Inilah Nasehat Habib Umar bin Hafidz Dalam Menghadapi Pergolakan di Yaman

SHARE & LIKE:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •   
  •   
  •  

Kita harus menjelaskan kepada setiap individu, muda dan tua, metodologi yang harus kita ikuti dan dasar-dasar atas mana hal itu dibangun. Peristiwa serangan beberapa negara telah dilancarkan terhadap kelompok tertentu di Yaman. Mayoritas dari mereka yang terlibat dalam konflik ini memiliki kekuatan dan tujuan duniawi sebagai motif utama mereka dan ini adalah apa yang telah mendorong mereka untuk mengangkat senjata. Orang-orang yang terlibat dalam pergolakan ini tidak memiliki keinginan untuk membuat Firman Allah transenden. Mereka tidak memiliki keinginan untuk mendirikan sunnah Sayyidina Muhammad. Mereka tidak termotivasi oleh kasih dan sayang pada yang lemah dan anak yatim.

Tuhan lebih mengetahui apa niat mereka. Tak satu pun dari mereka yang melemparkan diri ke dalam pergolakan ini atau di berbagai tempat lain mencapai apapun yang baik dari itu. Kami percaya bahwa mereka semua akan mengatakan bahwa jika mereka telah melihat dampak dari apa yang sekarang terjadi, mereka akan bertindak berbeda. Tapi kebanyakan mereka tidak mau melihat secara hati-hati pada ajaran Nabi Shollallohu ‘Alaihi wa Alihi wa Shohbihi wa Sallam. Kalau mereka mau melakukannya, mereka akan mengambil jalan yang berbeda dari awal.

Rasulullah Shollallohu ‘Alaihi wa Alihi wa Shohbihi wa Sallam telah memberitahu kita tentang kesengsaraan/ cobaan yang akan menimpa umat di akhir zaman. Peristiwa yang kita saksikan sekarang ini adalah bagian dari rantai cobaan yang sebagian besar telah berlalu dan hanya sedikit yang tertinggal. Pergolakan ini telah digariskan di tempat-tempat dan cara-cara yang telah ditetapkan bagi mereka. Mereka tidak akan menambah atau mengurangi kecuali dalam kasus di mana Allah mengijinkan tindakan atau permohonan tertentu untuk memiliki efek. Pada kenyataannya urusan/ perkara telah disegel – “pena telah diangkat dan tinta telah kering”.

Rasulullah memberitahu kita bahwa tujuan kesengsaraan/ cobaan berat akan selalu datang untuk membuka jalan bagi kemenangan Allah yang akan memberinya sekali lagi kejayaan demi untuk mengangkat benderaNya. Bantuan akan datang dari Allah dan kemenangan bagi kebenaran dan bimbingan dengan cara yang orang tidak akan bisa membayangkan.

Mereka yang akan dirugikan oleh pergolakan ini adalah orang-orang yang sengaja terlibat dan menceburkan diri ke dalam konflik (berharap mengais keuntungan duniawi) dan dengan demikian akan memiliki tanggung jawab terbesar. Mereka akan ditanya mengapa mereka terlibat, untuk siapa, dengan cara apa dan apakah mereka memiliki bukti dari Allah untuk apa yang telah mereka lakukan.

Adapun orang-orang yang menderita kerugian (korban) meskipun tidak sengaja terlibat mereka berpotensi menjadi syahid di sisi Allah dan tidak akan kehilangan apa-apa.

Hari-hari berat ini akan berlalu dan kami menunggu hari di mana Allah mencurahkan kemurahan-Nya atas kami dan atas kaum muslimin. Wilayah ini (Hadramawt) akan tetap, dengan izin Allah, dalam keadaan penuh kesejahteraan dan aman, tetapi kita meminta Allah untuk menunjukkan kelembutan-rahmatNya kepada saudara-saudara kita di Sana’a, Aden, dan seluruh tanah Yaman dan semua wilayah lain di dunia.

Yaa Allah rubahlah keadaan muslimin ke keadaan yang lebih baik, gantikan Yaa Robb dengan persatuan dan gantikan pertikaian serta permusuhan dengan saling mencintai dan menyanyangi sehingga senang karenanya hati Nabimu Muhammad Shollallohu ‘Alaihi wa Alihi wa Shohbihi wa Sallam.

