Inilah Alasan Kenapa Muslim Ahlussunnah Suka Membaca Surat Yasin Saat Tahlil

SHARE & LIKE:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •   
  •   
  •  

Mengapa umat Islam penganut faham Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja) senantiasa mengamalkan baca Qur’an surat Yasin ketika Tahlil? Hal ini perlu diketahui muslim ahlussunnah karena sering dipertanyakan oleh kelompok akhir zaman yang menganut faham baru di luar ahlussunnah wal jama’ah agar tidak ikut tergelincir ke dalam kelompok tersebut.

Dalil amaliah ini bersumber dari beberapa ulama hadis. Pertama, Syaikh al-Shan’ani berkata:

وَأَخْرَجَ أَبُوْ دَاوُدَ مِنْ حَدِيْثِ مَعْقِلِ بْنِ يَسَارٍ عَنْهُ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلّمَ اِقْرَاءُوا عَلَى مَوْتَاكُمْ يس وَهُوَ شَامِلٌ لِلْمَيِّتِ بَلْ هُوَ الْحَقِيْقَةُ فِيْهِ (سبل السلام بشرح بلوغ المرام لمحمد بن إسماعيل الأمير الكحلاني الصنعاني 2 / 119)

“Hadis riwayat Abu Dawud dari Ma’qil bin Yasar: ‘Bacalah Yasin di dekat orang-orang yang meninggal’ ini, mencakup pada orang yang telah meninggal, bahkan hakikatnya adalah untuk orang yang telah meninggal” (Subul al-Salam Syarah Bulugh al-Maram II/119).

Bagi pengikut Syaikh Albani (ulama Salafi Wahabi) tentu akan mengklaim hadis ini dlaif karena dua faktor, yaitu perawi Abu Utsman yang majhul dan matan hadis yang mudhtharib (goncang) sebagaimana penilaian al-Daruquthni, telah dibantah oleh al-Hafidz Ibnu Hajar dalam Talkhis al-Habir [2/244] yang diperkuat oleh amaliah sebagian sahabat.

Kedua, Syaikh al-Syaukani berkata:

وَاللَّفْظُ نَصٌّ فِى اْلأَمْوَاتِ وَتَنَاوُلُهُ لِلْحَىِّ الْمُحْتَضَرِ مَجَازٌ فَلاَ يُصَارُ إِلَيْهِ إِلاَّ لِقَرِيْنَةٍ (نيل الأوطار للشوكاني 4 / 52)

“Lafadz dalam hadis tersebut secara jelas mengarah pada orang yang telah meninggal. Dan lafadz tersebut mencakup pada orang yang akan meninggal hanya secara majaz. Maka tidak bisa diarahkan pada orang yang akan meinggal kecuali bila ada tanda petunjuk” (Nail al-Authar IV/52).

Ketiga, al-Hafidz Jalaluddin al-Suyuthi berkata:

وَقَالَ الْقُرْطُبِي فِي حَدِيْثِ إقْرَؤُوْا عَلَى مَوْتَاكُمْ يس هَذَا يَحْتَمِلُ أَنْ تَكُوْنَ هَذِهِ الْقِرَاءَةُ عِنْدَ الْمَيِّتِ فِي حَالِ مَوْتِهِ وَيَحْتَمِلُ أَنْ تَكُوْنَ عِنْدَ قَبْرِهِ قُلْتُ وَبِاْلأَوَّلِ قَالَ الْجُمْهُوْرُ كَمَا تَقَدَّمَ فِي أَوَّلِ الْكِتَابِ وَبِالثَّانِي قَالَ إبْنُ عَبْدِ الْوَاحِدِ الْمَقْدِسِي فِي الْجُزْءِ الَّذِي تَقَدَّمَتِ اْلإِشَارَةُ إِلَيْهِ وَبِالتَّعْمِيْمِ فِي الْحَالَيْنِ قَالَ الْمُحِبُّ الطَّبَرِيُّ مِنْ مُتَأَخِّرِي أَصْحَابِنَا وِفِي اْلإِحْيَاءِ لِلْغَزَالِي وَالْعَاقِبَةِ لِعَبْدِ الْحَقِّ عَنْ أَحْمَدَ بْنِ حَنْبَلَ قَالَ إِذَا دَخَلْتُمُ الْمَقَابِرَ فَاقْرَؤُوْا بِفَاتِحَةِ الْكِتَابِ وَالْمُعَوِّذَتْيِن وَقُلْ هُوَ اللهُ أَحَدٌ وَاجْعَلُوْا ذَلِكَ ِلأَهْلِ الْمَقَابِرِ فَإِنَّهُ يَصِلُ إِلَيْهِمْ (شرح الصدور بشرح حال الموتى والقبور للحافظ جلال الدين السيوطي 1 / 304)

“al-Qurthubi berkata mengenai hadis: ‘Bacalah Yasin di dekat orang-orang yang meninggal’ bahwa Hadits ini bisa jadi dibacakan di dekat orang yang akan meninggal dan bisa jadi yang dimaksud adalah membacanya di kuburnya. Saya (al-Suyuthi) berkata: Pendapat pertama disampaikan oleh mayoritas ulama. Pendapat kedua oleh Ibnu Abdul Wahid al-Maqdisi dalam salah satu kitabnya dan secara menyeluruh keduanya dikomentari oleh Muhib al-Thabari dari kalangan Syafi’iyah. Disebutkan dalam kitab Ihya al-Ghazali, dalam al-Aqibah Abdulhaq, mengutip dari Ahmad bin Hanbal, beliau berkata: Jika kalian memasuki kuburan, maka bacalah al-Fatihah, al-Muawwidzatain, al-Ikhlas, dan jadikanlah (hadiahkanlah) untuk penghuni makam, maka akan sampai pada mereka” (Syarh al-Shudur I/304).

