Selamat Jalan Gus… 

SHARE & LIKE:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •   
  •   
  •  

Pengasuh Majelis Maulid wat Ta’lim Riyadlul Jannah Malang, KH Abdurrochim bin Achmad Syadzili telah berpulang ke Rahmatulloh pada Sabtu, 10 Dzulhijjah 1435 H/ 4 Oktober 2014 pukul 06.45 WIB tadi pagi seperti yang diumumkan oleh Khatib Majelis dalam akun facebooknya. Gus Rochim panggilan akrab almarhum KH Abdurrochim Syadzili, wafat di usia 51 tahun karena sakit stroke yang dideritanya saat dirawat di Rumah Sakit Persada, Malang, Jawa Timur.

“Kami sangat kehilangan tokoh seperti beliau. Malang Raya berduka dengan kepergian beliau,” kata Syarifuddin salah seorang santri almarhum. Sejak tadi malam, puluhan santri dan jamaah berdatangan ke rumah sakit. Mereka datang dari dari berbagai daerah hingga kawasan Denpasar, Bali.

’’Kami dapat kabar kalau beliau sakit. Makanya kami ke sini berkeinginan menjenguk beliau. Ternyata Allah berkehendak lain,’’ ujar Zainur, warga Tabanan, Bali.

Kepergian sang Kiai, Guru, Syaikh, Orangtua, dan Panutan kita bersama ini membawa duka mendalam bagi para santri dan jamaah yang terus berdatangan dari berbagai daerah di Indonesia. Tampak raut muka sedih di wajah-wajah mereka. Tak jarang juga ada yang sampai meneteskan air mata.

Menurut rencana, almarhum akan dimakamkan bakda Ashar sekitar pukul 15.30 di pemakaman keluarga di Pondok Pesantren Riyadlul Jannah, Pendem, Kecamatan Junrejo Kota Batu.

KH Abdurrochim Syadzili adalah sosok yang dikenal sebagai pendiri dan pengasuh Majelis Maulid wat Ta’lim Riyadlul Jannah Malang pada tahun 2008. Bersama Habib Abdurrahman bin Hasyim Baraqbah, almarhum mendirikan Majelis Maulid Wat Ta’lim Riyadlul Jannah. Kedua ulama kharismatik ini hampir tiap hari menggelar shalawat dan dzikir bersama. Ratusan ribu jamaah ikut larut dalam dzikir dan shalawat bersama para habaib dan ulama.

Salah satu ajaran yang sering almarhum gelorakan kepada jama’ahnya yaitu mengenai keberkahan hidup itu salah satunya bisa diraih dengan mencintai Rasulullah. Terlebih di saat bulan maulid. Gus Rochim sering bercerita bahwa sebelum mendirikan Majelis Riyadlul Jannah, almarhum pernah mendengar ceramah salah seorang ulama besar yakni Habib Zein bin Smith dari Madinah tentang keutamaan membaca salawat secara bersama-sama selama 40 hari saat bulan maulid tiba. Salah satu manfaatnya orang tersebut bisa mendapat Nur atau cahaya Nabi Muhammad di akhirat kelak. Sejak itulah, Gus Rochim mendirikan Riyadlul Jannah yang sesuai misinya akan melakukan keliling safari maulid selama 40 hari berturut-turut di 40 tempat berbeda di Malang Raya.

Minta Izin Habib Anis bin Alwi Al Habsyi Solo

Sosok Gus Rochim dikenal sebagai orang yang sangat tawadhu’ yang selalu mengedepankan perintah guru sebelum bertindak. Kendati sudah diperintahkan sang ayah untuk menyebarkan sholawat, namun Gus Rochim tetap mengganggap perlu untuk sowan kepada Habib Anis bin Alwi Al-Habsyi di kota Solo yang juga cucu Habib Ali bin Muhammad Al-Habsyi, sang penyusun kitab Maulid Simthud Durar atau terkadang disebut Maulid Al-Habsyi.

Sebagaimana dilansir dalam organisasi itu, saat itu Habib Anis mengijazahkan pembacaan kitab Maulid tersebut kepada Gus Rochim, sekaligus memintanya agar menyebarluaskannya di wilayah sekitar tempat tinggalnya di Malang. Mendapatkan amanah mulia tersebut, Gus Rochim mulai membuka majelis maulid secara istiqamah sebagai jalan dakwah bagi dirinya di tengah-tengah umat.