Yaa Allah paksakan musuhMu dan yang membantunya dengan apa yang Engkau berikan atas hati orang-orang beriman dengan rasa sayang dan cinta setelah perang, bukan permusuhan dan pertikaian.

Yaa Allah perlihatkan itu ke dalam ummat ini, wahai Dzat yang Maha Hidup dan Mengatur segalanya, hilangkan kesusahan, kedholiman, berikan dengan karuniaMu kasih sayang yaa Arhamar Rohimiin. Aamiin Aamiin Allahumma Aamiin.

Rasulullah Shollallohu ‘Alaihi wa Alihi wa Shohbihi wa Sallam, yang telah dipercayakan untuk membimbing umat manusia, mengatakan kepada kita bagaimana menghadapi cobaan/ bencana ketika datang. Beliau bersabda: “Orang yang menyerahkan dirinya kepada bencana akan terjebak di dalamnya”,

Beliau juga bersabda bahwa di zaman ini yang berbaring miring lebih baik daripada yang duduk; yang duduk lebih baik dari yang berdiri; yang berdiri lebih baik dari yang berjalan dan yang berjalan lebih baik dari yang berlari.

Adakah pesan yang tersirat disitu? Beliau Shollallohu ‘Alaihi wa Alihi wa Shohbihi wa Sallam pasti menyampaikan pesan. Salah satu Sahabat bertanya kepada Nabi Shollallohu ‘Alaihi wa Alihi wa Shohbihi wa Sallam, di sisi mana ia harus mengambil tempat jika umat Islam dibagi menjadi kelompok-kelompok yang berbeda beda. Beliau bersabda kepadanya: “Jauhkan dirimu dari semua kelompok ini (yang bertikai)”.

Dalam masa pergolakan, Allah telah tetapkan golongan yang selamat yaitu sholihin yang menghormati perjanjian mereka dengan Allah. Mereka tidak terguncang oleh peristiwa-peristiwa yang terjadi. Mereka dipandu oleh cahaya al-Qur’an dan as-Sunnah dan hati mereka dipenuhi dengan kepercayaan kepada Allah, ketergantungan kepada-Nya, harapan kepada-Nya dan takut akan Dia. Allah menggambarkan mereka sebagai berikut:

الذين يبلغون رسالات الله ويخشونه ولا يخشون أحدا إلا الله ۗ وكفى بالله حسيبا

(Yaitu) orang-orang yang menyampaikan risalah-risalah Allah, mereka takut kepada-Nya dan mereka tiada merasa takut kepada seorang(pun) selain kepada Allah. Dan cukuplah Allah sebagai Pembuat Perhitungan. (Qur’an Surat Al-Ahzaab: 39).

الذين قال لهم الناس إن الناس قد جمعوا لكم فاخشوهم فزادهم إيمانا وقالوا حسبنا الله ونعم الوكيل

(Yaitu) orang-orang (yang mentaati Allah dan Rasul) yang kepada mereka ada orang-orang yang mengatakan: “Sesungguhnya manusia telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, karena itu takutlah kepada mereka”, maka perkataan itu menambah keimanan mereka dan mereka menjawab: “Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung”. (Qur’an Surat Ali Imraan: 173).

فانقلبوا بنعمة من الله وفضل لم يمسسهم سوء واتبعوا رضوان الله ۗ والله ذو فضل عظيم

Maka mereka kembali dengan nikmat dan karunia (yang besar) dari Allah, mereka tidak mendapat bencana apa-apa, mereka mengikuti keridhaan Allah. Dan Allah mempunyai karunia yang besar. (Qur’an Surat Ali Imraan: :174)

Mereka yang memiliki sifat ini, terlepas dari waktu di mana mereka hidup, akan mencapai maqom yang tinggi dan hidup dalam keadaan aman dan ketenangan. Allah berfirman:

ولما رأى المؤمنون الأحزاب قالوا هذا ما وعدنا الله ورسوله وصدق الله ورسوله ۚ وما زادهم إلا إيمانا وتسليما

Dan tatkala orang-orang mukmin melihat golongan-golongan yang bersekutu itu, mereka berkata: “Inilah yang dijanjikan Allah dan Rasul-Nya kepada kita”. Dan benarlah Allah dan Rasul-Nya. Dan yang demikian itu tidaklah menambah kepada mereka kecuali iman dan ketundukan. (Qur’an Surat Al-Ahzaab: 22).

