Selamat, 6 Kader NU Terpilih Menjadi Menteri di Kabinet Kerja Jokowi-JK

SHARE & LIKE:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •   
  •   
  •  

Presiden Republik Indonesia Joko Widodo telah mengumumkan secara resmi nama-nama menteri yang duduk dalam kabinetnya pada Ahad Sore, 26 Oktober 2014, di Istana Negara. Dari nama-nama menteri tersebut ada beberapa kader Nahdlatul Ulama (NU) yang terpilih menjadi pembantu presiden dalam jajaran Kabinet Kerja periode 2014-2019.

Tercatat 6 kader NU duduk dalam kementerian pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) dan Jusuf Kalla (JK) seperti yang diungkapkan oleh Wakil Ketua Umum PBNU KH Dr As’ad Said Ali. Waketum PBNU yang pernah menjabat  Wakil Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) ini pun berharap kepada menteri-menteri yang berasal dari Nahdliyin agar dapat melaksanakan amanah yang diembannya dengan sebaik-baiknya dan dapat bekerja dengan ikhlas demi kemaslahatan umat.

“Setiap jabatan adalah amanah dan bekerjalah dengan ikhlas demi kemaslahatan umat. Ini sebuah kepercayaan dan siapa pun yang menjabat harus melaksanakan sebaik-baiknya,” ujar Waketum PBNU Asad Said Ali di kediamannya di Jakarta, Ahad (26/10/2014).

Menurut As’ad, keenam nama kader NU yang dipercaya sebagai pembantu Presiden itu adalah kader terbaik dan diyakini berkualitas dalam melaksanakan kinerjanya. Dan berikut adalah keenam nama-nama kader NU yang terpilih sebagai menteri dalam Kabinet Kerja Jokowi-JK:

  1. Khofifah Indar Parawansa sebagai Menteri Sosial RI. Saat ini menjabat sebagai Ketua Umum PP Muslimat Nahdlatul Ulama (NU). Aktivis NU ini pernah menjadi Ketua Umum Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Surabaya, Ketua Umum Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU), dan Ketua Pengurus Besar PMII.
  2. Lukman Hakim Saifuddin sebagai Menteri Agama RI. Kader NU ini pernah menjadi Wakil Sekretaris Pimpinan Pusat Lembaga Kemaslahatan Keluarga NU (LKKNU), dan Ketua Pengurus Pusat Lajnah Kajian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia (Lakpesdam) NU.
  3. Marwan Ja’far sebagai Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi RI. Aktivis NU sejati ini pernah menjadi Ketua PMII DI Yogyakarta, Kabid Litigasi dan Konsultasi LPBH NU DI Yogyakarta, Litbang GP Ansor DI Yogyakarta, Wakil Sekjen PP LPNU, Wakil Sekjen Inkopsim NU Pusat, Mabin IPNU Cabang Pati. dan Wakil Ketua Lembaga Perekonomian PBNU.
  4. Imam Nahrawi sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga RI. Pernah menjadi KetuaPMII Cabang Surabaya, Ketua PMII Jawa Timur, Ketua Umum Dewan Koordinasi Nasional Garda Bangsa, dan Wakil Ketua Lembaga Perekonomian PBNU.
  5. Muhammad Hanif Dhakiri sebagai Menteri Ketenagakerjaan RI. Saat ini menduduki Ketua Umum Dewan Koordinasi Nasional Garda Bangsa dan pernah menjabat sebagai Ketua PMII Salatiga, Ketua Lembaga Studi Advokasi Buruh PB PMII, serta Wakil Ketua Umum DKN Garda Bangsa.
  6. Muhammad Nasir sebagai Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi RI. Saat ini menjabat sebagai Rektor Universitas Diponegoro (Undip) Semarang dan aktif dalam Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Jawa Tengah.

Selamat dan sukses atas terpilihnya kader-kader terbaik Nahdlatul Ulama dalam jajaran Kabinet Kerja Jokowi-JK periode 2014-2019. Semoga dapat bekerja semaksimal mungkin dan mengemban amanah dengan sebaik-baiknya demi agama, bangsa, dan negara tercinta.

Tulisan berjudul Selamat, 6 Kader NU Terpilih Menjadi Menteri di Kabinet Kerja Jokowi-JK terakhir diperbaharui pada Monday 27 October 2014 oleh Pejuang Ahlussunnah di Ngaji Yuk! - Kajian Ceramah Islam Ahlussunnah wal Jamaah.


2 thoughts on “Selamat, 6 Kader NU Terpilih Menjadi Menteri di Kabinet Kerja Jokowi-JK

  1. بسم الله الرحمن الرحيم

    Kapasitas saya hanya sebagai informan,

    “Telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Maslamah, dari Malik, dari Abdurrahman bin Abdullah bin Abdurrahman bin Abu Sha’Sha’ah, dari bapaknya, dari Abu Sa’I’d Al Khudri, bahwa dia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: ‘Hampir saja terjadi (suatu zaman) harta seorang muslim yang paling baik adalah kambing yang digembalakannya di puncak gunung dan tempat-tempat terpencil, dia pergi menghindar dengan membawa agamanya disebabkan takut terkena fitnah.'”

    1. Sejarah Indonesia, ideologi bangsa, lambang negara, struktur pemerintahan, keterlibatan tokoh-tokoh nasional dengan freemanson/illuminati/the new world order, hukum negara, apakah hukum Jahiliyah (sekuler; pagan, materialis) yg mereka kehendaki? Lihat: al-Qur’an surat al-Maidah [5]: 50.
    2. Di dalam al-Qur’an surat al-Maidah [5]: 51 akan ditemukan kata “…janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu)”. Jika dilihat dalam terjemahan bahasa Inggris, maka kata “…do not take the Jews and the Christians as allies”. Sedangkan “allies=sekutu”. Lantas persekutuan Yahudi dan Kristen yang bagaimanakah itu? Sheikh Imran N. Hosein telah membahas ini di dalam ceramahnya yang berjudul “Larangan riba dalam Qur’an”.
    3. Sejarah uang, perbedaan uang sunnah dan uang fiat, asal-usul uang fiat, mekanisme sistem ekonomi global berbasis riba, dampak penggunaan uang kertas dan globalisasi.
    http://dinarfirst.org/penjelasan-singkat-memahami-riba-dalam-uang-kertas-atau-uang-fiat/
    4. Mengapa masyarakat Indonesia di masa lalu mengganti penggunaan huruf Arab gundul menjadi huruf alphabet? Mengapa nama kita harus ditulis dengan huruf kapital di setiap dokumen resmi?

    “…jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti…” (QS. Al-Hujuurat [49]: 6)

    Reply

Post Comment