Download e-Book Ajaran Dasar Keyakinan Hizbut Tahrir

SHARE & LIKE:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •   
  •   
  •  

Hizbut Tahrir adalah suatu kelompok yang didirikan oleh seseorang yang bernama Taqiyyuddin an-Nabhani asal Palestina pada 1953. Kelompok ini memperkenalkan dirinya sebagai perkumpulan politik, bukan perkumpulan spiritual (agama) atau perkumpulan ilmiah. Di Indonesia kelompok ini dikenal dengan sebutan HTI atau Hizbut Tahrir Indonesia. Di negara-negara Arab dan Islam, kelompok Hizbut Tahrir masuk dalam kelompok terlarang (haram), sebaliknya di negara-negara Barat dan Amerika seperti Inggris dan Kanada, kelompok ini tumbuh subur dan dilindungi.

Sejarah mencatat pada awal tahun 1953, Hizbut Tahrir pernah mengajukan izin pendirian partai politik di Yordania, tetapi ditolak pemerintahan setempat dan bahkan kelompok ini kemudian dilarang keberadaannya. Meski demikian markas besar Hizbut Tahrir diyakini masih ada di Yordania, sedangkan markas pusat di London (Inggris) saat ini bertugas mengawasi seluruh aktivitas di negara-negara muslim.

Pada awal berdiri, Hizbut Tahrir menargetkan Khilafah akan tegak dalam jangka waktu 13 tahun sejak dibentuknya kelompok tersebut. Faktanya, setelah tempo yang ditentukan mimpi Khilafah Hizbut Tahrir tidak tegak-tegak. Lalu Hizbut Tahrir pun memperpanjang waktunya menjadi 30 tahun. Tetapi, lagi-lagi Khilafah ala Hizbut Tahrir tidak pernah ada sampai berlalunya dua tempo ini bahkan hingga sekarang.

Di dalam kitab al-Hadzr wa at-Tahdzir min Hizb at-Tahrir yang dikeluarkan Darul Fatwa Australia (Majelis Ulama Australia) memperingatkan umat Islam akan bahayanya Hizbut Tahrir terhadap aqidah ahlussunnah wal jama’ah (aswaja). Hal-hal yang menjadi keyakinan dasar Hizbut Tahrir sekaligus pemahaman sebenarnya tentang makna-makna hadits yang seringkali diselewengkan oleh kelompok Hizbut Tahrir dijelaskan dalam kitab tersebut dengan mengutip pendapat para ulama dari kitab-kitab mu’tabar di kalangan ahlussunnah wal jama’ah.

Sedikitnya ada 12 penyimpangan Hizbut Tahrir seperti yang terungkap dalam kitab al Hadzr wa at-Tahdzir min Hizb at-Tahrir, yaitu:

  1. Mengingkari takdir,
  2. Mengingkari kemaksuman para nabi,
  3. Berkeyakinan tasybih,
  4. Mengingkari kehujjahan Ijma’,
  5. Membenarkan kudeta terhadap khalifah yang sah,
  6. Menyesatkan umat Islam di luar Hizbut Tahrir,
  7. Mengkafirkan umat Islam di luar Hizbut Tahrir,
  8. Membenci dan melecehkan Ahlussunnah Wal Jama’ah,
  9. Mengingkari siksa kubur,
  10. Membolehkan laki-laki berjabat tangan dengan perempuan yang bukan mahramnya,
  11. Menghalalkan laki-laki mencium wanita lain ketika perpisahan, dan
  12. Membolehkan berjalan dengan tujuan berzina.

Dari 12 penyimpangan Hizbut Tahrir di atas, kami coba nukilkan satu saja penyimpangan ajaran mereka berkaitan dengan pengingkaran mereka terhadap takdir Allah (Qadha dan Qadar). Hal ini terungkap oleh Pendiri Hizbut Tahrir, Taqiyyuddin an-Nabhani dalam bukunya berjudul asy-Syakhshiyyah al Islamiyyah, Juz I, bagian pertama, halaman 71-72, yang berkeyakinan:

“Segala perbuatan manusia tidak terkait dengan Qadla Allah, karena perbuatan tersebut ia lakukan atas inisiatif manusia itu sendiri dan dari ikhtiarnya. Maka semua perbuatan yang mengandung unsur kesengajaan dan kehendak manusia tidak masuk dalam Qadla'”.

Dalam buku yang sama pada halaman 74, pendiri Hizbut Tahrir berkata:

“Jadi menggantungkan adanya pahala sebagai balasan bagi kebaikan dan siksa sebagai balasan dari kesesatan, menunjukkan bahwa petunjuk dan kesesatan adalah murni perbuatan manusia itu sendiri, bukan berasal dari Allah”.

Pernyataan serupa juga ia ungkapkan dalam kitabnya berjudul Nizham al Islam halaman 22.

Keyakinan Taqiyyuddin an-Nabhani di atas yang menjadi pegangan aqidah Hizbut Tahrir jelas telah menyalahi aqidah ahlussunnah wal jama’ah. Dikarenakan aqidah Hizbut Tahrir menjadikan Allah tunduk dan terkalahkan dengan terhadinya sesuatu di luar kehendakNya. Padahal Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

“Sesungguhnya Kami (Allah) menciptakan segala sesuatu menurut ketentuan-Ku” (Qur’an Surat al Qamar: 49).