من المؤمنين رجال صدقوا ما عاهدوا الله عليه ۖ فمنهم من قضى نحبه ومنهم من ينتظر ۖ وما بدلوا تبديلا

Di antara orang-orang mukmin itu ada orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah; maka di antara mereka ada yang gugur. Dan di antara mereka ada (pula) yang menunggu-nunggu dan mereka tidak merubah (janjinya). (Qur’an Aurat Al-Ahzaab: 23).

ليجزي الله الصادقين بصدقهم ويعذب المنافقين إن شاء أو يتوب عليهم ۚ إن الله كان غفورا رحيما

Supaya Allah memberikan balasan kepada orang-orang yang benar itu karena kebenarannya, dan menyiksa orang munafik jika dikehendaki-Nya, atau menerima taubat mereka. Sesungguhnya Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (Qur’an Surat Al-Ahzaab: 24).

Kita mengikuti jalan yang telah diletakkan Nabi Shollallohu ‘Alaihi wa Alihi wa Shohbihi wa Sallam bagi kita, dan cara orang-orang shaleh. Ini telah menjadi jalan/ cara yang benar sepanjang sejarah kita. Hal ini bukan sesuatu yang baru yang telah kita ciptakan. Ini adalah cara yang di gunakan oleh Ahlul Bait Nabi, para sahabat, para Tabi’in dan semua orang shaleh yang datang sesudah mereka. Jalan Imam Ali Zainal`Abidin bin al-Husain, Hasan al-Basri, Said bin al-Musayyib, Said bin Jubair, al-Harith al-Muhasibi, Abu Thalib al-Makki, Imam al-Ghazali, al-Junayd bin Muhammad dan Imam `Abdul Qadir al-Jaylani. Jalan al-Muhajir, Ahmad bin Isa dan semua nenek moyangnya, jalan al-Faqih al-Muqaddam Muhammad bin `Ali Ba` Alawi dan juga adalah jalan ayah dan guru-guru kami. Dari mereka kami mengambil jalan ini dan dari mereka kami menerima pemahaman Kitabullah dan Sunnah, pemahaman tugas kita dalam hidup, tujuan Allah menciptakan kita dan bagaimana kita mempersiapkan diri untuk kembali kepada-Nya, hubungan kita dengan Sayyidina Muhammad dan tugas kita dalam menangani setiap peristiwa yang terjadi.

Jalan/ cara yang benar adalah untuk menghindari pergolakan. Jalan shalafus sholihin, mereka memenuhi kewajiban mereka dalam melakukan apa yang jelas baik dan menghindari apa pun di mana ada campur tangan Iblis di dalamnya. Ini adalah jalan yang mereka ambil dan kami mengikuti jejak mereka dengan izin Allah.

Kita menganggap amalan yang sedang kita lakukan adalah suatu bentuk jihad yang tidak ada orang lain bisa membantah/ keberatan. Beramal dengan kejujuran dan ketulusan dalam mencapai tiga tujuan, yaitu, mencari ilmu, beramal atasnya dan memanggil orang kepada Allah, baik pada tingkat individu, tingkat keluarga dan tingkat masyarakat di setiap waktu, tempat atau situasi apapun kita berada.

Pemimpin kita dalam hal ini adalah Sayyidina Muhammad Shollallohu ‘Alaihi wa Alihi wa Shohbihi wa Sallam, Sunnah yang jelas, jalan sahabat dan orang-orang yang mengikuti mereka dalam kebenaran.

Itulah bentuk jihad di jalan Allah pilihan kita. Dan kita menolak untuk terlibat dalam urusan apapun kecuali itu sesuatu yang benar-benar baik, benar-benar jelas dan bebas dari menjadi bawahan/ pengikut kelompok manapun serta aman dari campur tangan Iblis. Jika kita memiliki keraguan maka kita kembali ke nasihat Nabi Shollallohu ‘Alaihi wa Alihi wa Shohbihi wa Sallam: “Tinggalkan apa saja yang menyebabkan kamu ragu dan menggapai sesuatu yang pasti”.