Keempat, Mufti al-Azhar Syaikh Athiyah Shaqr berkata:

لَكِنْ بَعْضُ الْعُلَمَاءِ قَالَ إِنَّ لَفْظَ الْمَيِّتِ عَامٌ لاَ يَخْتَصُّ بِالْمُحْتَضَرِ فَلاَ مَانِعَ مِنِ اسْتِفَادَتِهِ بِالْقِرَاءَةِ عِنْدَهُ إِذَا انْتَهَتْ حَيَاتُهُ سَوَاءٌ دُفِنَ أَمْ لَمْ يُدْفَنْ رَوَى اْلبَيْهَقِى بِسَنَدٍ حَسَنٍ أَنَّ ابْنَ عُمَرَ اسْتَحَبَّ قِرَاءَةَ أَوَّلِ سُوْرَةِ الْبَقَرَةِ وَخَاتِمَتِهَا عَلَى الْقَبْرِ بَعْدَ الدَّفْنِ فَابْنُ حِبَّانَ الَّذِى قَالَ فِى صَحِيْحِهِ مُعَلِّقًا عَلَى حَدِيْثِ اقْرَءُوْا عَلَى مَوْتَاكُمْ يس أَرَادَ بِهِ مَنْ حَضَرَتْهُ الْمَنِيَّةُ لاَ أَنَّ الْمَيِّتَ يُقْرَأُ عَلَيْهِ رَدَّ عَلَيْهِ الْمُحِبُّ الطَّبَرِىُّ بِأَنَّ ذَلِكَ غَيْرُ مُسَلَّمٍ لَهُ وَإِنْ سُلِّمَ أَنْ يَكُوْنَ التَّلْقِيْنُ حَالَ اْلاِحْتِضَارِ (فتاوى الأزهر 7 / 458)

“Namun sebagian ulama mengatakan bahwa lafadz mayit bersifat umum yang tidak khusus bagi orang yang akan mati saja. Maka tidak ada halangan untuk menggunakannya bagi orang yang telah meninggal, baik sudah dimakamkan atau belum. Al-Baihaqi meriwayatkan dengan sanad yang hasan (al-Sunan al-Kubra No 7319) bahwa Ibnu Umar menganjurkan membaca permulaan dan penutup surat al-Baqarah di kuburannya setelah dimakamkan. Pendapat Ibnu Hibban dalam kitab sahihnya yang memberi catatan pada hadis diatas bahwa yang dimaksud adalah orang yang akan meninggal bukan mayit yang dibacakan dihadapannya, telah dibantah oleh Muhib al-Thabari bahwa hal itu tidak dapat diterima, meskipun talqin kepada orang yang akan meninggal bisa diterima” (Fatawa al-Azhar VII/458).

Dengan demikian, membaca Yasin dan beberapa surat al-Quran yang dihadiahkan untuk ahli kubur bersumber dari ijtihad para ulama yang kompeten dibidangnya yang dilandasi dalil-dalil hadis Rasulullah Saw.

Oleh: Ustadz Muhammad Ma’ruf Khozin, Pejuang Ahlussunnah wal Jama’ah PCNU Surabaya.

Tulisan berjudul Inilah Alasan Kenapa Muslim Ahlussunnah Suka Membaca Surat Yasin Saat Tahlil terakhir diperbaharui pada Thursday 27 November 2014 oleh Pejuang Ahlussunnah di Ngaji Yuk! - Kajian Ceramah Islam Ahlussunnah wal Jamaah.


One thought on “Inilah Alasan Kenapa Muslim Ahlussunnah Suka Membaca Surat Yasin Saat Tahlil

  1. aneh juga masyarakat itu , yang banyak menjelaskan tentang isis yang di tuduh wahabi , anehnya wahabi di tuduh isis … Isis Pun di gelari wahabi ?
    Sikap Seorang Muslim dalam Menghadapi Isu ISIS (Ustadz Firanda Andirja, M.A.)
    http://www.youtube.com/watch?v=_J8JxLJO0r0
    Kajian Umum: Membentengi Umat dari Bahaya ISIS, Syiah, dan Radikalisme
    http://yufid.tv/kajian-umum-membentengi-umat-dari-bahaya-isis-syiah-dan-radikalisme/
    ISIS dan Khilafah Islamiyah dalam Pandangan Islam – Ustadz Dr. Ali Musri, M.A.
    http://yufid.tv/isis-dan-khilafah-islamiyah-dalam-pandangan-islam-ustadz-dr-ali-musri-m-a/

    Tanya Jawab Tentang ISIS dan Khilafah Islamiyah (Daulah Islam Irak dan Syam)
    https://www.youtube.com/watch?v=AZ8KMwxX15I

    BAGAIMANA PENJELASAN YANG DITUDUH ?
    https://www.facebook.com/groups/wahabi/permalink/695278537229353/

    NKRI TETAP DAMAI,…dan Bahaya teroris.. https://www.facebook.com/groups/wahabi/permalink/634057380018136/

    Reply

Post Comment