Astaghfirulloh, Buku PAI dan Budi Pekerti untuk SMA Kurikulum 2013 Ajarkan Radikalisme

SHARE & LIKE:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •   
  •   
  •  

Innalillahi wa inna ilaihi roji’un, musibah tsunami besar telah menerjang sistem pendidikan nasional. Buku Pendidikan Agama Islam (PAI) untuk anak-anak sekolah yang semestinya menjadi garda terdepan dalam membentengi aqidah ummat khususnya generasi muda justru malah merusak dan menghancurkan umat itu sendiri. Bagaimana tidak merusak dan menghancurkan, buku agama tersebut telah memuat ajaran menyimpang di luar ahlussunnah wal jama’ah dan merobohkan sendi-sendi agama Islam di Indonesia.

Sebuah buku yang berjudul Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SMA/ MA/ SMK/ MAK Kelas XI, Kurikulum 2013, Cetakan 2014 ditemukan mengajarkan faham radikalisme dan terorisme yang sangat berbahaya. Salah satunya mengajarkan untuk membunuh orang yang tidak sefaham dengan ajaran yang diusungnya. Na’udzubillah. Apa jadinya generasi muda kita nantinya kalau buku pendidikan sekolah mengajarkan hal-hal yang radikal tersebut?

Berikut sedikit kutipannya:

Muhammad bin Abdul Wahhab berpendapat: yang boleh dan harus disembah hanyalah Allah Swt, dan orang yang menyembah selain Allah Swt, telah menjadi musyrik dan boleh dibunuh

Entah ada unsur kesengajaan atau tidak, yang jelas buku terbitan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tersebut telah disusupi faham ajaran wahabi Muhammad bin Abdul Wahhab. Ajaran wahabi merupakan salah satu firqoh khawarij di luar ahlussunnah wal jama’ah sama seperti firqah syiah rafidhah. Keduanya, baik wahabi dan syiah harus dihindari dan ditolak oleh muslim ahlusunnah wal jama’ah.

Mari kita simak, pada halaman 170 buku Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SMA/ MA/ SMK/ MAK Kelas XI tertulis adanya ajaran tauhid versi wahabi Muhammad bin Abdul Wahhab. Disebutkan ada 8 poin ajaran tauhid versi Muhammad bin Abdul Wahhab, yang pada intinya mengajarkan bahwa:

  • orang yang menyembah selain Allah atau orang musyrik adalah halal untuk dibunuh,
  • mayoritas umat Islam (ahlussunnah wal jama’ah) menurut wahabi adalah musyrik karena tidak mengikuti ajaran tauhid buatan Muhammad bin Abdul Wahhab. Sementara yang tidak syirik hanya golongan yang sefaham dengan tauhid buatan wahabi,
  • amaliah ahlussunnah wal jama’ah seperti tawasul yang dilakukan mayoritas umat Islam dikatakan sebagai perbuatan syirik oleh wahabi,
  • bahkan golongan wahabi menduduh kafir kepada umat Islam yang menakwilkan al-Qur’an,
  • dan lain sebagainya.

Ajaran Muhammad bin Abdul Wahhab

Astaghfirulloh, lihatlah betapa berbahaya dan rusaknya ajaran-ajaran hasil pemikiran Muhammad bin Abdul Wahhab (penggagas ajaran wahabi). Mayoritas umat Islam seantero jagat dunia yang sudah ribuan tahun hidup damai bernaung dibawah faham ahlussunnah wal jama’ah dituduh musyrik, kafir, dan bahkan halal untuk dibunuh. Tidak heran, berbagai tindakan terorisme mengatasnamakan Islam banyak bermunculan.

Masih dihalaman yang sama, halaman 170, wahabi mengatakan untuk tidak taklid kepada para ulama tetapi faktanya para pengikut wahabi justru sangat taklid buta kepada ulama wahabi sendiri. Pengikut wahabi hanya mau tunduk dan patuh kepada ulama mereka dan tidak mau menerima ulama di luar mereka kecuali bagian-bagian tertentu yang sekiranya sefaham dengan pendapat ulama mereka sendiri. Semua ini hanyalah trik tipuan halus wahabi yang mana mereka ingin mengatakan, “tinggalkan ulama kalian dan ikutilah ulama kami (wahabi)”.

Kemudian kita buka berlanjut ke halaman 168 dari buku Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SMA/ MA/ SMK/ MAK Kelas XI. Halaman ini menjelaskan tentang Islam Masa Modern (1800-sekaran) yang dikatakan bahwa periode tersebut adalah periode era kebangkitan umat Islam. Menurut buku itu juga, era kebangkitan Islam masa itu ditandai dengan lahirnya sosok Ibnu Taimiyah dan Ibnu Qoyyim al Jauziyah, yang diagung-agungkan oleh pengikut wahabi sebagai tokoh utama pembaharuan Islam. Kedua tokoh besar wahabi tersebut dilabeli sebagai generasi Salaf yang katanya ingin mengembalikan pemahaman umat Islam.

