Terkait Facebook dan Blog NU Garis Lurus, KH Luthfi Bashori Minta Pembuatnya Tobat dan Menghapusnya

SHARE & LIKE:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •   
  •   
  •  

KH Luthfi Bashori dalam situs pribadinya yang beralamat di PejuangIslam.com melabeli dirinya dengan sebutan Pejuang Islam NU Garis Lurus. Pengasuh Pesantren Ribath Al Murtadla Al Islami Singosari Malang ini menyatakan bahwa pembentukan situs Pejuang Islam NU Garis Lurus bertujuan untuk melestarikan kemurnian Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja).

Ide yang digagas KH Luthfi Bashori ini kemudian dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab yang tidak jelas identitasnya dengan membuat fanspage facebook dengan nama yang sama. Tepatnya pada 27 Oktober 2014, fanspage yang berjudul “NU Garis Lurus” dibuat. Demi mendapatkan legitimasi, admin fanspage NU Garis Lurus yang bernama Bayu pun langsung menghubungi KH Luthfi Bashori melalui situs pribadinya, yang intinya meminta izin dan keridhaan dari KH Luthfi Bashori.

“Ustadz, kami izin memposting artikel ini di fanspage kami NU Garis Lurus. Sekalian juga izin keridhoan ustadz terhadap fanspage kami. Atas perhatiaannya kami ucapkan terima kasih.. ID fanspage kami @[467428066729602:]”, kata Bayu yang berasal dari Depok, (30/10/2014).

Terkait kemunculan fanspage NU Garis Lurus, Alumni Ma’had as-Sayyid Muhammad Alwi al-Maliki, Makkah al-Mukarramah ini menolak dengan tegas untuk dihubung-hubungkan dengan fanspage tersebut. Beliau pun tidak bertanggungjawab atas isi konten yang dimuat dalam fanspage itu, dan bahkan tulisannya justru hanya menimbulkan fitnah. KH Luthfi Bashori meminta kepada admin fanspage facebook yang memakai nama NU Garis Lurus agar jujur soal identitasnya.

Berikut adalah klarifikasi KH Luthfi Bashori sebagaimana dimuat dalam situs pribadinya (30/10/2014):

BISMILLAHIR RAHMANIR RAHIM

  1. Mohon identitas Admin-nya dicantumkan secara jelas, jadi para membernya tahu jika tulisan-tulisan di group FB NU Garis Lurus itu bukan menjadi tanggungjawab kami.
  2. Mohon tidak memposting foto-foto kami khususnya yang sudah menjadi icon Situs Pejuang Islam, NU Garis Lurus ini, yang sekira cepat disalahpahami oleh banyak pihak, bahwa Fanpage NU Garis Lurus itu adalah milik kami pribadi.
  3. Kami persilahkan hanya mengcopy artikel-artikel kami secara lengkap dengan identitas pengarang, dan ini berlaku untuk umum.
  4. Tidak menyandingkan tulisan kami dengan tulisan yang rawan dinisbatkan kepada kami, seperti artikel AHOK BOLEH JADI PRESIDEN DENGAN LIMA SYARAT, dengan tidak dicantumkan nama asli penulisnya, sehingga masyarakat menyangka bahwa artikel itu adalah tulisan kami pribadi, karena dimuat di Fanpage NU Garis Lurus, hingga sampai saat ini menimbulkan fitnah terhadap kami pribadi.
  5. Mohon Adminnya secara jujur mengumumkan bahwa group itu tidak terkait secara langsung dengan kami pribadi, namun sekedar untuk meneruskan artikel-artikel yang kami posting di Situs Resmi Pejuang Islam NU Garis Lurus.
  6. Mohon mengirim nomer HP Admin ke nomer HP kami 081333007321, untuk komunikasi lebih lanjut.

Semoga mendapat ridha dari Allah.

Setelah kemunculan facebook, kemudian muncul pula blog yang juga mengatasnamakan NU Garis Lurus. Isinya mencatut foto pribadi, artikel, dan logo situs PejuangIslam.com. Kehadiran fanspage facebook dan blog yang mencatut nama NU Garis Lurus ini, memaksa KH Luthfi Bashori untuk melakukan klarifikasi kembali. Dalam klarifikasi keduanya disebutkan bahwa Situs Pejuang Islam NU Garis Lurus belum pernah membuat akun facebook, fanpage, grup facebook, atau blog lain secara resmi kecuali situs pribadinya. KH Luthfi Bashori meminta kepada pembuat facebook atau blog NU Garis Lurus agar segera bertobat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan juga meminta untuk menghapus facebook dan blog yang illegal tersebut. Permintaan ini disampaikan KH Luthfi Bashori dalam klarifikasinya yang dimuat pada 29 Desember 2014. Dan berikut kami cantumkan klarifikasi ulang KH Luthfi Bashori atas kemunculan blog dan facebook NU Garis Lurus:

KLARIFIKASI MUNCULNYA BLOG & FACEBOOK NU GARIS LURUS

Assalamu ‘alaikum.

