Tuduhan Warga Amerika Serikat Allan Nairn Kepada KH As’ad Said Ali adalah Fitnah

SHARE & LIKE:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •   
  •   
  •  

Wakil Ketua Umum PBNU KH As’ad Said Ali (ASA) diberitakan tempo.co bermasalah sehingga tidak layak menjadi Kepala BIN. Kesimpulan tersebut diperoleh dari Allan Nairn, warga AS yang mengaku sebagai jurnalis investigasi. (3/11/2014).

Dalam status Facebook-nya yang diunggah pada Rabu, 5 November 2014 (19:54 WIB) Muhammad AS Hikam sangat meragukan pengakuan Allan Nairn tersebut. “Terus terang, saya tak percaya sama sekali dengan ocehan Allan Nairn (AN) yg diberitakan tempo.co ini,” tulis Hikam.

Wartawan AS tersebut, lanjut Hikam, mengatakan bahwa mantan Wakil Kepala BIN yang juga Waketum PBNU, ASA mengakui dirinya “bertanggungjawab atas kematian Munir” dalam sebuah wawancara. AN pernah juga menggunakan klaim yang mirip ketika dia menulis tentang Prabowo Subianto (PS), yakni hasil wawancara “off the record” yang dia buka kepada publik.

“Wartawan ini, dengan mengatasnamakan jurnalisme investigasi, hemat saya mencoba mempengaruhi publik Indonesia dengan informasi yang sulit untuk dibuktikan atau diverifikasi validitasnya. Hasilnya, bisa jadi hanya fitnah atau minimum sebuah sensasi politik murahan belaka,” tegas Menteri Riset dan Teknologi era Presiden KH Abdurrahman Wahid ini.

Hikam menganggap ocehan AN tentang statemen As’ad sebagai tidak nalar dan sangat lemah. Tidak mungkin menurut nalar yang waras, seoramg pejabat intelijen buka mulut semaunya kepada wartawan asing yang reputasinya dikenal kurang bagus di negeri ini. “Sebodoh-bodoh agen intelijen, jika ia buka mulut tentu melihat dulu siapa yang diajak bicara dan apa gunanya. ASA jelas bukanlah seorang pejabat intelijen kemarin sore, dan jelas bukan orang bodoh,” tulis Hikam.

Menurut pria bernama lengkap Muhammad Athoillah Shohibul Hikam ini, fakta bahwa ASA menjadi orang sipil pertama yang mencapai karir wakil kepala BIN tentu cukup menjadi bukti kecakapan dan keahliannya.

Dengan geram, Hikam menulis di akun Facebook-nya: “Apakah AN sudah demikian hebat dan penting sehingga bisa membuat seorang ASA bicara dan bahkan mengaku terlibat dalam kasus pembunuhan Munir kepada dia? Yang lebih penting lagi mana bukti yang diberikan AN kpd wartawan tempo.co dan apakah sudah divalidasi akurasinya serta ditanyakan kpd ASA sebelum memuat ocehan tersebut.”

Agar publik tak terjebak dalam teori konspirasi atau dianggap anti orang asing atau anti wartawan dan media, Hikam berpendapat agar AN mesti diusut omongannya secara tuntas. Demikian pula tempo.co harus diminta menjadi saksi dalam pengusutan tersebut.

“Sebab AA bukan saja mantan pejabat intelijen negara, tetapi juga tokoh NU, sebuah ormas Islam terbesar di negeri ini yang punya reputasi baik dan terhormat dlm urusan membela HAM,” tulis Hikam beralasan.

Bagi Hikam, reputasi ASA dan NU dipertaruhkan jika ASA dituding sebagai orang yang bertanggung jawab dalam pembunuhan tokoh HAM Munir yang juga dihormati oleh Almaghfurlah Gus Dur. “Munir merupakan salah seorang teman seperjuangan Gus Dur ketika beliau berdua masih hidup,” tambah Hikam. (Musthofa Asrori/Mahbib/NU Online)

Tulisan berjudul Tuduhan Warga Amerika Serikat Allan Nairn Kepada KH As’ad Said Ali adalah Fitnah terakhir diperbaharui pada Sunday 9 November 2014 oleh Pejuang Ahlussunnah di Ngaji Yuk! - Kajian Ceramah Islam Ahlussunnah wal Jamaah.


Post Comment