Kisah Islam: Seorang Istri yang Menjaga Harga Diri Suami

SHARE & LIKE:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •   
  •   
  •  

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ ، أَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ ، وَصَلَّى اللّٰهُ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ النَّبِيِّ الْأُمِّيِّ وَآلِهِ الطَّاهِرِيْنَ وَصَحَابَتِهِ أَجْمَعِيْنَ

Dikisahkan suatu ketika Syaikh Abu Ishaq Al Huwaini mengunjungi salah seorang sahabatnya dan ia mendapati sahabatnya itu sedang menangis. Ketika ditanya mengapa dia menangis, sahabatnya itu justru menangis semakin hebat.

Kemudian sahabatnya berkata: “Wahai Syaikh, istriku sedang sakit dan beberapa hari ini saya merawatnya”.

Syaikh Abu Ishaq sangat heran dengan tangisan sahabatnya yang hebat itu, padahal ia seorang yang sholeh. Ketika tangisnya sudah mulai reda, sahabatnya pun kembali berkata:

“Wahai Syaikh, apakah Engkau heran dengan tangisanku yang seperti ini? Semua ini karena istriku. Seandainya engkau mengenal istriku, sebagaimana aku mengenalnya maka engkau akan memaklumi sikapku ini dan tidak akan mencelaku. Wahai Syaikh, aku adalah orang yang miskin dan pekerjaanku rendah. Penghasilanku hampir tidak dapat memenuhi kebutuhan hidupku. Akan tetapi dengan kehendak Allah Subhanahu wa Ta’ala, Allah membukakan hati seseorang untuk menikahkan putrinya denganku. Padahal bapak perempuan itu adalah seorang yang cukup berharta. Kami pun menikah dan sungguh istriku ternyata seorang wanita yang sholehah yang sangat baik. Hidup bersamanya terasa kudapatkan surga dunia dengan segala maknanya.

Suatu hari sang mertua lelaki ku datang berkunjung dan berkata kepadaku, ‘Bertakwalah kepada Allah dan belikanlah istrimu roti, keju, ful (sejenis kacang) dan jangan terlalu sering memberinya daging dan buah-buahan karena ia sudah bosan makan daging dan buah’.

Mendengar ucapan mertuaku, aku pun hanya ternganga dan tidak tahu apa yang harus aku katakan. Aku sungguh tidak mengerti apa yang dibicarakannya. Sebab, selama ini aku tidak mampu membelikannya daging maupun buah-buahan. Kemudian aku menemui istriku dan bertanya kepadanya. Dan sungguh aku terkejut dengan jawabannya, seakan bumi tempat aku berpijak berguncang.

Ternyata, setiap kali istriku pergi ke rumah orang tuanya, mereka selalu menyuguhkan daging dan buah, akan tetapi istriku selalu menolaknya seraya berkata, ‘Saya tidak mau makan daging dan buah, saya sudah bosan memakannya. Sesungguhnya suami saya tidak pernah melarang saya untuk memakan daging dan buah, akan tetapi ia sering sekali memberi saya makanan itu hingga saya bosan dengan daging dan buah. Saya lebih suka makan makanan ringan saja,’.

Padahal kenyataannya di rumah kami, ia tidak pernah melihat daging kecuali dalam satu atau dua bulan sekali saja. Sehari-hari lebih banyak makan kacang ful. Aku tidak memiliki sesuatu yang dapat mengenyangkan perutku maupun perut istriku”.

Sahabatku, istri sahabat sang Syaikh tersebut melakukan hal seperti itu adalah karena ia ingin mengangkat derajat suaminya di hadapan keluarganya dan menjadikannya besar di mata mereka. Ia mampu menahan lapar, akan tetapi ia tidak ridha seorang pun mengetahui kemiskian suaminya. Ia terus bersabar dengan apa yang ada dan senantiasa mengingatkan suaminya dengan janji Allah Subhanahu wa Ta’ala jika ia mau bersabar. Semua itu bukan karena sang suami melarangnya, akan tetapi karena ia adalah sebaik-baik wanita shalehah yang sabar.

Sahabat itu kemudian berkata kepada Syaikh, “Apakah engkau tahu mengapa aku menangis dan sangat khawatir atas istriku? Sesungguhnya ini hanya salah satu keistimewaannya saja. Jika aku menceritakan semua keshalihannya, maka aku tidak akan mungkin mampu menceritakannya”.

Keluarga Sakinah

Sahabatku, sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala menjadikan dunia ini penuh dengan keindahan dan kesenangan. Setiap orang yang beriman tentu akan suka dengan keindahan dan menginginkan kesenangan. Keindahan dan kesenangan yang tidak membawanya terlena dalam kehidupan ini tetapi ia bisa bawa ke dalam keabadian. Dan ketahuilah duhai sahabatku, keindahan dan kesenangan terbaik dalam kehidupan dunia tersebut adalah wanita yang sholihah.

