Inilah Alasan Kenapa Hizbut Tahrir Gagal Mengusung Paham Khilafah

SHARE & LIKE:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •   
  •   
  •  

Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) kembali beraksi meluncurkan program propaganda yang merongrong Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang dikenal dengan sebutan Indonesia Congress of Muslim Students 2014 (ICMS 2014).  ICMS ini merupakan salah satu program dari HTI di tahun 2014 menggantikan program sebelumnya yang bertajuk Indonesia Milik Allah.

Sama seperti program-program HTI sebelumnya, ICMS 2014 hanyalah program yang biasanya diisi dengan orasi teriakan politik di jalan-jalan, gedung-gedung, dan lapangan dari segelintir minoritas mahasiswa yang jauh dari nilai-nilai Islam ahlussunnah wal jama’ah (Aswaja). Tidak malu-malu, minoritas mahasiswa HTI yang tidak pernah berjuang untuk Islam dan Indonesia ini, dalam yel-yelnya itu tiba-tiba ingin memimpin dan merebut NKRI. Bak pahlawan di siang bolong, minoritas HTI seoalah menawarkan solusi-solusi jitu dalam menyelesaikan semua permasalahan negara. Mahasiswa yang paham akan perjuangan umat Islam dalam mempertahankan NKRI dan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin tentu saja dengan tegas menolak keberadaan HTI. Mahasiswa dari seluruh kampus di Indonesia menuntut pemerintah untuk membubarkan keberadaan HTI yang bersifat makar.

Para ulama ahlussunnah wal jama’ah pun tidak mau ketinggalan untuk menggalang persatuan memberantas HTI dari bumi NUsantara. Salah satunya datang dari KH Abuya Muhtadi Dimyathi al-Bantani, yang mengeluarkan fatwa Haram Mengikuti HTI.Beliau menyatakan HTI adalah ormas Islam dari luar negeri yang datang ke Indonesia dan ingin menghilangkan Pancasila sebagai dasar negara. Perbuatan tersebut adalah salah satu macam dari pemberontakan, padahal memberontak negara itu dosa besar, maka dari itu HTI haram hukumnya dalam berbagai keadaan.

Setidaknya ada 4 hal utama yang menyebabkan kenapa HTI gagal menanamkan pahamnya di Indonesia sebagaimana diungkap situs berita Islam Muslimedianews (MMN). Empat penyebab kegagalan khilafah HTI itu adalah sebagai berikut:

  1. Hizbut Tahrir berdiri diatas dasar fikrah atau pemikiran yang masih umum tanpa memiliki batasan yang jelas. Berbeda dengan jam’iyyah seperti NU (Nahdlatul Ulama) yang memiliki batasan jelas baik dalam hal aqidah Islamiyah, fiqih maupun dalam bidang tasawuf (Iman, Islam dan Ihsan). Oleh karena itu banyak muncul kekaburan atau pembiasan di dalam Hizbut Tahrir. Lebih dari itu, fikrah (pemikiran) Hizbut Tahrir tidak cemerlang, tidak jernih, dan tidak murni, meskipun sering mengklaim sebagai fikrah Islamiyah. Sebab, Hizbut Tahrir tidak memiliki batasan yang jelas. Sesuai dengan posisi mereka sebagai partai politik, orientasi utama mereka adalah kekuasaan atas nama “khilafah”.
  2. Hizbut Tahrir tidak mengetahui thariqah/ metode bagi penerapan fikrahnya. Banyak fikrahnya diterapkan dengan cara-cara yang menunjukkan ketidakjelasan gerakan tersebut dan penuh dengan kesimpang-siuran. Lebih dari itu, thariqah Hizbut Tahrir telah diliputi kekaburan dan ketidakjelasan.
  3. Hizbut Tahrir sebenarnya juga bertumpu kepada orang-orang yang belum sepenuhnya mempunyai kesadaran yang benar dan memiliki pengetahuan Islam yang luas. Tokoh-tokoh Hizbut Tahrir pun banyak dari kalangan teknik, termasuk Amir mereka. Mereka belum memiliki niat yang benar, bahkan hanya orang-orang yang berbekal keinginan dan semangat belaka.
  4. Orang-orang Hizbut Tahrir tidak memiliki ikatan yang benar. Ikatan yang ada hanya struktur organisasi itu sendiri (ukhuwah at-tahririyah), disertai dengan sejumlah deskripsi mengenai tugas-tugas kelompok Hizbut Tahrir dan sejumlah slogan seperti Tidak Ada Islam tanpa Syari’at, Tidak Ada Syari’at tanpa Khilafah, Khilafah adalah Solusi, Saatnya Khilafah Memimpin Dunia, Demokrasi Nidlamul Kufri (Demokrasi Sistem Kufur), Indonesia Negara Kufur, Terapkan Syari’ah dan Khilafah, Kita Butuh Khilafah bukan Demokrasi, dan lain sebagaiya.

Karena itu wajarlah, bila Hizbut Tahrir hanya bergerak dengan bekal kesungguhan dan semangat yang dimiliki oleh orang-orangnya. Berbagai cara yang kadang dilakukan oleh Hizbut Tahrir menunjukkan ketidakmurnian gerakan tersebut dalam memperjuangan Islam.

Hizbut Tahrir juga bertumpu pada figur yang tidak jelas (Amir Hizbut Tahrir) dimana orang-orang Hizbut Tahrir tidak diberikan cukup informasi mengenai pimpinan mereka, kecuali berapa orang dari elit-elitnya. Amir Hizbut Tahrir dikesankan sebagai sosok misterius, yang memang sengaja dilakukan Hizbut Tahrir untuk memancing psikologi masyarakat dengan rasa penasaran mereka. Orang-orang yang sudah memiliki fikrah/ pemikiran jernih tidak akan terjebak pada permainan psikologi Hizbut Tahrir.

Ketahuilah, pada hakikatnya khilafah Hizbut Tahrir maupun bentuk khilafah lainnya seperti khilafah versi ISIS, Boko Haram, maupun Khilafatul Muslimin, dan versi kelompok lainnya, dan seterusnya adalah kelompok pecahan-pecahan di dalam Islam yang mengatasnamakan Khilafah. Jadi, hati-hatilah dengan HTI.

Tulisan berjudul Inilah Alasan Kenapa Hizbut Tahrir Gagal Mengusung Paham Khilafah terakhir diperbaharui pada Saturday 1 November 2014 oleh Pejuang Ahlussunnah di Ngaji Yuk! - Kajian Ceramah Islam Ahlussunnah wal Jamaah.


Post Comment