Tahlilan, Menurut Wahabi Berasal dari Kitab Hindu, Menurut Umat Islam Tidak

SHARE & LIKE:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •   
  •   
  •  
Tahlilan, Menurut Wahabi Berasal dari Kitab Hindu, Menurut Umat Islam Tidak
Tahlilan, Menurut Wahabi Berasal dari Kitab Hindu, Menurut Umat Islam Tidak

Kebencian yang ada didalam hati dan dada segelintir umat Islam terhadap amaliyah umat Islam seperti Tahlilan mengantarkan mereka pada perbuatan yang sangat buruk dan keji. Diantaranya menuduh Tahlilan sebagai ajaran Hindu sebagaimana disebarkan disosial media dan situs milik orang-orang Wahhabi.

Biasanya orang-orang Wahabi -umumnya orang-orang yang tidak membidangi ilmu-ilmu keislaman- dengan pemikiran sempitnya menuduh Tahlilan sebagai ajaran Hindu dengan membawa ‘dalil’ dari salah satu kitab Hindu. Misalnya terkait waktu Tahlilan yang biasa dilakukan masyarakat. Wahabi mengutip:

“Termashurlah selamatan yang diadakan pada hari pertama, ketujuh, empat puluh, seratus dan seribu” (Kitab Manawa Dharma Sastra Weda Smerti hal. 99, 192, 193).

Membantah wahhabi yang membawakan isi kitab Hindu untuk menyerang amaliyah umat Islam sebenarnya sama saja dengan mengajari mereka tentang agama Islam dari paling dasar. Butuh waktu mengajari ilmu pada mereka, belum lagi tingkat kemampuan mencerna mereka yang berbeda-beda sehingga ada yang paham dan ada yang tidak, bahkan sulit paham.

1. Bila semisal ada kesamaan antara unsur amaliyah umat Islam dengan apa yang berlaku pada umat Hindu, maka bukan berarti umat Islam mengikuti ajaran Hindu.

Bila ada umat Islam yang berpuasa, bukan berarti umat Islam puasa meniru umat lain. Bila umat Islam berdo’a, bukan berarti umat Islam berdo’a dalam rangka mengikuti agama lain. Bila khutbah Jum’at pakai bahasa Indonesia, bukan berarti umat Islam meniru khutbah yang dilakukan umat lain (pendeta, biksu, dll). Demikian pula Umat Islam yang mengamalkan menggelar Tahlilan TIDAK dalam rangka mengikuti ajaran Hindu.

2. Umat Islam melakukan amaliyahnya dengan berdasarkan pada sumber-sumber hukum Islam. Sumber hukum Islam adalah Al-Qur’an, Al-Hadits, Ijma’ dan Qiyas. Tidak menjadikan kitab Hindu sebagai sumber hukum amaliyah mereka. Sedangkan penuduh yang menjadikan kitab Hindu sebagai dalil mereka untuk menyerang umat Islam sama saja mereka telah menambah-nambah sumber hukum dalam Islam.

3. Selamatan (dalam kitab Hindu tersebut) tidak sama dengan Tahlilan atau Selamatan Kematian yang dilakukan oleh umat Islam. Perbedaan ini sangat jelas. Umat Islam bertauhid sedangkan Hindu tidak. Selamatan (yang ada dalam ajaran Hindu) juga kita tidak pernah tahu. Karena kita tidak tahu ajaran Hindu maka kita ber-amaliyah bukan meniru Hindu.

Sedangkan Tahlilan bagi umat Islam hakikatnya adalah do’a dan ihdatust tsawab (menghadiahkan pahala). Kita berkumpul dalam rangka berdzikir kepada Allah kemudian dihadiahkan kepada orang yang meninggal. Kita berdo’a dan memohon kepada Allah karena kita umat Islam, sehingga bila ada yang menuduh Tahlilan sebagai ajaran Hindu berarti mereka telah menuduh umat Islam berdo’a kepada selain Allah.

Ihdauts Tsawab (menghadiahkan pahala) bukan meniru ajaran diluar Islam (Hindu, Buddha, dll) tetapi Ihdaus Tsawab adalah murni ajaran Islam yang terang bederang. Pembahasan mengenai Ihdauts Tsawab banyak didalam kitab ulama Islam. Orang yang tidak mengetahui mengenai Ihdauts Tsawab sudah bisa dipastikan orang yang tidak pernah menyentuh kitab-kitab ulama, dan kemungkinan besar memang orang yang bodoh tulen, tidak bisa disangkal lagi, harus diakui.

4. Adakah dalam ajaran Hindu membaca bacaan Tahlilan?. Orang yang menuduh Tahlilan berasal dari Hindu itu karena mereka mendefinisikan Tahlilan hanya dengan istilah 7, 40, 100 hari dan lainnya. Sedangkan Tahlilan bagi umat Islam itu hakikatnya adalah Ihdauts Tsawab (menghadiahkan pahala) untuk orang yang meninggal dunia.

5. Oleh karena itu, dalam Tahlilan umat Islam melakukan dzikir (seperti kalimat thayyibah La Ilaha Ilallah, dll), baca al-Qur’an, baca do’a kepada Allah, baca shalawat kepada Nabi, bershadaqah dan sebagainya lalu menghadihkan kepada orang yang meninggal sambil berdo’a “Ya Allah sampaikan pahala bacaan ini kepada Fulan”. Ulama sepakat sampai kepada yang meninggal dunia. Apakah ini ada dalam ajaran Hindu?. Gunakanlah akal sehat bila tidak sakit, tetapi bila sakit, semoga cepat sembuh… !