Ini semua adalah saran atau nasihat kami kepada mereka yang mau mendengarkan. Adapun mereka yang tidak ingin mendengarkan, atau menolak pandangan ini, kami tidak akan menuduh mereka kafir, atau musyrik atau ahlul bid’ah. Kami tidak akan berperang melawan siapa pun, menyalahgunakan siapa pun, atau mencari dukungan dari siapa pun. Kami tidak takut ancaman dari siapa pun. Biarkan mereka sibuk sendiri dengan kesimpulan yang telah diambil oleh keintelekan pikiran mereka. Kami akan terus fokus menyampaikan pesan dari Allah dan Rasul-Nya untuk memenuhi tanggung jawab kami dengan cara yang Allah cintai.

Allah berfirman kepada Nabi Shollallohu ‘Alaihi wa Alihi wa Shohbihi wa Sallam:

فذكر إنما أنت مذكر . لست عليهم بمصيطر . إن إلينا إيابهم . ثم إن علينا حسابهم

Maka berilah peringatan, karena sesungguhnya kamu hanyalah orang yang memberi peringatan. Kamu bukanlah orang yang berkuasa atas mereka… Sesungguhnya kepada Kami-lah mereka kembali. Kemudian sesungguhnya kewajiban Kami-lah menghisab mereka. (Qur’an Surat Al-Ghashiyah: 21-22 dan 25-26).

Dan sekali lagi, Kewajibanmu tidak lain hanyalah menyampaikan (risalah). Kita telah diajari untuk menjawab kepada Allah dengan mengatakan:

إن تعذبهم فإنهم عبادك ۖ وإن تغفر لهم فإنك أنت العزيز الحكيم

Jika Engkau menyiksa mereka, maka sesungguhnya mereka adalah hamba-hamba Mu, dan jika Engkau mengampuni mereka, maka sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (Qur’an Surat Al-Maaida: 118).

Maka barangsiapa yang mengikutiku, maka sesungguhnya orang itu termasuk golonganku, dan barangsiapa yang mendurhakai aku, maka sesungguhnya Engkau, Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (Qur’an Surat Ibrahim: 36).

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah untuk fakta bahwa kita tidak melumuri tangan kita dengan darah orang Muslim. Semoga Allah juga membersihkan hati dan pikiran Kita sehingga kita tidak dimintai pertanggung jawaban atas perhitungananNya untuk setiap darah kaum muslim yang telah tertumpah, atau untuk setiap kehormatan kaum muslim yang telah dilanggar atau menempatkan ketakutan di hati orang-orang beriman. Demikian juga untuk menjaga lidah kita. Anda belum secara fisik memasuki pertempuran apapun tetapi Anda dapat diminta untuk menjelaskan apa yang Anda katakan. Seseorang mungkin berkata: “Si Fulan layak untuk dibunuh”, dan ia kemudian dapat diminta untuk menjelaskan perannya sebagai bagian dari orang yang sudah termasuk ‘pembunuh si fulan’.

Allah pasti mengetahui apa niat seseorang, dan kita tak bisa mengadili niat seseorang. Tugas kita hanya memberi peringatan bukan pengatur kehidupan mereka. Rasulullah tidak ikut campur mengatur atau mengontrol kehidupan manusia, bagaimana kita bisa? Allah berfirman,”Kamu bukanlah pengatur/ yang mengontrol mereka”.

Rasulullah ﷺ mengajari kita untuk berdoa di pagi dan petang hari:

بِسْمِ اللهِ الَّذِي لا يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيءٌ في الأَرْضِ ولا فِي السَّمَاءِ وهْوَ السَّميعُ العَلِيمُ

“Dengan Nama Allah, tiada di langit dan di bumi yang bisa mengganggu seseorang untuk menyebutkan NamaNya. Dia Maha Mendengar dan Maha Mengetahui”.