Ajaran Ibnu Taimiyah dan Ibnu Qayyim al Jauziyah

Tentunya penjelasan yang tertera pada halaman 168 di atas patut dipertanyakan. Faktanya Ibnu Taimiyah dipandang mayoritas ulama ahlussunnah wal jama’ah sebagai tokoh yang menyimpang yang tidak mengikuti para salaf. Baik Ibnu Taimiyah maupun Ibnu Qayyim al Jauziyah sendiri juga bukan termasuk generasi salaf seperti yang diklaim pada buku tersebut, sebab kedua tokoh pemikiran wahabi tersebut masa hidupnya jauh sekali dari masa tiga generasi terbaik ummat ini, yakni masa para sahabat nabi, tabi’in, dan tabi’ut tabi’in. Justru para ulama dari Imam Madzhab Arba’ah yakni Imam Hanafi, Imam Malik, Imam Syafi’i, dan Imam Hanbali yang merupakan ulama representasi generasi salaf. Dengan mengikuti Imam Madzhab itulah yang sebenar-benarnya mengikuti generasi salaf, bukan mengikuti Ibnu Taimiyah yang anti madzhab. Dari Ibnu Taimiyah ini kemudian muncul madzhab baru di luar madzhab yang empat (Hanafi, Maliki, Syafi’i, dan Hanbali) yang merupakan cikal bakal terbentuknya madzhab wahabi yang dibuat oleh Muhammad bin Abdul Wahhab. Meskipun, masih ada sebagian kecil pengikut wahabi yang mengaku mengikuti Imam Madzhab yang empat seperti Imam Hanbali. Di akhir hayatnya, Ibnu Taimiyah disebutkan telah bertaubat dari ajaran-ajarannya yang menyimpang yang dulu pernah dianutnya. Sayangnya ajaran-ajaran Ibnu Taimiyah yang menyimpang dihidupkan kembali oleh Muhammad bin Abdul Wahhab yang saat ini banyak diikuti oleh para pengikut wahabi.

Pada halaman selanjutnya buku PAI tepatnya halaman 169 dijelaskan profil-profil singkat beberapa tokoh wahabi yang diklaim sebagai pembaharu Islam di era modern. Salah satunya adalah Muhammad bin Abdul Wahab yang membuat ajaran baru (madzhab) wahabi. Ada hal yang cukup menggelitik yang tercantum pada halaman tersebut. Terdapat sebuah gambar tokoh wahabi yang mana dikatakan gambar tersebut sebagai sosok Muhammad bin Abdul Wahab. Padahal itu salah, yang ditampilkan pada gambar tersebut adalah orang lain yang juga tokoh wahabi yang bernama Bin Bazz. Dan yang lebih menggelitik lagi dikatakan gambar yang salah tersebut bersumber dari Kemdikbud. Sejak kapan kementerian pendidikan dan kebudayaan mengoleksi gambar-gambar tokoh wahabi? (Simak juga: Biografi Lengkap asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab (Dari Lahir – Wafat).

Tokoh Wahabi

Sebenarnya masih banyak lagi materi-materi fahaman wahabi yang disusupkan ke dalam buku Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas XI, Kurikulum 2013, Cetakan 2014 itu. Pemerintah dalam hal ini Kementerian Pendidikan Nasional semestinya segera menarik buku tersebut dari peredaran dan tidak boleh diedarkan lagi di sekolah-sekolah serta harus dimusnahkan agar tidak disalahgunakan untuk merusak aqidah ahlussunnah wal jama’ah. Sebagai umat Islam juga mesti pro aktif untuk mencegah masuknya fahaman wahabi yang berusaha merongrong secara perlahan terhadap aqidah Islam ahlussunnah wal jama’ah. Kita mesti waspada dan berhati-hati terhadap buku-buku bacaan Islami yang kini banyak beredar. Pastikan buku Islam tersebut bebas dari fahaman wahabi dan syiah. Jika ragu, tanyakan kepada para habaib dan kiai di lingkungan terdekat tentang buku bacaan Islam tersebut, bukan bertanya kepada Mbah Google.

Saat ini kita masih menunggu tanggapan positif dari Pemerintah guna menghentikan buku PAI yang tersusupi faham wahabi, sebagaimana pernah terjadi pada kasus Buku SKI Kelas VII MTs Kurikulum 2013 yang telah ditarik dari peredaran. Pemerintah mesti bertindak cepat agar tidak kecolongan faham-faham radikalisme. Mari kita jaga aqidah kita, keluarga dan saudara karib kerabat kita, serta lingkungan kita dari faham wahabi dan syiah.

Tulisan berjudul Astaghfirulloh, Buku PAI dan Budi Pekerti untuk SMA Kurikulum 2013 Ajarkan Radikalisme terakhir diperbaharui pada Friday 20 March 2015 oleh Pejuang Ahlussunnah di Ngaji Yuk! - Kajian Ceramah Islam Ahlussunnah wal Jamaah.


2 thoughts on “Astaghfirulloh, Buku PAI dan Budi Pekerti untuk SMA Kurikulum 2013 Ajarkan Radikalisme

  1. Kenapa orang-orang NU smpe kecolongan gitu? Harusnya kendalikan semua peredaran buku-buku yg menyangkut mata pelajaran di sekolah. Di mana peran anda dlm hal ini??

    Reply

Post Comment