Rasulullah Sangat Nasionalis

SHARE & LIKE:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •   
  •   
  •  

Apabila Ulama, TNI dan Polri bersatu, rakyat sulit untuk dipecah-belah. Persatuan kita sangat penting, untuk mengisi kemerdekaan dan membangun negara tercinta ini. Membangun negeri ini tidak semudah membalik telapak tangan. Perlu waktu, perlu kesabaran dan keuletan. Saat Nabiyullah Muhammad Saw diangkat menjadi rasul, perintah mendirikan shalat ada, setelah 10 tahun. Artinya semua hal membutuhkan proses.

Rasulullah Saw sangat nasionalis dan selalu menanamkan rasa nasionalisme kepada para sahabatnya. Rasulullah Saw sangat mencintai Bumi Arab. Beliau sering menyatakan diri; “Saya adalah Bangsa Arab.” Nah, untuk itu, kita Bangsa Indonesia, harus bangga dan lantang menyatakan; “Saya Orang Indonesia.” Apapun suku kita, baik Jawa, Sunda, Arab, India, China atau manapun, jika kita terlahir di negeri ini, teriakkan dengan lantang; “Saya Orang Indonesia!”

Dalam era global ini, silaturahim antaranak bangsa sangat dianjurkan, karena mampu lebih mengakrabkan dan membersatukan. Ulama, TNI dan Polri adalah orangtua kita semua. Dan sebagai orangtua, harus memberi suritauladan. Jika tidak, maka akan mengurangi kewibawaan ulama, TNI dan Polri sendiri.

Saat ini, Indonesia dengan mudah diobok-obok. Wibawa kita sebagai bangsa besar dipertaruhkan. Meski demikian, sekali lagi, selagi ulama, TNI dan Polri bersatu, kewibawaan Indonesia akan kembali lagi. Tidak perlu diperdebatkan, apa lagi kita membahas hal-hal lain.

Tugas setiap warga negara adalah mengisi kemerdekaan ini untuk hidup yang lebih baik. Namun hingga kini, banyak dari anak bangsa masih mempeributkan hal-hal sepele. Kita harus berubah. Ketika negara lain sudah maju, kita masih memperdebatkan Tahlil, Maulidan, penentuan tanggal satu Ramadhan, Syawal dan lain sebagainya. Bagaimana kita bisa maju? Negara luar, ada yang mempunyai nuklir, membuat pesawat tempur, bom, kapal perang, pesawat reguler dan lain sebagainya. Apa yang telah dilakukan negeri ini?

Kedua, di bidang kedokteran, alat-alat bedah dan lain sebagainya, negara luar yang memproduksi. Apa negara kita tidak mampu mendirikan universitas tingkat internasional yang mampu mengangkat dunia Islam Lihat juga pertanian kita yang amburadul. Padahal kita mempunyai tanah yang sangar luas dan subur.

Banyak hal di negeri ini yang bisa dimanfaatkan untuk menegaskan kebesaran NKRI. Negeri ini mempunyai posisi yang sangat strategis. Kita mempunyai jangkauan ke seluruh penjuru dunia. Andai letak itu kita manfaatkan dengan baik dan benar, sisi lain, kita kuat, kita akan menjadi negara yang besar, berwibawa dan makmur. Negara tetangga pun akan berfikir panjang untuk macam-macam terhadap kita.

Tirulah air laut. Air laut mempunyai jati diri dan nasionalisme yang luar biasa. Meski selalu mendapatkan air tawar dari daratan dan hutan, meski mendapatkan bermacam-macam limbah, namun air laut tetap berasa asin. Apa pun yang mengotori laut, tidak mampu menghilangkan rasa asin air laut. Meski demikian, penghuni laut, tidak pernah mengintervensi ikan air tawar. Mereka mampu memposisikan diri dengan sangat luar biasa.

(Resume ceramah Rais Amm Jam’iyyah Ahlith Thariqah al-Mu’tabarah an-Nahdliyah (JATMAN), Habib Luthfi bin Yahya, dalam acara Silaturahim Mursyid Thariqah se-Indonesia bersama TNI-Polri, di Pekalongan, Sabtu 24 Januari 2015, dengan tema “Kebersamaan TNI, Polri dan Ulama, Untuk Memperkuat Nilai-Nilai Sejarah UUD ’45 dan Pancasila dalam Membentengi NKRI dari Pengaruh Kelompok Radikal dan ISIS, Serta Upaya Menuju Negara Poros Maritim”. Selain dihadiri ribuan mursyid dari 43 aliran thariqah yang tergabung dalam Jatman seluruh Indonesia, acara silaturahim ini juga dihadiri beberapa ulama dari Syiria, Yaman, Turki dan lain sebagainya. Tulisan ini diolah dari nujateng.com dan diambil dari FB Sya’roni As-Samfuriy).

Tulisan berjudul Rasulullah Sangat Nasionalis terakhir diperbaharui pada Friday 27 February 2015 oleh Pejuang Ahlussunnah di Ngaji Yuk! - Kajian Ceramah Islam Ahlussunnah wal Jamaah.


Post Comment