6. Terkait dengan penentuan hari, umat Islam mendasarkannya pada kaidah-kaidah hukum Islam, bukan ajaran Hindu. Pihak penuduh kerap kali ngotot dengan tuduhannya meskipun sudah dijelaskan berulang-ulang. Mengapa ngotot? karena kebencian yang ada dalam di hati mereka.

Menentukan Hari Menurut Ulama

Perlu kembali di ingat, Tahlilan hakikatnya adalah ihdauts tsawab/ menghadiahkan pahala. Ihsauts Tsawab bisa dilakukan kapan saja, sendirian atau bersama-sama, dimana saja (rumah, masjid, mushalla, kosan, dan sebagainya). Contoh: Umat Islam yang selesai shalat sendirian, lalu kirim Fatihah, dzikir dan berdo’a untuk keluarganya yang meninggal atau umat Islam lainnya, itu juga bisa termasuk Tahlilan.

Lalu bagaimana kalau menentukan hari (waktu)?. Kaidah hukum menentukan hari ini diperbolehkan didalam Islam, sebagaimana dijelaskan oleh Imam Ibnu Hajar al-Asqalani (Ahli Hadits/ Amirul Mukminin fil Hadits). Apa dasar bolehnya menentukan hari (waktu) untuk beramal kebajikan? Yaitu hadits Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma:

عَنْ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا قَالَ كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَأْتِي مَسْجِدَ قُبَاءٍ كُلَّ سَبْتٍ مَاشِيًا وَرَاكِبًا وَكَانَ عَبْدُ اللهِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ يَفْعَلُهُ. رواه البخاري

“Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma berkata: “Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam selalu mendatangi Masjid Quba’ setap hari sabtu, dengan berjalan kaki dan berkendaraan.” Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhu juga selalu melakukannya. (HR. al-Bukhari, [1193]).

Hadits di atas menjadi dalil bolehnya menetapkan waktu-waktu tertentu secara rutin untuk melakukan ibadah dan kebaikan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menetapkan hari Sabtu sebagai hari kunjungan beliau ke Masjid Quba’. Beliau tidak menjelaskan bahwa penetapan tersebut, karena hari Sabtu memiliki keutamaan tertentu dibandingkan dengan hari-hari yang lain. Berarti menetapkan waktu tertentu untuk kebaikan, hukumnya boleh berdasarkan hadits tersebut. Karena itu al-Hafizh Ibnu Hajar al-Asqalani rahimahullah berkata:

وفي هذا الحديث على اختلاف طرقه دلالة على جواز تخصيص بعض الأيام ببعض الأعمال الصالحه والمداومه على ذلك وفيه أن النهي عن شد الرحال لغير المساجد الثلاثه ليس على التحريم

“Hadits ini, dengan jalur-jalurnya yang berbeda, mengandung dalil bolehnya menentukan sebagian hari, dengan sebagian amal saleh dan melakukannya secara rutin. Hadits ini juga mengandung dalil, bahwa larangan berziarah ke selain Masjid yang tiga, bukan larangan yang diharamkan.” (Al-Hafizh Ibnu Hajar, Fath al-Bari, juz 3 hlm 69).

Ibnu Hajar al-Asqalani terkait hadits al-Bukhari (1149), Muslim (6274) tentang sahabat Bilal bin Rabah juga memberikan penjelasan sebagai berikut:

ويستفاد منه جواز الاجتهاد في توقيت العبادة لأن بلالا توصل إلى ما ذكرنا بالاستنباط فصوبه النبي صلى الله عليه و سلم

“Dari hadits tersebut dapat diambil faedah, bolehnya berijtihad dalam menetapkan waktu ibadah. Karena sahabat Bilal mencapai derajat yang telah disebutkan berdasarkan istinbath (ijtihad), lalu Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam membenarkannya.” (Al-Hafizh Ibnu Hajar, Fath al-Bari, juz 3 hlm 34).

Itulah yang umat Islam jadikan dasar menentukan hari untuk ber-amal kebajikan seperti Tahlilan, kajian Islam, dan sebagainya, bukan kitab agama lain. Umat Islam tidak menjadikan kitab agama lain sebagai dasar amaliyah mereka. Mengapa umat Islam tahu tentang bolehnya menentukan hari untuk beramal kebajikan? Karena mereka belajar Islam dari ulama yang tepat. (Muslimedianews)

Tulisan berjudul Tahlilan, Menurut Wahabi Berasal dari Kitab Hindu, Menurut Umat Islam Tidak terakhir diperbaharui pada Wednesday 21 September 2016 oleh Pejuang Ahlussunnah di Ngaji Yuk! - Kajian Ceramah Islam Ahlussunnah wal Jamaah.


63 thoughts on “Tahlilan, Menurut Wahabi Berasal dari Kitab Hindu, Menurut Umat Islam Tidak

  1. Lha, kebiasaan di kita kan, MALU kalo gak tahlilan, untuk menutup rasa malu, keluarga mayyit bela-belain pinjem sana pinjem sini untuk modal menyediakan makanan, kok aspek yang ini tidak Anda bahas, malah Anda menggeneralisir bahwa yang mengundang tahlilan sudah tentu mampu? piye toh?

