Fatwa Wahabi: Siapa yang Bertentangan Dengan Muhammad bin Abdul Wahab Berarti Mengikuti Jalan Ahli Neraka

SHARE & LIKE:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •   
  •   
  •  

Fatwa Ulama Wahabi Arab Saudi: Siapa saja yang tidak mengikuti Muhammad bin Abdul Wahab dan keturunannya berarti berada dalam jalan golongan ahli neraka. Berikut fatwanya:

جامع الدرر السنية 14- (375-376) : ” يقول العلماء: حسن بن حسين، وسعد بن عتيق، وسليمان بن سحمان، وصالح بن عبد العزيز، وعبد الرحمن بن عبد اللطيف، وعمر بن عبد اللطيف، وعبد الله بن حسن، ومحمد بن إبراهيم بن عبد اللطيف، وكل آل الشيخ في خطابهم:
لا ينبغي لأحد من الناس العدول عن طريقة آل الشيخ، رحمة الله عليهم، ومخالفة ما استمروا عليه في أصول الدين، فإنه الصراط المستقيم، الذي من حاد عنه فقد سلك طريق أصحاب الجحيم. وكذلك في مسائل الأحكام والفتوى لا ينبغي العدول عما استقاموا عليه واستمرت عليه الفتوى منهم، فمن خالف في شيء من ذلك واتخذ سبيلا يخالف ما كان معلوماً عندهم ومفتىً به عندهم ومستقرة به الفتوى بينهم فهو أهل للإنكار عليه والرد لقوله

Seseorang tidak boleh berbeda dari metode Al Sheikh (ahli ilmu keturunan Muhammad Abdul Wahab atau ulama’ wahabi) dan bertentangan dengan apa yang mereka tetap berpegang padanya dalam usul agama. Karena seungguhnya itu (pegangan Al Sheikh dan metode mereka) adalah jalan yang lurus yang mana siapa saja yang yang cenderung (berbeda) darinya (pegangan dan metode Al Sheikh) berarti telah melalui jalan ahli neraka. Begitu juga dalam masalah hukum-hukum dan fatwa, maka tidak boleh berbeda dengan apa yang ditetapkan dan dipegang oleh mereka dalam fatwa tersebut. Maka siapa saja yang bertentangan dengan fatwanya (fatwa-fatwa Al Sheikh/ ulama keturunan Muhammad bin Abdul Wahab/ ulama wahabi) dan mengambil sikap untuk bertentangan dengan apa yang diketahui di sisi mereka (ulama Al Sheikh) atau apa yang difatwakan di sisi mereka dan apa yang telah diputuskan tentang sesuatu fatwa di sisi mereka (ulama ‘ Al Sheikh ) berarti dia layak untuk diingkari dan ditolak perkataannya.

ونحن نعلم : أن المسائل العلمية ، والأحكام التي يُحكم بها الناس ، والفتاوى التي يُفتَون بها لا تخلو من الخلاف ، وهذا أمر يعرفه من له أدنى معرفة ، لكن الاختلاف بين الناس خصوصًا في جهة نجد لابد أن يكون سبب شر وفساد وفتنة . وسد باب الشر والفتن والفساد أمر مطلوب في الشريعة ؛ بل هو أعظم مقاصدها ، كما لا يخفى ) . ( الدرر السنية : 14 / 375 – 376 ) .

Kita mengetahui: bahawasanya dalam masalah ilmiah dan hukum-hukum yang dihukum (ijtihad) oleh manusia (ulama’) dan fatwa yang para ulama’ berfatwa mengenainya tidak lepas dari khilaf. Ini adalah suatu hal yang diketahui umum oleh siapa saja yang memiliki walau sedikit ilmu pengetahuan. Akan tetapi, ikhtilaf di kalangan manusia khususnya dari sudut di mana kita temukan dapat menyebabkan kerugian, kerusakan, dan fitnah, maka menutup pintu keburukan, fitnah, dan kerusakan adalah suatu hal yang dituntut dalam Syariah. Bahkan ini adalah tuntutan syariat yang terbesar sebagaimana yang tidak dapat disembunyikan lagi, [Ad-Durar As-Saniyyah 14/375-376].

Jawaban Raja Arab Saudi Abdul Malik bin Abdul Rahman Al-Faisal kepada watikah para Masyaikh Al Sheikh tersebut diantaranya menyebutkan:

فالآن يكون الأمر على ما ذكر المشايخ أعلاه، فمن أفتى أو تكلم بكلام مخالف لما عليه الشيخ محمد بن عبدالوهاب، وأولاده: عبدالله، وعبدالرحمن، وعبداللطيف، وعبدالله بن عبداللطيف، فهو متعرض للخطر ؛ لأننا نعرف أنه ما يخالفهم إلا إنسان مراوز للشر والفتنة بين المسلمين

Maka sekarang, sebagaimana disebutkan oleh para Sheikh diatas: “Barangsiapa yang berfatwa atau berbicara dengan perkataan yang bertentangan dengan Sheikh Muhammad bin Abdil Wahab dan anak-anaknya (keturunannya): Abdullah, Abdul Rahman, Abdul Lathif dan Abdullah bin Abdil Lathif, berarti sedang menunjukan ancaman/ bahaya karena kita mengetahui bahwa tidak ada manusia yang bertentangan dengan mereka (ulama’ Wahabi dari keturunan Muhammad Abdul Wahab) kecuali orang-orang sedang membawa/ melakukan keburukan dan fitnah di kalangan Muslimin”.

