Cara Mencapai Kemuliaan Khusuk Dalam Shalat

SHARE & LIKE:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •   
  •   
  •  

Ad-dai Ilallah Habib Jindan menjelaskan kitab an-Nashoid Diniyyah temtang bab sholat karangan Imam Abdullah bin Alwi al-Haddad, bahwa ada orang yang sholatnya tidak tumakninah. sholatnya seperti burung perkutut, ada juga orang yang sholatnya ketika rukuk seperti ayunan tidak tumakninah. Bahkan ketika berdiri ada yang sibuk memainkan jenggotnya menandakan ketidakkhusuan. Ada juga yang seperti pohon bambu tertiup angin, doyong kanan, doyong kiri, maju depan, mundur ke belakang. Mau sholat apa joget?

Al Imam Abdullah bin Alwi al-Haddad rhm bukan hanya piawai dalam mengarang kitab, namun beliau memang sholatnya sudah benar dan khusuk, diceritakan bahwa ketika beliau mengimami shalat dan ketika mengucapkan ALLAHU AKBAR… maka tembok yang ada di depannya retak, begitu berwibawa nama ALLAH yang diucapkan beliau sehingga retak tembok masjid.

Keeseokan harinya di perbaiki oleh tukang dan lagi-lagi tembok retak begitu seterusnya sampai beliau wafat. Subhanallah.

Al Imam Ali Zainal Abidin ketika sedang sholat, masjidnya terbakar dan beliau tidak mendengar teriakan masyarakat, wahai cucu rasulillah.. beliau asyik tenggelam bersama Allah.

Nah..jauh kan kita dengan mereka..

Mari kita perbaiki sholat kita berusaha terus untuk khusuk, jangan menunggu sudah tua baru mau khusuk, lezatnya di dalam sholat, lezatnya di dalam munajat, lezatnya di dalam sujud, lezatnya menyebut nama ALLAH……

Almaghfurlah Sulthonul Qulb Habib Munzir alaihi rahmatullah memberikan tips agar bisa khusuk di dalam sholat.

Khusyuk adalah suatu kemuliaan yang ada awalnya namun tiada pernah ada akhirnya, dan awal dari khusyuk adalah konsentrasi kepada Allah swt atau apa-apa yang mengingatkan kita kepada Allah, apakah neraka, surga, kematian, kemuliaan alam, atau apa saja dari lintasan pemikiran yang mengarah kepada Allah semata.

Lalu tingkatan khusyuk yang lebih tinggi adalah konsentrasi pada makna apa-apa yang kita ucapkan dalam bacaan shalat itu. Dan tingkatan lebih tinggi lagi adalah tenggelam dalam makna-makna itu dengan melupakan seluruh pemikiran yg lainnya,

Lalu tingkat selanjutnya adalah sirnanya seluruh nama, seluruh pemikiran, seluruh warna dan bentuk, seluruh keinginan, kesedihan dan kegembiraan dan semua keduniawian, yang ada hanyalah hamba yang sedang berhadapan dengan Penciptanya, ia merasa tak ada alam semesta, hanya berdua dengan Allah semata, dan lalu tingkatan khusyuk makin meningkat dan meningkat.

Sebagian ulama berpendapat demikian, namun bukan mustahil orang menemukan khusyuknya di tengah atau di akhir shalat,

Salah satu caranya adalah dimulai dengan saat berwudhu, jangan berbicara dengan siapapun saat berwudhu, tenanglah saat berwudhu, hadirkan hati anda untuk menyucikan jiwa dan raga dengan mutiara dan berlian yang diciptakan Allah untuk bersuci yaitu air.

Dan adapula teriwayatkan doa-doa dalam berwudhu, bila tidak hafal maka usahakanlah hati terus berdoa dalam wudhu, terus bermunajat, mensucikan nama Allah dan memuji Allah dengan berbagai kenikmatan, lalu berdoalah lagi selepas wudhu, lalu masuklah dalam shalat dan usahakan jangan bercanda, jangan berbicara dengan siapapun kecuali seperlunya saja, dan bila ada pakailah siwak, aksesoris shalat lainnya, minyak wangi bila ada, sajadah, dan hal-hal yang bersifat religius lainnya yang menambah kekhsuyuan dan konsentrasi kita, lalu mulailah shalat, dengan menafikan dan melupakan segala pemikiran, runtuhkan semua nama dan pemikiran, tinggalkan semuanya, sisakan nama-Nya yang Maha Tunggal.

Ingatlah, anda akan terbujur kaku, diusung dan dishalatkan dengan berkafan putih semata, dan ditanamkan di kuburan dan ditimbun sendiri, bayangkan tubuh anda diusung oleh teman-teman dan keluarga yang menangisi anda untuk diantar kepemakaman, tanah yang basah dan ditinggalkan sendiri, maka bertakbiratul ihram lah, mulailah shalat, anda akan menemukan kemudahan untuk terus asyik berduaan dengan Allah swt, teruslah asyik dalam rukuk dan sujud, ingatlah bahwa nanti pun anda akan berduaan dengan-Nya saja, tanpa ditemani seluruh kekasih ataupun musuh, jadikanlah Dia sebagai kekasih.

Nah, umumnya kemuliaan khusyuk dicapai dengan yang demikian ini.

Wallahu`alam.

Idolaku Nabi Muhammad SAW

Tulisan berjudul Cara Mencapai Kemuliaan Khusuk Dalam Shalat terakhir diperbaharui pada Saturday 6 June 2015 oleh Pejuang Ahlussunnah di Ngaji Yuk! - Kajian Ceramah Islam Ahlussunnah wal Jamaah.


Post Comment