    Reply
    1. Lakukan saja yang ada rasa benar,,,,ga usah menyalahkan orang lain,,,belum tentu juga ibadah anda diterima..apalagi disertai dengan sikap takabbur,,,,nauudzu billahi min dsalik…/mngkin kebiasaan anda malu kalau ngga ngelakuin,,,jadi sebaiknya jangan dilakuin…/

      Reply
  2. saya cuma mau bisa menahan senyum saat paragraf (dibawah) yg seolah lugu dan tidak berdosa ini dituliskan. Apa perlu disajikan data yg banyak mengenai orang yg dikucilkan akibat tdk menyelenggarakan tahlilan? rupanya barangkali anda tidak hidup dikampung, tapi selalu dikasur.

    :
    “Pada kegiatan Tahlilan orang tidak akan datang ke rumah ahlu mushibah dengan kehendaknya sendiri, melainkan atas kehendak tuan rumah. Jika tuan rumah merasa berat tentu saja tidak perlu mengadakan Tahlilan dan tidak perlu mengundang. Namun, siapa yang lebih mengerti dan paham tentang “memberatkan” atau “beban” terhadap keluarga mayyit sehingga menjadi alasan untuk melarang kegiatan tersebut, apakah orang lain atau keluarga mayyit itu sendiri ?”

    Reply
  3. Sepengetahuan saya bidah adalah suatu perbuatan manusia yang di anggap ibadah oleh pelakunya,
    Namun nabi dan sahabat beliau tidak melakukanya,
    Sedangkan memungut uang di pasar itu jelas perbuatan yg di larang,
    Apa lagi permainan kerasukan

    Reply
  4. Terus terang saya suka ikut tahlinan dan suka gak ikut juga tahlinan, gimana sempatnya waktu saja. dan itupun kalo saya diundang untuk ikut…Menurut saya Sejauh ini tahlilan yg dilakukan di dekat2 rumah saya gak ada yg buruk, malah baik bisa berkumpul dan mengenal sesama tetangga dan bisa saling memaafkan sesama. terus isi acarannya cuma baca dzikir, yasin dan berdoa, sholawat yg dibaca sholawat yg biasa dipakai dalam tahiyat akhir sholat. Soal makanan pribumi juga gak sediakan makanan apapun cuma air minum cup dan gorengan bala-bala + cengek….

    Reply
  5. Tentu semua orang setuju kalau nabi muhammad saw adalah manusia terbaik ibadah dan budi pekertinya,
    Nabi muhammad juga penyempurna ajaran nabi-nabi sebelumnya,

    Tetapi sekarang banyak orang2 yang di anggap kyai
    Menambah dan mengurangi ajaran2 yang telah di ajarkan nabi muhammad saw,

    Yang secara tidak langsung telah menganggap bahwa ajaran nabi muhammad saw kurang sempurna,
    Sehingga masih butuh tambahan di sana sini,

    Sungguh kurang ajar sekali,

    Atau bahkan secara tidak langsung menuduh nabi tidak mengajarkan kebaikan kepada umatnya dengan tuntas,,,

    Reply
  6. Setau saya inti dari tahlil adalah memohonkan ampun bagi yg meninggal..!!!
    A. Lah,,kan gk bakal bermamfaat lagi karna terputus semua amal..ada hadisnya?
    B. Benar..tapi kan doanya anak…coba pikir, kan kasian yg meninggal gk punya anak..
    A,, lah trus begimana??
    B. Rujukanya ada di surah muhammad, klo gk salah bunyinya ” waghfir lizambika walilmukminina wakmukminat” artinya : dan mohon ampunlah untuk dosamu dan untuk mukmin laki dan perempuan… Jadi itu inti adanya tahlil..
    A. Trus hukumnya jadi apa??
    B. Nanya ama yg tau.. Kata orang sih perintah yg di alquran itu wajib…
    A.berarti tahlil wajib donk…
    B. Males mikir ah… # sambil ketawa.. Hahahaha

    Reply
  7. terimakasih atas penjabarannya, sungguh menyejukkan fokus pada mengedukasi diri sendiri tanpa perlu menjelek-jelekkan amalan dan pemahaman orang lain.benar sungguh menyakitkan saat dibilang ahli bid’ah sementara pengetahuan saya masih terlalu dangkal untuk sekedar berdiskusi apalagi berdebat. terimakasih

    Reply
  8. Yg nolak dalilnya ini, yg setuju dalilnya ini. Pusing. Pake dalil sendiri aja. Ikut perbuatan nabi aja deh, dah PASTI aman. Kalo nabi kerjain, saya mau kerjain, yg nabi ga kerjain, ga akan saya kerjain. Aman kan????

    Reply
  9. begini,kalau anda mau menafsirkan ayat yang surah muhammad itu jgn dr antum sendiri,,,cari referensi ulama yg mumpuni spt Ibn Katsir,ibn hajar,bila perlu dr sahabah spt ibnu abbas ra,,,bukankah di al qur’an disebutkan “tanyalah tentang permasalahan agama kepada ahli dzikir(yakni ulama)”,dan di hadits juga Nabi SAW bersabda”serahkan urusan agama pd ahlinya”…..??
    bukankah seorang muslim wajib mencari kebenaran(al Haq)??

    Reply
  10. Gunakan logika normal. Dalilnya kan jelas menyediakan makanan dari keluarga mayit termasuk niyahah. Niyahah itu HARAM. Lha, kenapa jadi halal? inikan logika tidak normal. Jika mau sedekah, ya, jangan saat yang diharamkan. Contoh lain Puasa, Itu adalah amal soleh. tapi puasa pada hari tasyriq ya, HARAM! Intinya jangan mencampuradukkan yang Haq dan yang Haram

    Reply
  11. Ini penggalan artikel diatas
    “Apa yang aku perintahkan kepadamu, maka lakukanlah semampumu, dan apa yang aku larang padamu maka jauhilah “ (HR. Bukhari & Muslim).

