Syaikh Yusuf Qaradhawi: Mayoritas Umat Islam Adalah Asy’ariyyah

SHARE & LIKE:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •   
  •   
  •  

Dibawah ini adalah pendapat Syaikh DR. Yusuf al-Qaradhawi mengenai Aqidah al-Azhar asy-Syarif, az-Zaituniyah, ad-Deoband, Nadwah al-Ulama’, Madrasah Pakistan, dan seluruh Dunia Islam:

عقيدة الأزهر
حديث الدكتور يوسف القرضاوي عن الأشعرية وردا على سؤال آخر من أحد الحضور جاء فيه: “بعض الناس يطعن في عقيدة الأزهر الشريف، فما رد فضيلتكم على هذا الكلام؟ قال الشيخ القرضاوي بنبرة استفهام ساخرة: “عقيدة الأزهر الشريف؟!”

AQIDAH AL-AZHAR ASY-SYARIF

Wawancara dengan DR. Yusuf al-Qaradhawi perihal Asy’ariyyah menanggapi pertanyaan dari salah seorang yang hadir bahwa: “Sebagian masyarakat mengkritik tentang aqidah al-Azhar asy-Syarif, maka apakah jawaban anda yang terhormat tentang perkataan semacam ini?” Syaikh al-Qaradlawi berkata dengan pernyataan yang mengagumkan mengenai “Aqidah al-Azhar asy-Syarif”:

ورأى أن من يقول ذلك “فهو يطعن في الأشعرية”، وتابع: “ليس الأزهر وحده أشعريا.. الأمة الإسلامية أشعرية.. الأزهر أشعري والزيتونة أشعري والديوباندي (بالهند) أشعري وندوة العلماء أشعرية ومدارس باكستان أشعرية.. وكل العالم الإسلامي أشعرية“.

“Saya telah melihat bahwa memang ada orang mengatakan demikian “Yaitu orang yang mengkritik tentang al-Asy’ariyah”, kemudian beliau berkata: “Al-Azhar bukanlah satu-satunya yang berfaham Asy’ariyah… Umat Islamiyyah pun adalah Asy’ariyyah, al-Azhar adalah Asy’ariy, az-Zaituniyyah adalah Asy’ariy, ad-Deobandi (Di India) adalah Asy’ariy, Nadwah al-‘Ulama adalah Asy’ariyah, madrasah-madrasah di Pakistan adalah Asy’ariyah, dan seluruh dunia Islam (Mayoritas) adalah Asy’ariyah”.

وأشار إلى أنه حتى الأشعرية موجودة بالسعودية التي تعد مركز السلفية الوهابية، وقال: “السلفيون مجموعة صغيرة، حتى إذا قلنا السعودية فليس كل السعودية سلفيين، فالحجازيون غير النجديين غير المنطقة الشرقية غير منطقة جيزان وهكذا“.

Dan beliau mengisyaratkan hingga Asy’ariyah juga terdapat di Negeri Saudi yang dianggap sebagai Markas Salafiyah al-Wahabiyah, dan beliau berkata: “Salafiyah (Orang-orang Wahabi) hanya segelitir saja (Minoritas), hingga apabila kita katakan Negeri Saudi, maka bukan seluruh Saudi adalah Salafi (Orang-orang Wahabi). Maka Penduduk Hijaz itu (Asy’ariy) selain Orang-orang Najed, (Penduduk Najed) pun yang bukan bagian timur, (Yang bagian timur) pun bukan seperti di wilayah Jizan, begitulah seterusnya”.

وأضاف: “فإذا أخذنا بالأغلبية، فإن أغلبية الأمة أشعرية.. هذه كلها اجتهادات في فروع العقيدة، والكل متفق على شهادة أن لا اله إلا الله وأن محمد رسول الله وعلى النبوة في الإيمان بالله وكتبه ورسله وفي اليوم الآخر”.

Dan beliau menambahkan: “Apabila kita mengambil perkiraan, maka sesungguhnya perkiraan mayoritas umat adalah ‘Asy’ariyah, ini semuanya hanya ijtihad-ijtihad dalam masalah cabang aqidah (Furu’ aqidah), dan semua bersepakat atas Syahadatain (Persaksian bahwa tiada Tuhan selain Allah dan bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah, dan juga terhadap kenabian (begitu pun) di dalam beriman kepada Allah, kitabNya, rasulNya dan hari Qiamat”.

“وشدد على أن “هذه الاختلافات لا ينبغي أن نكفر بها أحدا

Dan beliau menekankan bahwa: “Ini semua hanya masalah ikhtilaf yang tidak sepatutnya kita mengkafirkan disebabkan ikhtilaf hal itu kepada seseorang muslim”.

