألباني : ( حسن ) انظر حديث رقم : 3808 في صحيح الجامع (الجامع الصغير وزيادته – ج 1 / ص 726)

Penjelasan makna hadits di atas sebagai berikut:

(صُوْمُوْا الشَّهْرَ) يَعْنِي أَوَّلَهُ) وَسَرَرَهُ) بِفَتَحَاتٍ أَيْ آخِرَهُ كَمَا صَوَّبَهُ الْخَطَّابِي وَغَيْرُهُ وَجَرَى عَلَيْهِ النَّوَوِي … قَدْ وَرَدَ نَدْبُ صَوْمِ الْأَيَّامِ السُّوْدِ وَهُوَ آخِرُ أَيَّامِ الشَّهْرِ (د عن معاوية) بن أبي سفيان ورواه عنه الديلمي أيضا. (فيض القدير – ج 4 / ص 281)

“Berpuasalah di awal bulan dan akhir bulan”, sebagaimana dibenarkan oleh al-Khattabi dan al-Nawawi. Dan sungguh telah datang dalil anjuran berpuasa di hari-hari gelap yaitu akhir bulan” (Faidl al-Qadir 4/281).

Bagi yang mengatakan bid’ah tentu masih akan berkilah: “Hadis itu kan setiap bulan, bukan khusus akhir tahun dan awal tahun?”. Inilah salah satu sudut perbedaan kita dengan Wahabi, bagi ulama ahli hadits menentukan hari-hari tertentu dengan amal saleh hukumnya adalah boleh (al-Hafidz Ibnu Hajar, Fath al-Bari).

Wallahu A’lam.

Oleh: Ustadz Muhammda Ma’ruf Khozin, Wakil Khatib Syuriah PCNU Surabaya.

Tulisan berjudul Hukum Puasa di Akhir dan Awal Tahun Hijriah terakhir diperbaharui pada Friday 24 October 2014 oleh Pejuang Ahlussunnah di Ngaji Yuk! - Kajian Ceramah Islam Ahlussunnah wal Jamaah.


Post Comment