    Nabi tidak mengatakan, “Apa yang aku tinggalkan atau apa yang aku tidak lakukan, maka jauhilah“, ini jelas menunjukkan bahwasanya semata-mata tidak dilakukan oleh Nabi bukan berfaedah menjadi hukum pelarangan atau pengharaman.
    Dari penggalan artikel diatas muncul pertanyaa saya
    1. Apa kurang jelas isi dari hadist HR. bukhori muslim tersbut?
    2. inti dari hadits perintah dan larangan selain itu berarti tengah2 atau dengan kata lain syubhat, apa perkara syubhat itu baik?
    3. Apa Rosullluah Muhammad SAW sebagai manusia pilhan yg dijadikan oleh ALLOH suri tauladan yg baik, masih kurang baik dalam menjalankan syariat, muammalah dan yg lainnya, sehingga harus di tambah2in?
    4. Apa ngga melihat contoh dari umat2 terdahulu, yg sering mengabaiakan perintah para nabi dan lebih sering melakukan hal yg menurut mereka baik,sehingga terjerumus kembali kepada kesesatan?
    5. kalo merasa masih kurang, LALU umat siapakah Kita ini?
    Mohon maaf jika ada kata2 saya ada yg salah dikaenakan keterbatasan Ilmu, mohon bimbingannya

    Reply
  12. Terus penentuan hari ke 3, 7, 100 dstnya itu ngikutin siapa ya klo bkn mengikuti kebiasaan umat Hindu ? Yg nulis cerita aja gak berani memastikan kecuali menampilkan hadits2 yg bersifat umum lalu ditafsirkan sendiri. Sedangkan penafsiran hadits ulama yg menuliskan hadits tsb tidak berani ditampilkan. Karena penafsirannya memang bukan seperti yg ditulis.
    Ini sih hanya pembodohan. Panjang lebar ditulis tp gak ada yg membahas yg jadi materi bahasan yaitu penentuan hari ke 3, 7, 100…dst.

    Reply
  13. Ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam datang ke Madinah, para penduduk Madinah sedang menyerbukkan bunga kurma agar dapat berbuah yang hal itu biasa mereka sebut dengan ‘mengawinkan’, maka beliaupun bertanya:apa yang sedang kalian kerjakan? Mereka menjawab: Dari dulu kami selalu melakukan hal ini. Beliau berkata: ‘Seandainya kalian tidak melakukannya, niscaya hal itu lebih baik.’ Maka merekapun meninggalkannya, dan ternyata kurma-kurma itu malah rontok dan berguguran. Ia berkata: lalu hal itu diadukan kepada beliau dan beliaupun berkata: ‘Sesungguhnya aku hanyalah manusia biasa, oleh karenanya apabila aku memerintahkan sesuatu dari urusan dien (agama) kalian, maka ambillah (laksanakanlah) dan jika aku memerintahkan sesuatu kepada kalian berdasar pendapatku semata, maka ketahuilah bahwa sungguh aku hanyalah manusia biasa. -Ikrimah berkata: kurang lebih seperti itu.- Al Ma’qiri berkata: maka iapun berguguran, -dan dia tidak meragukan hal itu.-
    (Shahih Muslim 2362-140)

    Reply
  14. Sebenarnya orang muslim setiap menunaikan sholat selalu mendoakan orang lain dan itu hukumnya wajib. Coba simak bacaan tahiyyat dan tahiyyat adalah termasuk rukun sholat. Jadi kalo ada orang yg mengaku muslim yg berpendapat berdoa untuk orang lain tidak akan sampai sungguh telah mengingkari kebiasaan yg dia lakukan setiap hari, bukankah setiap hari kita mengucapkan salam?
    Semoga Allah merohmati dan memberikan hidayahNya selalu, aamiin

    Reply
  15. Adakah Rasul ngadain Tahlilan ketika Hasan & Hussein wafat ??? Apakah Rasul ngadain Tahlilan ktika istri & putrinya wafat ??? Apkh para Sahabat, para Khalifah & 4 Imam Mazhab melakukan Tahlilan ??? Kl ada,dlm Hadist apa & siapa perawinya ( Shahih/Dhoif/Ma’udhu(palsu) )??? INGAT !!!! Sbgai Muslim tolak ukut kita dlm beribadah yg utama itu Al-Qur’an & Sunnah Nabi ( kl Nabi tdk mencontohkan brrti tdk ush dilakukan )…

    Reply
  16. Adakah Rasul ngadain Tahlilan ketika Hasan & Hussein wafat ??? Apakah Rasul ngadain Tahlilan ktika istri & putrinya wafat ??? Apkh para Sahabat, para Khalifah & 4 Imam Mazhab melakukan Tahlilan ktika Rasul wafat ??? Kl ada,dlm Hadist apa & siapa perawinya ( Shahih/Dhoif/Ma’udhu(palsu) )??? INGAT !!!! Sbgai Muslim tolak ukut kita dlm beribadah yg utama itu Al-Qur’an & Sunnah Nabi ( kl Nabi tdk mencontohkan brrti tdk ush dilakukan )

    Reply
  17. Iya, tidak ada satu pun sahabat dan para imam 4 mahdzab yang melaksanakannya. Di tulisan di atas telah disampaikan bahwa boleh menentukan hari untuk melakukan kebaikan. Berarti kan gak harus dilakukan di 7,40,100,1000 hari…
    Mengapa angka-angka tersebut menjadi sangat sakral. Apa memang modifikasi kebiasaan masyarakat Jawa sebelum Islam datang??

