Gus Karim: Jokowi Ingin Adakan Shalawatan di Istana Presiden

SHARE & LIKE:
  •  
  • 9
  •  
  •  
  •  
  •  
  •   
  •   
  •  
    9
    Shares

Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam kegiatan pribadinya pulang ke Solo, Jawa Tengah, pada Sabtu (4/3/2015) mengunjungi Pondok Pesantren Al-Qur’aniyy Azzayadiyy di Jalan Kabangan Nomor 2/3 Tegalayu, Kelurahan Bumi Solo. Kedatangan Jokowi langsung disambut pengasuh pesantren, KH Abdul Karim Ahmad Al-Hafidz, beserta seluruh santri dan keluarga besar pesantren.

Setelah sekitar 30 menit melakukan pertemuan di dalam ruang tengah pesantren, Jokowi beserta para pengawal meninggalkan Al-Qur’aniyy. Selanjutnya Jokowi menuju ke Pondok Pesantren Al-Muayyad di Mangkuyudan, Solo, yang hanya berjarak beberapa ratus meter dari tempat kunjungan pertama. Pesantren ini diasuh oleh KH Abdul Rozaq Shofawi, sahabat karib Gus Dur.

Kunjungan Jokowi ke kedua pondok pesantren ini untuk bersilaturahim dengan para santri dan pemimpin pondok pesantren.

Mantan walikota Surakarta itu tiba di pondok pesanten Al Quran Azzayadi sekitar pukul 13.00 WIB. Jokowi yang datang bersama Antok (adik istri Jokowi, Iriana) mengenakan kemeja putih dan celana hitam, langsung disambut segenap santri, sebelum kemudian bertemu Gus Karim, panggilan akrab KH Abdul Karim Ahmad Al-Hafidz.

Di dalam ruang utama pondok pesantren yang diasuh sahabatnya itu, Jokowi menggelar pertemuan tertutup beberapa saat dengan sejumlah kyai. Gus Karim seusai mengadakan pertemuan dengan Jokowi, mengatakan bahwa kunjungan ini sifatnya pribadi dan lama sudah tidak bertemu.

“Tidak ada pembicaraan penting, hanya silaturahmi saja. Kenalan lama yang sudah lama tidak bertemu, karena padatnya kesibukan‎ beliau. Sejak beliau dilantik sebagai presiden ya baru sempat kali ini. Jadi ya istilahnya kangen-kangenan saja. Beliau bilang kangen dengan candaan saya,” katanya.

Jokowi sempat titip agar bersama-sama menjaga keamanan Kota Solo.

“Beliau juga titip pesan agar kami ikut menjaga keamanan Kota Solo. Kemudian beliau juga meminta agar tidak ada radikalisme di pondok dan Kota Solo pada umumnya,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, lanjut Gus Karim, Jokowi juga menyampaikan keinginannya, yakni agar para santri mengadakan shalawatan di Istana Presiden Jakarta. Namun untuk pelaksanaannya ia mengaku belum mengetahuinya.

Presiden dalam kunjungan ke Ponpes Al Quran Azzayadi ini membagi-bagikan buku dan kaos kepada masyarakat yang hadir di pondok tersebut, dan pembagian buku ini juga dilakukan di Ponpes Al Muayyad. Presiden Indonesia ini juga menyampaikan bahwasanya corak Islam di Indonesia adalah Islam Nusantara.

“Islam kita, Islam Nusantara. Yang memiliki karakter kesantunan, keramahtamahan, tersenyum, dan kedamaian. Bukan kekerasan. Itu ajaran dari Nabi,” tutur Jokowi di depan para santri. (Muslimedianews)

Tulisan berjudul Gus Karim: Jokowi Ingin Adakan Shalawatan di Istana Presiden terakhir diperbaharui pada Sunday 5 April 2015 oleh Pejuang Ahlussunnah di Ngaji Yuk! - Kajian Ceramah Islam Ahlussunnah wal Jamaah.


Post Comment