Tahun 1339 Hijrah. Sumber: Ad-Durar As-Saniyyah fi Al-Ajwibah An-Najdiyyah (14/377-380). Ditulis oleh: Ibnu Nafis.

Kita tahu bahwa mayoritas umat Islam adalah menganut faham ahlussunnah wal jama’ah bukan mengikuti faham wahabi (sekarang berubah mengganti namanya menjadi “salafi”). Dari ujung Barat hingga ujung Timur mayoritas adalah muslim ahlussunnah wal jama’ah yang mengikuti salah satu madzhab arba’ah (Hanafi, Maliki, Syafi’i, Hanbali), beraqidah Asy’ariyah atau Maturidiyah, dan bertasawuf. Hanya segelintir saja yang menganut faham Wahabi seperti Arab Saudi dan Qatar, dan faham Syiah seperti Iran. Fatwa dari ulama wahabi di atas menunjukan bahwa golongan wahabi menuduh ahlussunnah wal jama’ah secara langsung ataupun tidak langsung sebagai golongan ahli neraka. Na’udzubillah. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala melindungi muslimin ahlussunnah wal jama’ah dari fitnah Wahabi dan Syiah.

Tulisan berjudul Fatwa Wahabi: Siapa yang Bertentangan Dengan Muhammad bin Abdul Wahab Berarti Mengikuti Jalan Ahli Neraka terakhir diperbaharui pada Tuesday 10 March 2015 oleh Pejuang Ahlussunnah di Ngaji Yuk! - Kajian Ceramah Islam Ahlussunnah wal Jamaah.


14 thoughts on “Fatwa Wahabi: Siapa yang Bertentangan Dengan Muhammad bin Abdul Wahab Berarti Mengikuti Jalan Ahli Neraka

    1. Sdr. Yoga.. Anda konsisten ngga dengan koment anda..? Apakah Ustd2 anda terjamin tdk bakal melecehkan orang lain ? bagaimana tanggapan anda tentang imam Syafi’i yang mengatakan ” arriwayatu ‘an harom, haram” meriwayatkan hadits dari harom bin utsman hukumnya adalah haram. karena imam syafi’i mengetahui bahwa harom bin utsman banyak berbohong oleh karenanya imam syafi’i memperingatkan kepada orang banyak agar waspada terhadap harom bin utsman. secara konotasi imam syafi’i telah melecehkan harom bin utsman. Ahmad bin Hambal juga berkata :”al waqidi ruknul kadzib”. wakidi adalah tokoh pembohong. dalam hal ini jelas secara kasad mata imam ahmad melecehkan waqidi. Bahkan rosulullah sendiri memberikan peringatan kpd fatimah binti qois ketika hendak dilamar oleh Mu’awiyyah dan Abu jhm . Kata rosul jangan mau sama mu’awiyyah karena sangat miskin tidak mencukupi untuk memberi nafkah, namun juga jangan mau dengan abu jahm karena oangnya pemarah dan suka memukul, nikahlah dengan usamah. dengan bahasa anda rasul juga melecehkan kedua orang tsb di hadapan orang lain. Menurut saya ungkapan melecehkan itu cenderung provokatif.

      Reply
  1. coba kalo berani siaran langsung di televisi, buka dialog interaktif, kayak rodjatv, insantv, wesaltv, dan surau tv, masyarakat mau lihat, mana yang di atas kebenaran. salafi yang minoritas saja berani buka dada, siap menjawab segala pertanyaan, lha kamu yang mayoritas yang katanya “ahlussunnah” kok tak tunggu di depan aswajatv, ndak pernah muncul live interaktif, mana si idrus ramli, said agil, gus mus, atau nuril arifin yang “nggak waras” kata bib syech, masak kalah ama anak kemarin sore macam badrusalam, abdullah zein, firanda, arifin badri, maududi, muh nur ikhsan, dll. memalukan.

    Reply
  2. Sy orang bodoh, sederhana saja opiniku…saya menjumpai banyak sekali orang2 yg sebelumnya bermanhaj ASWAJA kemudian menyatakan taubat dan berganti manhaj “Salafi”….tetapi sy belum pernah menjumpai – sekali lagi saya lho ya- orang yg sebelumnya bermanhaj “salafi” kemudian bertaubat dan berganti manhaj ASWAJA…

    Reply
  3. Website bodoh dan dungu. Lah wong si mbah NU pada jaman dulu juga seorang salafi yang koe pada bilang ‘wahabi’. Regenerasi NU pada tolol, terlalu fanatik sama si mbah nya, yo wesss kecebur kabeh. Di nasehati ustadz salafi ora terimo. Dinasehati alquran lan hadist kok malah mbela si mbaeh. Ujung2nya muncul tuduhan aneh yg bernama “WAHABI”. NU sing maune apek saiki dadi rusak, makin bodol, dan tolol.