Rasulullah Shollallohu ‘Alaihi wa Alihi wa Shohbihi wa Sallam juga bersabda:

“Allah pencipta setiap pelaku perbuatan dan perbuatannya” (Hadits Riwayat Imam al Hakim dan al Bayhaqi).

Imam Abu Hanifah dalam kitabnya Al Fiqh Al Akbar mengatakan:

“Tidak ada sesuatupun yang terjadi di dunia maupun di akhirat kecuali dengan kehendak, pengetahuan, Qadla’ (penciptaan) dan Qadar (ketentuan)-Nya”. Tentang perbuatan hamba, beliau berkata: “Dan segala perbuatan manusia terjadi dengan kehendak, pengetahuan, Qadla’ (penciptaan) dan Qadar (ketentuan)-Nya”. Inilah aqidah Ahlussunnah Wal Jama’ah.

Penyimpangan lain ajaran Hizbut Tahrir juga terungkap dalam buku asy-Syakhshiyyah al Islamiyyah, Juz 1 halaman 64, karangan pendiri Hizbut Tahrir, Taqiyyuddin an-Nabhani yang mengatakan:

“Sesungguhnya penggunaan dua kata qadla dan qadar secara bersamaan tidak pernah dilakukan oleh seorangpun, tidak dalam al Qur’an, Hadits, perkataan para ulama, dalam bahasa Arab atau dalam perkataan para fuqaha’ kecuali setelah berakhir abad pertama, yakni setelah diterjemahkan filsafat Yunani dan munculnya para mutakallim (Ahli Kalam)”.

Pernyataan pendiri Hizbut Tahrir di atas otomatis terbantahkan oleh pernyataan Imam Abu Hanifah dalam Fiqh al-Akbar yang mengatakan:

“Qadha dan Qadar serta masyiah adalah sifat Allah pada azal, tanpa disifati dengan al-Kayf (sifat-sifat makhlukNya).

Hal yang sama juga diungkapkan Sayyidina Hasan bin Ali radhiyallohu ‘anhuma sebagaimana dinukil dalam kitab Isyarat al-Maram karya Imam al-Bayadhi dan kitab-kitab lainnya, yang menyatakan:

“Barang siapa yang tidak beriman kepada qadla’ Allah dan qadar-Nya, yang baiknya dan yang buruknya, maka ia telah kafir”.

Ini adalah salah satu bukti dari sekian banyak bukti penyimpangan Hizbut Tahrir yang bertentangan dengan keyakinan para sahabat dan as-Salaf ash-Shalih. Untuk lebih jelasnya, apa dan bagaimana ajaran Hizbut Tahrir yang sesungguhnya silahkan download kitab al-Hadzr wa at-Tahdzir min Hizb at-Tahrir yang ditulis oleh Majelis Ulama Australia yang sudah dialihbahasakan ke dalam Bahasa Indonesia pada link yang tertera di bawah. Baca dan pelajari dengan seksama agar terhindar dari paham-paham baru di luar paham ahlussunnah wal jama’ah, dan jangan lupa untuk disebarkan kepada saudara/ saudari yang kita cintai dan yang mencintai kita agar mereka selamat dan tetap berada dalam aqidah ahlussunnah wal jama’ah.

Terakhir, kami berpesan kepada seluruh umat Islam Indonesia:

Tetaplah pada keyakinan atau aqidah Ahlussunnah Wal Jama’ah seperti yang dibawa oleh para pembawa Islam terdahulu ke Indonesia ini dan jangan sampai merubah akidah dengan menerima aqidah Hizbut Tahrir karena aqidah mereka bertentangan dengan aqidah Ahlussunnah Wal Jama’ah. Semoga bermanfaat dan matur NUwun.

DOWNLOAD TERJEMAH KITAB AL-HADZR WA AT-TAHDZIR MIN HIZB AT-TAHRIR (PDF)

Tulisan berjudul Download e-Book Ajaran Dasar Keyakinan Hizbut Tahrir terakhir diperbaharui pada Thursday 13 November 2014 oleh Pejuang Ahlussunnah di Ngaji Yuk! - Kajian Ceramah Islam Ahlussunnah wal Jamaah.


3 thoughts on “Download e-Book Ajaran Dasar Keyakinan Hizbut Tahrir

  1. Bro, cuma mau ngasih saran… Secara umum aku syukur banget bisa dapat tambahan ilmu ttg hukum porno. Tapi ada yg mengganjal, khususnya bentuk provokasimu seolah2 mengindikasi kebencian ke HTI, toh itu oknum dan dia udah ngoreksi. Gua emang nggak fanatik ke golongan. Postingan Ini yg bikin gua bingung, lu Muslim, postingan lu bagus, tapi pendapat lu cenderung bikin perpecahan, semua manusia jga punya salah kali bro, termasuk rekan HTI kita. No offense, nuwun.

    Reply
  2. askm tulisanmu cenderung penuh kebencian bro….menurut cermah di wesal TV, Hizbut tahrir termaksud Ahli sunnah juga…..jangan karena perbedaan kita harus menfitnah sesama saudara sendiri…..

    Reply

Post Comment