    Reply
  18. Klo bljr agama pd yg ahlinya ga cukup cuma baca buku atau internet,akhirnya pd asal bunyi atau yg penting enak dikuping aja. Telusuri Tahlil dr mana dan kenapa ada di kita dan umumnya mazhab As Syafi’i di Asia Tenggara. Klo bukan krn mereka kayanya kita bukan jadi orang islam seperti sekarang. Jangan jd kacang lupa kulit.

    Reply
  19. Mari perbaiki ahlak masing* tanpa harus menyudutkan apa yg menjadi keyakinan orang lain …..mari sama * minta kepada ALLAH agar kita dijauhkan dari segala penyakit hati…karena akan percuma disaat kita ahli ilmu tp hati kita sombong……jazakumullah

    Reply
  20. Imam Syafi’i pun yg mazhabnya diikuti oleh mayoritas umat Islam di Asia Tenggara bahkan dunia tidak pernah mengajari atau memberi contoh tahlilan pd hari-hari ke 7, 40, 100 dst. Trus yg bikin2 upacara tahlilan pd hari2 yg jelas mencontoh ajaran hindu itu mau apa? Kalian memang bahlul unlimited. Tahlil jelas dari Islam (anak sy yg msh PAUD jg tahu itu), tp penentuan pelaksanaan tahlilan pd hari2 tsb jelas dari ajaran agama lain, masih ga terima dibilang syirik?

    Reply
  21. Para anti tahlil q tanya klo tahlil diadakan dluar hari yg dsebutkan apakah ttp ga boleh? Bacaan tahlil ajaran nabi semua,…tahlilan bukan nambah2in ajaran Islam,tp mengistiqomHkan pada hari yg qt tntukN,masalah hari terserah qta,,,,,,klo mlarang mmbaca tahlil/zikir dihari2 tertntu justru itu bid’ah….Islam menganjurkan zikir kpanpun dmnpun,kcuali dkmar mandi,itupun dlm ht ttp boleh

    Reply
  22. Wkwkwkwk jadi lucu….dikit2 bi ah….kalo gitu jang sholat pake sarung…jgn baca alquran yg dibukukan jang sholat tarawih berjamaah….semua itu nggak dilakukan rosululloh dan nggak ada hadistnya ….nasib jadi orang jawa….ritual doa aja nggak boleh, intinya kirim doa tahlillan itu, kirim doa dari seorang anak yg sholeh kepada keluarganya yg meninggal, caranya ya model begitu..

    Reply
  23. Wong sudah terang benerang dasar dalilnya koq ya masih ngeyel terus to. Kalau nggak mau jalani ndak pa pa juga nggak dosa. Manfaat tahlilan kematian itu sangat banyak. Yg tdk mau ngadakan tahlilan ya monggo ndak pa pa. Warisannya mbhmu pek en kabeh. Ha ha

    Reply
  24. hahahaha. yang suka tahlilan benar-benar tidak mampu menyajikan dalil-dalil yang syar’i bersumber dari alquran dan assunnah, ini penulisnya baru mencoba tapi sangat dangkal bahkan tidak mengarah pada substansinya. terkesan dipaksakan tanpa ilmu. berdalil tapi tidak mengarah.
    apa sebab? karna memang tahlilan yang dimaksud pada hari-hari itu tidak sama sekali disyariatkan, karna betapa tidak mendasarnya ritual itu. tapi anehnya, yang suka tahlilan ini sudah buta mata dan hatinya sehingga tidak bisa menyimak dan menerima kebenaran yang hakiki. masih saja ritual itu dibela terus mati-matian walaupun salah.
    dibilang bid’ah, telinganya panas, di bilang hati-hati dengan amalan yang tidak diajarkan rasul, hatinya meradang, marah. aneh kan? yang sudah kalo sudah disampaikan dan tidak mau menerima, yah lakukan apa saja sesukamu, tapi jangan marah jika ada orang yang mendakwahi kebenaran.

    Reply
    1. Karepmu le le… dikekkono dalil yo gak bakalan grlem…
      Kalo orang mau mikir… dalil dari artikel d atas dah sangat jelas dan gamblang… tapi lo orang gak mau mikir… yah.. terserah anda…

      Reply
    2. Apa menurut anda ahli bid’ah seperti yang anda definisikan itu bisa meninggal khusnul khotimah? Kalo anda bilang bisa.. terus apa bedanya ahli bid’ah dengan yang bukan? Kalo anda bilang tidak bisa… kenapa banyak pengamal tahlilan meninggal dengan tanda2 khusnul khotimah… anda pengen tau?setahu saya Ayahnya habib syech meninggal pada hari jumat sewaktu menjadi imam sholat jumat dan ketika sujud… coba renungkan itu…

      Reply
  25. Jangan berdebat sampai mencaci maki, dan menghina, Anda mengatakan kebenaran dengan menghina sungguh juga bukan ajaran Rasulullah SAW. Rasulullah mengajarkan kelembutan, tirulah itu.

    Tahlilan dalam tema pembicaraan disini bid’ah karena ada pengkhususan hari pada 3,40,100,100. Itu memang benar karena terdapat dalam kitab Hindu.