    Reply
  4. Mestinya dipikir secara positif,,,, klo toh memang postingan diatas diartikan sebagai fitnah / melecehkan orang lain ya coba buktikan kebenaranya… semua itu ada sumbernya. Apalagi tolol2in dan bodoh2in orang lain, biasanya orng yg mengatakan orang lain bodoh & tolol justru orng tersebut lebih bodoh & tolol

    Reply
  5. “Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik.” (QS. Al Hujurat: 11)

    Reply
  6. Saya orang NU yg mau memnerima kebenaran yg bersumber Alquarn dan hadis, sampai saat ini saya tonton tv yg dituduh wahabi yaitu tv rodja, tdk satupun saya menemukan penyebaran kesesatan yaitu penggunaan dalil2 palsu…wallahua’alm.

    Reply
  7. Debat International kan udah… salafy(Wahabi) mundur sudah, tapi yah gitu burung unta dibilang unta…. segitu jelas bersayap masih dibilang unta. Di Indonesia aja sok jago… kok yah gak nyadar… itu tv, radio dsb dari mana…???

    tapi yah maklum abis gimana masa arab yg pegang kabah ngaku kalah… apalagi dah tanggung kuliah di sana gengsi apalagi udah dibayarin masa mbelot.

    Mbah Nu orang salafy(Wahabi)…? masa sih ? coba cek deh… dia belajar memang ke mekah tapi dulu mekah itu belum Wahabi(Salafy) masih dipegang Aswaja.

    Agama Wahaby(Salafy) itu ngetrend dan muncul memang saat Kerajaan Arab saudi itu merebut Kabah (mekah) dari otoman (otoman jatuh) diserang inggris dan Saud gak mau bantuin otoman karena dikelitikan sama lawrence juga kebetulan berpaham mujasimah.

    Apakah Wahabi(Salafy) ini ajaran agama baru ? tidak. mereka sudah lama ada Tauhidnya adalah Mujasimah, dalam berilmu Wahabi ini mengambil ulama Aswaja dan membelokannya ke paham Mujasimah dengan pemahaman Tekstual dengan seorang Wahabi yang paling mulia(berkuasa). Sehingga kalau kita lihat Hadits Bukhari, Muslim, Abu Dawud, Tirmizi dsb. Gak Afdol kalau belum ngeliat stempel dari ulama Wahabi. (ini apa ?? dari sini aja keliatan mau ngeremehin ulama2 yg levelnya itu Tabiin, katanya kemungkinannya ada salah dalam perawinya dsb), dicari-cari kesalahan yg meriwayatkan sehingga dia terlihat lebih cerdas dari para ulama hadits, padahal gunting dan motongnya itu cuma pake nafsunya aja yg gak cocok dibuang.. yg cocok untuk mendukung kerajaan diabadikan.

    NU bukan agama tuh liat di atasnya Nu adalah orang Liberal dan Munafik. Merendahkan para ulama bahkan Agama dan Nabinya sendiri.

    Jadi kalo nyerang Coba serang Aswaja…. dasar kan ketahuan Mujasimah… Gpp ngaku aja kalo emang Mujasimah, Ngaku2 Aswaja lah wong Akidahnya aja beda sama Aswaja.

    Di Indonesia ini lagi rawan Mujasimah, Liberal dan Syiah. yang menyaru jadi Islam Aswaja… tapi kami punya stempel(ijazah) sendiri untuk mengetahui Aswaja yg Asli.
    1. Al Quran & Hadits
    2. Ahlaq Mulia
    3. …. (ini yg Wahabi/salafy dan ulamanya gak akan pernah tau)….

    Jadi minoritas kok bangga… lah waliyullah itu ada di seluruh penjuru pelosok-pelosok dunia… dan di seluruh penjuru pelosok-pelosok dunia itu Aswaja bukan Wahabi(Salafy)…..

    Muhammad = Muhammadiyah.
    Asyari = Asyariah
    Maturidi = Maturidiah
    Muhammad bin Abdul Wahab = Wahabiah (gak usah ngeles cari2 wahabi yg lain).

    Reply
  8. nangis bacanya… diatas kebenaran masih ada kebenaran diatas langit masih ada langit … baru hapal berapa hadis, sudah berapa guru yg dipunyai… jgn saling menyalahkan jgn saling membenarkan diri…. susah payah terlalu sakit Rasulullah SAW.. menyebarkan agama yg mulia ini.. hargailah … hargailah saudaraku … jgn mau dipecah belah… berkacalah pada hatimu… jika tak mampu itu tanda kotornya hatimu… mengapa kotor ?karna seringnya menyalahkan ,sombong ,iri, dengki… obatilah dengan mengingat Alloh… menapaki akhlak Rasulullah SAW…

    Reply

Post Comment