Rasulullah Shollallohu ‘Alaihi wa Alihi wa Shohbihi wa Sallam bersabada:

“Dunia merupakan kesenangan, dan kesenangan terbaik dunia adalah wanita yang sholihah,” (Hadits Riwayat Imam Muslim, Nasa’i dan Ibnu Majah).

Lalu, timbul dalam benak kita bagaimana cara menggapainya?

Setiap wanita tentu saja sangat mendambakan dirinya menjadi wanita yang sholihah. Akan tetapi, kebanyakan wanita belum mengetahui apa yang harus dilakukan agar dirinya dapat menjadi wanita yang sholihah seperti yang disabdakan Rasulullah Shollallohu ‘Alaihi wa Alihi wa Shohbihi wa Sallam. Kisah di atas merupakan salah satu dari sekian banyak kisah yang menggambarkan ciri kriteria seorang wanita itu adalah seorang yang sholihah.

Tidak hanya wanita, seorang lelaki pun menginginkan hidup berdampingan dengan wanita sholihah pilihannya. Sayangnya, banyak lelaki yang belum memahami siapa dan bagaimana wanita sholihah itu. Alih-alih mendambakan wanita istri sholihah, tetapi justru di kemudian hari diketahui malah sebaliknya. Untuk itulah, seorang calon suami atau yang sudah beristri perlu mengetahui kriteria istri idamannya yakni wanita yang sholihah agar bisa menata bahtera rumah tangga dengan baik.

Dan alhamdulillah, Al Habib Novel bin Muhammad Alaydrus, dai muda yang juga Pengasuh Majelis Ilmu dan Dzikir Ar-Raudhah Solo telah membuat sebuah buku khusus yang membahas tentang kriteria seorang wanita yang sholihah. Buku terbaru beliau yang berjudul “Istri Idamanku” ini berisi hal-hal yang sebaiknya diketahui seorang wanita agar menjadi istri idaman yang sholihah. Ada juga kisah-kisah menarik yang menggambarkan seorang wanita yang sholihah, yang salah satunya adalah penggalan kisah di atas yang diambil dari buku terbaru beliau.

Buku Istri Idamanku buah karya Habib Novel bin Muhammad Alaydrus ini sangat cocok bagi siapapun, baik laki-laki maupun wanita, yang muda maupun lanjut usia, yang belum menikah maupun yang sudah menikah, sebagai bahan bacaan yang bermanfaat di dunia dan akhirat untuk bekal membina rumah tangga yang baik yang sakinah mawaddah wa rahmah seperti yang dicontohkan Nabi kita. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala senantiasa menolong dan memudahkan kita untuk menggapai keluarga yang bahagia, keluarga yang diridhai Allah dan cintai Rasulullah.

DAPATKAN BUKU “ISTRI IDAMANKU” KARYA HABIB NOVEL BIN MUHAMMAD ALAYDRUS, 

KONTAK: ADMIN NGAJI YUK! ATAU MAS EDWIN (MAJELIS AR-RAUDHAH SOLO)

  • PIN BBM: 7DCE674D
  • WHATSUP (WA): +6285728151889
  • SMS/ PHONE: +6281904546119
  • DAFTAR BUKU LAINNYA: ISTRI IDAMANKU (Rp. 30.000), MENJEMPUT AMANAH (Rp. 50.000), MANA DALILNYA 1 (Rp. 50.000), UMAT BERTANYA ULAMA MENJAWAB (Rp. 60.000), SURGA DI DEPAN MATA (Rp. 50.000), OBAT HATI (Rp. 50.000), AKHLAK PARA WALI (Rp. 50.000), DAN ADAB NABI (Rp. 30.000).
  • CATATAN: DENGAN MEMBELI BUKU-BUKU DI ATAS, ANDA SECARA TIDAK LANGSUNG TELAH IKUT BERPARTISIPASI DALAM PERJUANGAN DAKWAH MAJELIS AR-RAUDHAH SOLO DAN JUGA IKUT ANDIL DALAM PEMBANGUNAN MUSHOLLA RAUDHATUL JANNAH SOLO YANG SEDANG DIBANGUN.
  • TERIMAKSIH TELAH MEMBANTU DAKWAH MAJELIS AR-RAUDHAH SOLO. SEMOGA ALLAH YANG AKAN MEMBALAS DENGAN KEBAIKAN YANG BERLIPAT GANDA. AMIN

(Kisah di atas diambil dari buku “Istri Idamanku” buah karya mulia Al Habib Novel bin Muhammad Alaydrus, Pengasuh Majelis Ar-Raudhah Solo, Cetakan I, September 2014, Penerbit Taman Ilmu)

Tulisan berjudul Kisah Islam: Seorang Istri yang Menjaga Harga Diri Suami terakhir diperbaharui pada Tuesday 28 October 2014 oleh Pejuang Ahlussunnah di Ngaji Yuk! - Kajian Ceramah Islam Ahlussunnah wal Jamaah.


2 thoughts on “Kisah Islam: Seorang Istri yang Menjaga Harga Diri Suami

Post Comment