    Tapi jangan langsung menyalahkan, karena membaca tahlil dan membaca ayat -ayat Allah SWT juga diperintahkan dalam islam. Solusinya ada sebenarnya, jika kita menghilangkan bagian yang menjadi sumber kesalahannya maka ia tidak lagi menjadi salah. Karena pengkhususan hari ke 3,40,100,1000 nyata ajaran Hindu, maka kita tinggal menggantinya dengan hari lain yang bukan merupakan ajaran hindu., dan (jangan lupa) tidak mengkhususkan hari tersebut karena dalam Islam juga tidak ada penjelasan akan hari yang kita ganti tersebut.

    Dan jangan anggap menyediakan makanan dijadikan alasan niyahah, karena menyediakan bukan kewajiban, dan keharusan. Dia menjadi haram jika tuan rumah mengatakan itu wajib disediakan makanan ( karena mewajibkan apa yang tidak pernah diwajibkan dalam Islam) dan akhirnya memberatkan tuan rumah itu sendiri. Dan juga salah jika datang tahlilan atas paksaan, karena jika Anda tidak bisa datang tidak apa, (sekali lagi) tidak ada kewajiban. Yang ada adalah kita wajib mendatangi serta menghibur keluarga yang meninggal . cara menghibur boleh dengan banyak cara, antara lain dengan menyuruh banyak bersabar, atau menemani keluarga yang ditinggal, ataupun dengan berdakwah pada keluarga yang ditinggalkan, maupun dengan mengadakan tahlilan.

    Maka jangan mencaci dan menghina, Islam itu indah, semua muslim itu bersaudara. 🙂

    Wallohu a’lam bissawab

    Reply
  26. jika difikir pake logika antara waktu2 untuk tahlilan dg yg ada di weda ada benernya jg nda. karna indonesia kan agama induknya dari hindu. jadi tradisi2 keagamaanya masih kebawa dari hindu. kan sbagian umat islam juga ada tuh yg ngakunya ahlus sunnah tapi kadang tiap malam jumat nyalain dupa, mau hajatan bikin sesajenan, 1 suro larung sesajen. jangan munak kalian pasti pernah liat hal demikian dmna2. nah itu gimana hukumnya mnurut kalian aswaja???? adakah dalillnya???? knapa dikatakan islam nusantara, krna ya itu sbagian besar penganutnya masih mngamalkan tradisi2 jawa yg notabene masih bawaan agama hindu yg disematkan dalam ajaran islam… gak percaya??? liat tuh orang yg bikin sesajen dll mreka kan ttp berdoa dg bahasa arab, dan tahlil…

    Reply
    1. selamatan 3,7.40,100,1000, adalah bid’ah, ajaran hindu. biar ndak ajaran hindu dirubah jadi harilain misal ke 4,9,56,113,1025, ? itu namanya membuat bid’ah baru lagi, bid’ah yang dibid’ahi lagi makin rusak.
      cukupkan dirimu dengan yang sudah diajarkan rasulullah, berdo’a ada tuntunannya. ada waktu-waktu ijabahnya sesuai ajaran rasulullah.
      jangan memproduksi ibadah sendiri, atau mengadopsi ibadah agama lain. bersyukurlah dengan kesempurnaan islam

      Reply
  27. saya dulu pernah bikin postingan di fb tentang tahlilan bid’ah.. krna saya hnya bljar agama dari internt dan situs situs wahabi.. jdi kebawa bawa tukang membid’hkan amalan orang lain..

    stlah saya sadar. dan melihat berita bahwa ada ahli tahlil.maulidan.yasinan yaitu seorang kiyai meninggal 26thun jasad nya masi utuh dan bau harum…

    kini aku sadar ternyata Allah memuliyakan nya..

    dan sampe skrang saya blm membuktikan ustad ustad yg anti tahlil meninggal yg jasad nya masi utuh dan hrum sprti kiyai trsbt dalm waktu bertahun tahun..

    Reply
  28. saudaraku yg muslim semuanya jngn saling mencaci kita bersaudara hargai keyakinan mereka kalau tahlilan ada manfaat bagi yg di doakan silahkan saja…bagi yg ngak yakin tolong jngn membidahkan. kita jaga persatuan demi kejayaan umat islam kita kalah dlm segala hal dr umat non islam ….malu ribut terus masalah kilafiyah dr dulu sampai sekarang ngak selesai-selesai …damai yuk demi islam yg kita cintai…

