Ustadz Ma’ruf Khozin: Pesantren Tempat Belajar Menjadi Penulis

SHARE & LIKE:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •   
  •   
  •  

Gus Ma’ruf Asrori, direktur Khalista Publisher, nama besar ini sejak tahun 1980-an kreatif menjadi penulis hingga tahun 1990-an. Awal sebagai penulis, menurut Alm. H Amin karena Gus Ma’ruf rajin mengisi kolom di majalah dinding Pondok Pesantren Lirboyo (Kediri Jawa Timur), pesantren Salaf. Kini memang jarang melihat tulisan beliau dan lebih banyak menulis nota harga buku.

Begitu pula Ustadz Idrus Ramli, tulisannya yang banyak memuat hujjah-hujjah perdebatan juga diawali dari pesantren Salaf Sidogiri (Pasuruan Jawa Timur). Beliau juga sering update hujjah di fanpage atau webnya yang dikemas dengan tulisan dialog dan debat.

Demikian halnya saya (red: Ustadz Ma’ruf Khozin), juga belajar menulis kecil-kecilan di majalah dinding Pondok Pesantren Al Falah II Ploso Kediri, yang tergabung bersama kawan-kawan Fordis, forum dinamika santri.

Ternyata pesantren adalah tempat yang ideal bagi santri untuk mengasah diri menjadi penulis, meski pesantren Salaf….

Oleh: Ustadz Ma’ruf Khozin, Penulis dan Aktivis/ Pejuang Ahlussunnah wal Jama’ah dari PCNU Surabaya.

Tulisan berjudul Ustadz Ma’ruf Khozin: Pesantren Tempat Belajar Menjadi Penulis terakhir diperbaharui pada Sunday 15 March 2015 oleh Pejuang Ahlussunnah di Ngaji Yuk! - Kajian Ceramah Islam Ahlussunnah wal Jamaah.


Post Comment