VIDEO WAWANCARA SYAIKH DR. YUSUF AL-QARADHAWI: KELOMPOK TERBANYAK UMAT ISLAM ADALAH AL-ASY’ARIYYAH

 

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Sesungguhnya umatku tidak akan bersepakat pada kesesatan. Oleh karena itu, apabila kalian melihat terjadi perselisihan maka ikutilah as-Sawad al-aA’zham (mayoritas kaum muslim).” (Hadits Riwayat Imam Ibnu Majah, Abdullah bin Hamid, at Tabrani, al Lalika’i, Abu Nu’aim. Menurut al-Hafidz as-Suyuthi dalam Jamius Shoghir, ini adalah hadits Shohih)

TENTANG KELOMPOK TERBANYAK UMAT ISLAM

.”قَالَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ : ” اِتَّبِعُوْا السَّوَادَ الأَعْظَمَ 
وَ لَمَّا اِنْدَرَسَتْ المَذَاهِبُ الْحَقَّةُ بِانْقِرَاضِ أَئِمَّتِهَا إِلاَّ الْمَذَاهِبُ الأَرْبَعَةُ الَّتِى انْتَشَرَتْ أَتْبَاعُهَا كَانَ اِتِّبَاعُهَا اِتِّبَاعًا لِلسَّوَادِ الأَعْظَمِ وَ الْخُرُوْجُ عَنْهَا خُرُوْجًا عَنِ السَّوَادِ الأًعْظَمِ

Rasulullah صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ bersabda: “Ikutilah as-Sawadul A’zham (kelompok terbanyak umat Islam)”. Ketika madzhab-madzhab yang hak (benar) itu telah tiada bersamaan dengan masa wafatnya para imamnya, kecuali Imam Madzhab Empat yang pengikutnya tersebar luas, maka mengikuti Madzhab Empat tersebut berarti mengikuti as-Sawadul A’zham, dan keluar dari Madzhab Empat tersebut berarti keluar dari as-Sawadul A’zham. (Muhammad Bahith al-Muti’i, Sullamul Wushul Syarh Nihayatus Sul, (Mesir: Bahrul Ulum, t. th.), Jilid III, h. 921 dan Jilid IV, h. 580 dan 581, ibarah ini pada Jilid III Hadits itu sebagai dasar Ijma’ dan ibarah pada Jilid IV dimaksud merupakan kesimpulan tentang al-istifta’. Tentang Hadits ini selengkapnya adalah: Sesungguhnya umatku tidak akan bersepakat atas kesesatan, jika kamu melihat suatu perbedaan maka wajib bagimu mengikuti as-Sawadul A’zham (HR. Ibnu Majah dari Anas ibn Malik). Ibarah ini sesungguhnya terdapat pada kitab ‘Iqdul Jid fi Ahkamil Ijtihad karya Syekh Ahmad Waliyullah al-Dahlawi, Cet. Cairo: al-Matba’ah as-Salafiyah, 1965 M, h. 13. Untuk pengertian yang sama dapat dirujuk pula kepada pendapat Fakhruddin Muhammad ar-Razi dalam kitabnya al-Mahshul fi Ilmi Ushulil Fiqh, (Beirut: Darul Kutub al-Ilmiah, 1408 H/1988 M), Cet. ke-1, Juz II, h. 535-540).

وَلَمْ يَزَلْ أَهْلُ السُّنَّةِ بِحَمْدِ للّٰهِ تَعَالَى مِنَ الزَّمَنِ الأَوَّلِ إِلَى الْيَوْمِ هُمُ السَّوَادُ الأَعْظَمُ

Ahlus Sunnah – al-hamdulillah Ta’ala – sejak masa awwal hingga masa sekarang, merekalah yang dimaksud dengan al-Sawad al-A’zham. (Abdullah Ba’alawi al-Haddad, al-Nashaihud Diniyah, (Semarang: Thoha Putera, t. th.), h. 7).

وَاعْلَمْ يَاأَخِي أَنَّ الْمُرَادَ بِأَهْلِ السُّنَّةِ وَالْجَمَاعَةِ فِي عُرْفِ النَّاسِ الْيَوْمَ الشَّيْخُ أَبُوْ الْحَسَنِ اْلأَشْعَرِيّ وَمَنْ سَبَقَهُ بِالزَّمَانِ كَالشَّيْخِ أَبُوْ مَنْصُوْرِ الْمَاتُرِيْدِيّ.

Ketahuilah wahai saudaraku, bahwa yang dimaksud dengan ahli al-Sunnah wa al-Jamaah dalam pemahaman orang-orang sekarang ini adalah pandangan Syeikh Abu al-Hasan al-Asy’ari dan angkatan sebelumnya, demikian juga Syeikh Abu Manshur al-Maturidi. (Abdul Wahhab asy-Sya’rani, al-Yawaqit wal Jawahir, (Mesir: Mustafa al-Halabi, 1378 H./1959 M.), Jilid I, h. 3).

Demikian. Wallahua’lam.

Tulisan berjudul Syaikh Yusuf Qaradhawi: Mayoritas Umat Islam Adalah Asy’ariyyah terakhir diperbaharui pada Friday 13 March 2015 oleh Pejuang Ahlussunnah di Ngaji Yuk! - Kajian Ceramah Islam Ahlussunnah wal Jamaah.


Post Comment