    Reply
  29. Assalamu Alaikum Wa Rahmatullahi Wa Barokatuhu.
    Salam Damai dan Sejahtera Bagi Akhi-Ukhti Sekalian, Semoga Ma’unah Rohmat dan Barokat Allah Subhaanahu Wa Ta’ala Tetap Tercurahkan Ke Hati Kita Semua.
    Saya tidak ingin saling mengkritik apalagi saling menghina menghujat mencela mencaci dan mencemooh sesama muslim-mu’min, karena anak kecil usia 5 tahunpun tahu bahwa hal seperti itu tidak baik keluar dr lisan kita.
    Saya hanya ingin mengungkapkan beberapa catatan yg mengandung pertanyaan entah itu penting atau tidak buat antum Wallahu A’lamu, namun juga perlu direnungi !
    1. Menurut antum siapakah di akhirat nanti yg akan dibela dan diakui Rasulullah sebagai Ummatnya yg baik?
    a. Ahli Bid’ah yg suka merayakan maulid nabi, ramai2 dzikir berzanjian diba’an burdahan dalailan dll bentuk shalawatan atas Nabi, tahlilan atas ahli qubur, tawassulan tabarrukan atas para wali dan ulama, taqlid terhadap salah satu 4 madzhab fiqih, membaca manaqib dan toriqah shufiyyah, namun mereka selalu menjaga lisan dan hatinya dari menvonis Syirik, Kafir, Ahli Neraka, Halal Darah dan Hartanya.
    b. Ahli Ilmu Qur’an dan Hadits tidak mengamalkan amalan2 diatas, namun sangat mudah hatinya kerasukan bisikan iblis sehingga lisannya tak bisa terjaga utk mengucapkan dan menvonis orang lain syirik kafir masuk neraka halal darah dan hartanya.
    2. Seperti apakah metode dakwah Rasulullah di permulaan Islam
    a. Pendekatan sambil memberikan pencerahan tentang agama Islam
    b. Berperang Langsung dengan berteriak “Jihad…! Bunuh Orang2 Kafir”
    3. Tugas utama Rasulullah dlm mendakwahkan Islam itu untuk apa?
    a. Meng-Islamkan orang yg telah bertahun2 Kafir
    b. Meng-Kafirkan orang yg telah Islam
    4. Apa yg dikedepankan Rasulullah dalam berdakwah?
    a. Ilmu dan Akhlaqnya
    b. Ego dan Nafsunya
    5. Siapa sebenarnya pahlawan dan tokoh dalam sejarah Islam Indonesia yg pertama kali memperkenalkan Islam, Allah dan Rasulnya dengan kata lain yg telah berjasa bagi Indonesia mengenal “Laa Ilaaha Illa Allah Muhammadun Rasulullah”
    a. Wali Songo yang dipimpin Syekh Maulana Malik Ibrahim (Sunan Gresik) dan Raden Rahmat (Sunan Ampel)
    b. Wahabi yg dipimpin oleh Syekh Muhammad Bin Abdul Wahhab
    Mohon direnungi ya Akhi-Ukhti Semuanya dan jangan lupa dijawab dan ditanggapi dengan serius.
    By: Al-Faqiiroh Ila Rahmatillah Wa I’anatihi,
    Yenny ‘Ayni el-Mahfuzhah el-Junaydi.

    Reply
  30. Tahlil Boleh Tahlilan Gak Mau
    Baca Yasin Boleh Yasinan Gak Boleh
    Wirit Boleh Wiritan Gak Boleh
    Selawat Boleh Selawatan Gak Boleh
    Kathok Boleh Kathoan Gak Mau..

    Reply
  31. Ass..wr wb. Dari tanah kita akan kmbali jadi tanah, knp 26thn di kubur ko msh utuh.?? Krna alam blm mau menerima jazadnya,,nabi saja jazadnya jadi tanah tuh, pdhl beliu suri tauladan yg baik bagi umat manusia..wassalam.wr.wb.

    Reply
  32. maaf sy orang awwam cuma mau tanya, inii mempersoalkan bid’ah ya?? sy mau tanya, adakah hadist nabii yang menyatakan bahwa para sahabat harus mengumpulkan mushaf2 Qur’an sehingga terkumpul sampai menjadi Qur’an seperti saat ini. dan penyusunan2 Qur’an dari surat alfatihah sampai annas itu apakah memang dari nabi? setahu saya Quran dikumpulkan saat jaman kekhalifahan setelah nabi, lantas apakah Quran itu juga bidah, jika tidak sesuai kehendak nabi dalam penyusunan, tentu tidak bukan, bukankah Quran petunjuk hidup kita?? mohon maaf mohon petunjuk.

    Reply
  33. Klo msih ada yg berkata bhwa bid’ah adlh prkara yg tdk dilakukan rosul maka saya pastikan org ini tdk paham agama.
    Contoh: rosul khutbah pke bhs arab knp kita pake bhs indonesia? Psti akan trjawab dg sendirinya bhwa semua perintah sunah tdk Saklek boleh berinovasi. Contoh perintah dzikir tdk ada ketentuan hrs sendiri2/bareng2. Bebas terserah kita yg pntg perbanyak dzikir. Begitu jg tahlilan, yasinan, barzanji, maulid nabi, dsb. Klo selamatan 3,7,40 hari diributkan ya ganti dg 4,8,50 hari jg boleh. Klo kberatan ya jgn ngadakn selamatan Gitu aja kok repot….. Asal jgn kebencian kita jd dasar membid’ahkan yg lain apalagi klo gk paham ttg bid’ah. Lbh baik ngaji dulu kepesantren baru bikin statement

    Reply
    1. Bid’ah biasanya muncul karena beramal dulu sebelum berilmu(berdalil). seharusnya ketemu dalil dulu baru beramal ibadah. kalau orang belajar al-qur’an dan hadist yang shahih dulu baru melakukan ibadah mestinya tidak akan ketemu ibadah yang berakhiran “an”. spt tahlilan,diba’an,manakiban,yasinan,shalawatan dll. timbulnya ibadah berakhiran “an” biasanya sudah terlanjur diamalkan sejak dulu baru dicarikan dalilnya, lalu dicocok-cocokkan. itulah bid’ah. Kata nabi segala sesuatu yang baru(tidak diajarkan nabi sebelumnya) adalahbid’ah,bid’ah itu sesat, sesat itu dineraka.
      Contoh beramal sebelum berilmu(berdalil : Tahlilan selamatan mayat, krn sudah terlanjur biasa dilakukan sejak dulu oleh para wali tetap dilakukan hanya do’anya diganti islami, lalu dicarikan ayat ayat yang nyrempet-nyrempet dikit untuk memperkuat. pada intinya tetap selamatan mayat. yang tak diajarkan Rasulullah.
      Coba saja belajarnya diulang lagi Al qur’an dan sunnah rasul dengan mengabaikan amal-amal yang sudah pernah dilakukan,insyaallah tidak akan ketemu ibadah dengan akhiran “an”

