Buku Islam: Dear Felix Siauw – Sekedar Koreksi, Biar Enggak Sesat Persepsi

SHARE & LIKE:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •   
  •   
  •  

Kini telah terbit sebuah buku Islami terbaru yang berjudul “Dear Felix Siauw – Sekedar Koreksi, Biar Enggak Sesat Persepsi“.

Sesuai dengan namanya, buku yang ditulis oleh Wakil Sekjend PBNU, Sulthan Fatoni ini mengandung pembahasan dan koreksi terhadap “fatwa-fatwa” atau pandangan-pandangan keagamaan yang dinilai cukup nyeleneh yang dilontarkan oleh salah satu Ustadz Gaul yang bernama Felix Siauw.

Bak seorang mujtahid, Ustadz Gaul Felix Siauw memang acapkali mengeluarkan “fatwa-fatwa” kontroversial yang menggelitik umat Islam. Muallaf yang bergelar Ustadz ini tidak ragu-ragu berfatwa layaknya mufti agung meski sebenarnya tingkat keilmuannya masih jauh dari apa yang disebut sebagai ulama. Tidak sedikit, para pengikutnya umat Facebookiyah wal Twitteriyah “mengamini” fatwa-fatwa yang diobral oleh Ustadz yang tergabung dalam kelompok Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) ini.

Berikut adalah diantara “fatwa-fatwal” kontroversial yang pernah dilontarkan oleh Ustadz Gaul Felix Siauw:

  1. Fatwa Felix Siauw tentang Copyrights (Hak Cipta): “Halal hukumnya memanfaatkan barang-barang bajakan seperti CD, DVD, buku ataupun media lainnya, karena hak cipta hanyalah milik Allah (All rights reserved only by Allah), dan semua ilmu berasal dari-Nya dan Allah telah mewajibkan kita mencari dan menuntut ilmu”.
  2. Fatwa Felix Siauw tentang Penentuan Awal Dzulhijjah: “Mengenai penetapan Ied ‘Adha ini berbeda dengan Penentuan Awal Ramadhan yang memang penetapannya berbeda-beda tergantung madzhab yang digunakan. Dalil Penentuan Awal Dzulhijjah ini berbeda karena kewenangan menentukannya khusus diberikan pada penguasa Makkah yang mengurusi Haji”.
  3. Fatwa Felix Siauw tentang Nasionalisme: “Membela nasionalisme, nggak ada dalilnya, nggak ada panduannya | membela Islam, jelas pahalanya, jelas contoh tauladannya”.
  4. Fatwa Felix Siauw tentang Foto Selfie: “Selfie itu kebanyakan berujung pada sifat takabur, atau roya, sedikitnya ujub. Buat cewek apalagi cowok, lebih baik hindari yang namanya foto selfie, nggak ada manfaatnya malah banyak mudaratnya”. Pada kesempatan lain, Felix Siauw “menyamakan” wanita yang berselfie sudah tidak suci: “Tidak tahu malu wanita yang memposting selfie mereka, dan dengan begitu, apakah mereka suci?”. Fatwa twit lainnya: “Jika kita mengambil sebuah selfie, menyaring dan memilih pose terbaik kita, dan kemudian kita terpesona dan terkesan oleh diri kita sendiri. Itu sangat mengkhawatirkan, akan menimbulkan gila hormat yang disebut PRIDE”.
  5. Dan masih banyak lagi.

Untuk itulah, kehadiran buku Islam “Dear Felix Siauw – Sekedar Koreksi, Biar Enggak Sesat Persepsi” ini menjadi angin segar bagi umat Islam yang ingin mengetahui Islam yang sesungguhnya sehingga tidak mudah terpengaruh oleh arus informasi tentang Islam yang banyak berseliweran di dunia maya.

Dr. KH. Marsudi Syuhud, Sekjend PBNU yang juga Pengasuh Pondok Pesantren Darul Uchuwah Kedoya Jakarta Barat sangat mendukung dan mengapresiasi atas penerbitan buku karya Sulthan Fatoni ini, dan berkata:

”Buku ini berisi tentang keislaman dalam konteks keindonesiaan. Positif untuk dibaca agar masyarakat tahu bahwa di bumi NUsantara sudah sejak lama terjadi proses pengintegrasian antara fikih dengan kondisi sosial masyarakat, dan berlanjut dalam hukum Islam dengan hukum nasional melalui sarana kebudayaan. Inilah babak lanjutan dialog intensif yang sebelumnya terjadi antara Islam dan kebudayaan Turki, Persia, India, Tiongkok, dan lainnya”.

Dengan gaya renyah, M. Sulthan Fatoni mengoreksi pendapat kontroversial “Ustadz Gaul” Felix Siauw yang begitu mudah menjatuhkan hukum. Ustadz Gaul yang selalu berwawasan global dengan khilafahnya ini disuguhi dengan fakta fikih yang mengindonesia. Beberapa isu yang sempat jadi perdebatan publik ditanggapi dengan paparan yang enggak kalah gaul.

Penasaran kan? Ayo miliki segera bukunya, dapatkan di toko-toko buku terdekat di wilayah anda.

Tulisan berjudul Buku Islam: Dear Felix Siauw – Sekedar Koreksi, Biar Enggak Sesat Persepsi terakhir diperbaharui pada Sunday 1 March 2015 oleh Pejuang Ahlussunnah di Ngaji Yuk! - Kajian Ceramah Islam Ahlussunnah wal Jamaah.


Post Comment