Jihad Kontekstual Dalam Aswaja NU Center

SHARE & LIKE:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •   
  •   
  •  

Jumat yang lalu (28/11/2014) di TV9 ada sebuah acara yang sangat menarik yang dibingkai dalam talk show “Sudut Pandang” tentang pemaknaan Jihad di masa kini dengan Gus Hakim Jaily sebagai hostnya. Hal ini untuk memperingati Resolusi Jihad yang dicetuskan para kiai NU dan menjadi sebab terjadinya perang 10 November. Saya turut hadir di acara itu bersama rombongan PCNU Surabaya. Dihadiri pula oleh beberapa kiai dari PBNU, PWNU Jatim, sejarawan, politikus NU, akademisi dan sebagainya.

Entah kenapa Gus Hakim di sesi akhir menanyakan tentang Jihad masa kini kepada saya. Akhirnya pun saya menjawab dengan keputusan Bahtsul Masail PBNU di PP al-Hikam Malang, 2006, diantaranya dengan mencantumkan tujuan hakiki dari Jihad, sebagaimana banyak disampaikan oleh ulama Syafiiyah diantaranya Syaikh Khatib al-Syirbini:

وَوُجُوبُ الْجِهَادِ وُجُوبُ الْوَسَائِلِ لَا الْمَقَاصِدِ ، إذَا الْمَقْصُودُ بِالْقِتَالِ إنَّمَا هُوَ الْهِدَايَةُ وَمَا سِوَاهَا مِنْ الشَّهَادَةِ ، وَأَمَّا قَتْلُ الْكُفَّارِ فَلَيْسَ بِمَقْصُودٍ حَتَّى لَوْ أَمْكَنَ الْهِدَايَةِ بِإِقَامَةِ الدَّلِيلِ بِغَيْرِ جِهَادٍ كَانَ أَوْلَى مِنْ الْجِهَادِ (مغني المحتاج إلى معرفة ألفاظ المنهاج – ج 17 / ص 226)

“Kewajiban Jihad adalah sebagai sarana, bukan tujuan. Sebab tujuan perang adalah hidayah dan lainnya adalah mencari status syahid. Membunuh orang kafir bukanlah tujuan. Hingga jika memungkinkan datangnya hidayah dengan dialog (argumentasi) tanpa perang, maka dialog ini lebih utama dari pada perang” (Mughni al-Muhtaj 17/226).

Hal ini berdasarkan sebuah hadis sahih, saat Rasulullah Saw membekali keberangkatan Sayidina Ali dan pasukannya:

ادْعُهُمْ إِلَى الإِسْلاَمِ وَأَخْبِرْهُمْ بِمَا يَجِبُ عَلَيْهِمْ فَوَاللَّهِ لأَنْ يُهْدَى بِكَ رَجُلٌ وَاحِدٌ خَيْرٌ لَكَ مِنْ حُمْرِ النَّعَمِ (رواه البخارى)

“Ajaklah mereka menuju Islam. Kabarkan kepada mereka tentang kewajiban mereka. Demi Allah, jika satu orang dapat hidayah karena kamu, maka itu lebih baik bagimu daripada harta hewan ternak” (HR al-Bukhari).

Demikian halnya dalam hadis sahih yang lain, Rasulullah bersabda:

جَاهِدُوْا الْمُشْرِكِيْنَ بِأَمْوَالِكُمْ وَأَنْفُسِكُمْ وَأَلْسِنَتِكُمْ (رواه أحمد وأبو داود والنسائى وابن حبان والحاكم والبيهقى عن أنس)

“Perangilah orang-orang musyrik dengan harta kalian, dengan raga kalian dan dengan mulut kalian [dialog]” (HR Ahmad, Abu Dawud, al-Nasai, Ibnu Hibban, al-Hakim dan al-Baihaqi dari Anas bin Malik).

Dengan demikian, Jihad yang telah dilakukan oleh Aswaja NU Center dengan iqamatul hujjah, meluruskan aqidah ahlisunnah yang diselewengkan ,menjawab tuduhan-tuduhan yang tidak benar tentang Islam, liberalisasi dalam Islam yang harus dibantah dan sebagainya, adalah Jihad yang kontekstual dan sesuai tujuan jihad, yakni berharap datangnya hidayah dari Allah subhanahu wa ta’ala.

Oleh: Ustadz Muhammad Ma’ruf Khozin, PCNU Surabaya.

Tulisan berjudul Jihad Kontekstual Dalam Aswaja NU Center terakhir diperbaharui pada Monday 1 December 2014 oleh Pejuang Ahlussunnah di Ngaji Yuk! - Kajian Ceramah Islam Ahlussunnah wal Jamaah.


One thought on “Jihad Kontekstual Dalam Aswaja NU Center

Post Comment