      Reply
    2. Sebelum disatukan jadi satu mushaf, alquran ditulis terpisah pisah, dan dihafal banyak sahabat. diurutkan sesuai petunjuk nabi. karena banyak sahabat yang gugur dalam berjihad maka dikumulkan dalam satu mushaf agar anda dapat mempelajari. bersyukurlah khalifah ustman bin affan melakukannya sehingga anda masih menemui al-quran sehingga anda bisa berislam dengannya.
      Coba bayangkan kalau ndak dibukukan. alquran akan diturunkan dari mulut kemulut, akan berkurang karena kelemahan otak penghafalnya atau bertambah karena kedengkian iblis. seperti kitab-kitab terdahulu.
      Bersyukurlah anda bisa ketemu rahmat Allah berupa al qur’an seperti yang sekarang ini. jangan justru membid’ahkan.

      Perhatikan dengan sunguh-sungguh qaidah belajar fiqh yang paling utama : SEMUA IBADAH ADALAH HARAM KECUALI YANG DIAJARKAN DAN DICONTOHKAN RASULULLAH, SEMUA URUSAN DUNIA ADALAH HALAL KECUALI YANG DIHARAMKAN ALLAH DAN RASULNYA.

      Reply
  34. Horeee udah pada pintar yg koment di blog ini..jadinya pada keblinger…hehe..tahli..maulid…yasin.memang gada jaman nabi..klo dibilang bidah ya emang bner bidah..trus dosa gitu ya…haram gitu ya…hebat sekali yg koment itu dosa ini dosa…mantaaap..hehe…tahlil dosaaaa…maulid dosaaaaa yasinan dosaaaaa…dalilnya bidah dholalah finnar….muantaaaaaaap…kaya tau dosa aja bntuknya gimana…woiiii mahluk…udah mendahulukan Allah itu namanya…mantaaaap bngt ente pade hehe…klo ngaji jgn pade stengah2…jgn pake terjemahaan…jgn motong hadist..jgn ngaji di internet..jgn ngaji online jadinya bgini nih..muka ente aje bidah…gada jaman rosul muka kaya ente…hehe…ente ngaku paling bner..pake onta klo pergi..jgn pake motor jGn pake mobil…dijaman nabi kaga ada tuh…buatan yahudi tuh mobil n motor..masih ente naikin buat kendaraan..bahkan ente beli…KAGA ada bloger or internet jaman nabi…ente bahkan udah bidah koment di blog ini…THINK…MERASA KONYOL…

    Reply
    1. Bid’ah terkait dengan ibadah yang bersifat RITUAL, spt shalat,puasa,berdoa dll. berkaitan dengan listrik, internet,pesawat untk naik haji,mobil, motor adalah hal yang berbeda. Untuk masalah ini berlaku qaidah utama fiqh yaitu : Semua ibadah haram kecuali yang diajarkan dan dicontohkan Rasulullah,sedang semua urusan dunia adalah halal kecuali yang diharamkan. Coba renungkan qaidah fiqh utama ini,pelajari dengan hati yang jernih. mana ibadah yang diajarkan rasul dan mana urusan dunia yang diharamkan. insyaallah anda akan jadi muslim yang baik.
      anda mau jadi muslim yang baik? silahkan belajar lagi.

      Reply
  35. Tak ada dalam islam disebut ibadah pakai akhiran “an”. spt :Tahlil-an,shalawat-an,manakib-an,diba’-an. akhiran “an” menunjukkan tidak sungguh-sungguh, tiruan, spt: iwak-iwakan, pisang-pisangan. babi-babian dsb.

    Reply
    1. Bid’ah biasanya muncul karena beramal dulu sebelum berilmu(berdalil). seharusnya ketemu dalil dulu baru beramal ibadah. kalau orang belajar al-qur’an dan hadist yang shahih dulu baru melakukan ibadah mestinya tidak akan ketemu ibadah yang berakhiran “an”. spt tahlilan,diba’an,manakiban,yasinan,shalawatan dll. timbulnya ibadah berakhiran “an” biasanya sudah terlanjur diamalkan sejak dulu baru dicarikan dalilnya, lalu dicocok-cocokkan. itulah bid’ah. Kata nabi segala sesuatu yang baru(tidak diajarkan nabi sebelumnya) adalahbid’ah,bid’ah itu sesat, sesat itu dineraka.
      Contoh beramal sebelum berilmu(berdalil : Tahlilan selamatan mayat, krn sudah terlanjur biasa dilakukan sejak dulu oleh para wali tetap dilakukan hanya do’anya diganti islami, lalu dicarikan ayat ayat yang nyrempet-nyrempet dikit untuk memperkuat. pada intinya tetap selamatan mayat. yang tak diajarkan Rasulullah.
      Coba saja belajarnya diulang lagi Al qur’an dan sunnah rasul dengan mengabaikan amal-amal yang sudah pernah dilakukan,insyaallah tidak akan ketemu ibadah dengan akhiran “an”

      Reply

Post Comment