Sehubungan dengan munculnya blog dan facebook atas nama NU GARIS LURUS yang mencatut foto kami pribadi (LUTHFI BASHORI), serta artikel dan logo situs kami www.pejuangislam.com, jika ada isi dari blog dan facebook atas nama NU Garis Lurus tersebut yang merugikan kami, maka dengan ini kami menyatakan bahwa Situs Pejuang Islam, NU Garis Lurus belum pernah secara resmi membuka akun facebook, fanpage, grup facebook, atau blog.

Saat ini muncul juga alamat link nu-garislurus.blogspot.com dikelola kaum liberal, yang isinya berseberangan dengan Situs kami PEJUANG ISLAM NU GARIS LURUS.

Dengan demikian seluruh isi blog dan facebook atas nama NU Garis Lurus tersebut, BUKAN MENJADI TANGGUNG JAWAB KAMI. Mohon kepada pembuat akun blog atau facebook NU Garis Lurus dengan tanpa seijin kami itu, segera bertobat kepada Allah dan menghapusnya dari jejaring sosial.

Wassalam.

Pengasuh Situs Pejuang Islam, NU Garis Lurus.

(LUTHFI BASHORI)

Sayangnya permintaan KH Luthfi Bashori dianggap angin lalu. Sudah sekitar 5 bulan sejak kemunculan pertama fanspage NU Garis Lurus, dan sudah 3 bulan semenjak permintaan KH Luthfi Bashori kepada si pembuat untuk menghapusnya, tetapi tetap saja belum dihapus juga. Bahkan semakin hari semakin meresahkan dikarenakan banyak menebar benih-benih fitnah, cacian, makian, dan provokasi yang tidak jelas. Yang terbaru, fanspage NU Garis Lurus menghembuskan fitnah terhadap para Kiai NU Jawa Timur (Baca: Meluruskan NU Garis Lurus yang Tidak Lurus Terhadap Kiai NU Jatim). Dan selama kurun waktu itu pula, admin dibalik fanspage dan blog NU Garis Lurus tidak mendapat ijin dan keridhaan dari KH Luthfi Bashori. Hal ini tentu saja hanya akan merugikan si pengelolanya, rugi di dunia dan kelak di akhirat. Diakui ataupun tidak, memperjuangkan Islam dengan merendahkan saudaranya sendiri umat Islam tidak akan membawa manfaat dan kebaikan bagi agamanya. Semoga NU Garis Lurus tetap berada di jalan yang lurus.

Tulisan berjudul Terkait Facebook dan Blog NU Garis Lurus, KH Luthfi Bashori Minta Pembuatnya Tobat dan Menghapusnya terakhir diperbaharui pada Friday 20 March 2015 oleh Pejuang Ahlussunnah di Ngaji Yuk! - Kajian Ceramah Islam Ahlussunnah wal Jamaah.


3 thoughts on “Terkait Facebook dan Blog NU Garis Lurus, KH Luthfi Bashori Minta Pembuatnya Tobat dan Menghapusnya

  1. innalillahi wa inna ilaihi roji’un. Jadi definisi ahlusunnah itu pecinta shalawat nariyah dan shalawat semisalnya? Ikhwan yang dirahmati Allah mengapa menjadi gelap mata dan gelap hati. bahwa Syi’ah didirikan oleh Yahudi itu fakta. Tapi Ustadz Sholeh ini ahlussunnah pengikut Rasul dan sahabat, mengapa ikhwan benci? bahwa ada perbedaan di ranting, accessoris, perkara2 yg tidak ada di zaman Rasul (makanya jadi berbeda pendapat) jangan menjadikan kita tafarruq. Kalau yg berbedanya RUKUN IMAN, RUKUN ISLAM, baru itu beda agama. Bukankah di kalangan ulama sunni itu selalu ada perbedaan pendapat dalam hal yang memang tidak ada di Zaman Rasul, kalau yang sudah jelas ditetapkan Rasul, JELAS ada dalilnya kan kita tidak ada perbedaan, Misal Jumlah Rakaat Shalat, Shaum di Bulan Ramadlan, dsb. Jadi kita hanya berbeda pada ranting, yang memang tidak ada di zaman Rasul. Kata yang suka itu baik kata yang ingin sesuai Rasul itu tidak baik, karena tidak diajarkan Rasul. Demi amannya kan TINGGALKAN saja. Buat apa membela yg jelas2 tidak ada dalilnya? Apa mau mempertuhankan hawa nafsu (Lihat QS Al-Jatsiyah :23). Wa’tasimuu bihablillahi jami’an walaa tafaroquu!!!!!!!

    Reply
  2. Dialog yg dilangsungkan dalam bebereapa puluh menit atau beberapa jam saja, mungkinkah mampu mencapai kesimpulan matang? dapatkah membuahkan kejelasan yg memadahi? bisakah menyingkap tabir kesamaran yg kian tebal oleh besarnya peran hawa nafsu dari para pelaku debat dan peserta acara debat (pemirsa). Kalau memang niat utk mencari kebenaran, seharusnya semua sepakat utk melangsungkan debat dlm waktu yg lebih memungkinkan utk tercapainya kesimpulan yg matang. Kalau tujuan para pelaku debat dan pemirsa memang semata-mata utk mencari, mendapatkan, dan mengamalakan kebenaran; harusnya tidak keberatan utk bersusah-payah. tapi lihatlah apa yg terjadi?

    Reply

Post Comment