Pada mulanya Gus Rochim memulai pembacaan Maulid Simthud Durar dari Pondok Pesantren Riyadhul Jannah yang dipimpinnya. Dari pesantren itulah ia menggelar majelis maulid bersama para santri setiap malam menjelang datangnya waktu Shubuh. Seiring berjalannya waktu, ia pun mulai membuka majelis maulid untuk umum sebulan sekali, yaitu setiap Jum’at Legi malam Sabtu Pahing. Pada awal dibukanya majelis bulanan itu, majelis tersebut hanya dihadiri beberapa orang. Namun, majelis itu mendapat dukungan banyak pihak, terutama dari kalangan habaib, seperti Habib Muhammad bin Agil dan Ustadz Anis bin Shahab.

Kini, Jama’ah Riyadlul Jannah sudah mencapai ratusan ribu dan menyebar hampir dipelosok Jawa Timur dan banyak digandrungi oleh para pemuda. Data yang berhasil dihimpun, di wilayah Malang Raya saja, sudah berdiri 31 korwil yang tersebar di 31 Kecamatan se- Malang Raya.

Kunci Syiar Dakwah Dunia Ada di Teknologi

Berkat kegigihan Gus Rochim dalam membumikan sholawat dan majelis rasul, dakwahnya semakin hari semakin meningkat. Bersama Habib Abdurrahman bin Hasyim Baraqbah, Gus Rochim terus berinovasi menyebarkan sholawat dan dakwah. Bahkan, di era modern Gus Rochim pun tak mau ketinggalan. Tim IT (Informasi Teknologi) Multimedia Riyadlul Jannah kemudian dibentuk dan didirikan guna menunjang dakwah yang lebih luas agar bisa tersebar ke berbagai belahan dunia.

’’Dakwah itu harus menyentuh semuanya. Tidak ada batas wilayah, benua, kepercayaan, dan lapisan masyarakat. Kuncinya ya di teknologi, Pokoknya syiar ke seluruh dunia,’’ tutur Gus Rochim pada Tim Multimedia Riyadlul Jannah sekitar Maret 2011.

Karena itu, pada 16 Maret 2011, para santri dan jamaah muda Riyadlul Jannah dikumpulkan di kediaman Gus Rochim. Sejak itu pula, Gus Rochim memulai dakwah mendunianya lewat teknologi yang digawangi Tim Multimedia Riyadlul Jannah yang kemudian dikenal dengan nama Tim MMRJ.

Hasilnya, kini sosok almarhum tak hanya dikenal secara langsung, tapi dakwahnya juga bisa diikuti lewat live streaming real time audio maupun video melalui internet dengan mengakses website http://www.riyadluljannah.org. Ikhtiar ini tentu akan jadi amal Gus Rochim.

Sambil berkaca-kaca di depan makam Gus Rochim, dai muda Habib Novel bin Muhammad Alaydrus, Pengasuh Majelis Ar-Raudhah Solo berpesan kepada para jama’ah:

“Gus sudah susah payah berjuang, teruslah beristiqomah meramaikan majelis. Dengan keistiqomahan Gus bermaulid setiap malam minggu, Allah SWT menakdirkan beliau dimakamkan di malam minggu juga. Dan bertepatan malam ini malam Idul Adha, ini adalah hadiah dari Allah untuk Gus Rochim. Mulai malam ini, Rutinan RJ Setiap Sabtu Malam, niatkan setiap tahlill dan maulid diniatkan untuk Haul Gus Rochim, tidak perlu menunggu setahun sekali. Berilah hadiah yang terbaik untuk Gus Rochim bukti cinta kepada guru,”.

Selamat jalan Gus… 

Selamat berbahagia berkumpul bersama Sang Kekasih yang selalu senantiasa dan terus engkau rindukan, Sayyidina Muhammad Rasulullah Shollallohu ‘Alaihi wa Alihi wa Shohbihi wa Sallam…

(Aktual/ MalangTimes)

Tulisan berjudul Selamat Jalan Gus…  terakhir diperbaharui pada Sunday 5 October 2014 oleh Pejuang Ahlussunnah di Ngaji Yuk! - Kajian Ceramah Islam Ahlussunnah wal Jamaah.


Post Comment