“Tidak di langit dan tidak di bumi..”. Tahukah anda apa maksudnya? Anda baca ini di pagi dan sore hari? Berimankah Anda atau kafir?, sholehkah Anda atau Munafiq?

Allah telah menunjukkan kepada kita apa metodologi kita dalam menghadapi kesulitan: “Jika kamu bersabar dan bertakwa, niscaya tipu daya mereka sedikitpun tidak mendatangkan kemudharatan kepadamu”. (Qur’an Surat Ali `Imran: 120).

Katakanlah: “Sekali-kali tidak akan menimpa kami melainkan apa yang telah ditetapkan Allah untuk kami. Dialah Pelindung kami, dan hanya kepada Allah orang-orang beriman harus bertawakal”. Katakanlah: “Tidak ada yang kamu tunggu-tunggu bagi kami, kecuali salah satu dari dua kebaikan? (Qur’ran Surat Al-Taubah: 51-52).

Alhamdulillah, Segala puji bagi Allah – segala sesuatu yang menanti kita adalah baik bagi kita. Setiap muslim memiliki kemampuan untuk memberikan nasihat, mengajar orang lain dan membantu mereka yang membutuhkan sehingga mereka harus melakukan apa yang mereka bisa, tulus karena Allah. Ini adalah tugas mereka tentang keprihatinan mereka terhadap urusan kaum muslimin. Dengan demikian mereka aman/ terhindar dari menjadi bagian dari masalah yang dihadapi umat atau menyebabkan lebih banyak masalah lagi.

Banyak dari Anda yang berada di tempat ini tidak tahu apa-apa tentang apa yang sedang terjadi di luar sana sampai anggota keluarga dari luar Tarim menghubungi Anda. Setelah mereka melihat apa yang telah terjadi pada berita dari media atau ketika beberapa dari pemerintah Anda meminta agar warganya pulang. Ini adalah hal yang Anda hanya mendengar tentang hal itu dari luar Tarim karena secara alami orang luar Tarim dipengaruhi oleh media, yang misinya adalah untuk mengguncang dan menakut-nakuti orang dan menyebarkan desas-desus palsu dan dengan berbuat demikian melayani Iblis. Orang-orang banyak yang telah menjadi benar-benar terpikat oleh tipu daya media.

Semoga Allah merahmati negara-negara tempat asal Anda yang ingin melindungi warganya. Ini adalah apa yang mereka yakini sebagai benar dan wajar bahwa mereka khawatir. Keputusan mereka didasarkan pada rasa takut dan khawatir atas keselamatan warganya bukan karena kuatnya iman dan ketenangan. Jika mereka merasa bahwa itu adalah demi kepentingan warga negara mereka untuk kembali ke tanah air dan rumah mereka masing masing dan jika mereka telah menyediakan sarana transportasi, semoga Allah membalas kebaikan dan perhatian mereka. Keluarga secara alami dipengaruhi oleh peristiwa ini dan ini adalah hal yang bisa dimaklumi dan dimaafkan.

Jadi jika seseorang ingin pergi, kami tidak akan mencegah mereka dan jika seseorang ingin tinggal, kami pun tidak akan mencegah mereka. Satu hal yang pasti, yakinlah bahwa pergolakan di hari ini akan berlalu.

Sementara itu tarim kami ini adalah tetap menjadi tempat yang paling aman di muka bumi. Tarim akan selalu berada dalam keadaan ketenangan tak terganggu karena fakta bahwa tempat kita yang tercinta ini senantiasa menerima perlindungan khusus dan perawatan dari Allah. Baik pasokan makanan, atau keselamatan atau ketenangan.

Jika kami tahu bahwa ada bahaya yang akan datang mengancam keselamatan ke salah satu dari Anda dalam urusan agama atau urusan duniawi Anda, kami akan menyuruh Anda dan meminta Anda untuk meninggalkan tempat ini, yang bagaimanapun, insyaa Allah tidak akan terjadi dengan kehendak Allah. Bahkan jika beberapa bahaya benar telah menimpa kami dan kami mengatakan kepada orang-orang untuk meninggalkan tempat ini maka mereka yang benar-benar jujur akan mengatakan: “Kami tidak akan mementingkan diri kami atas diri kalian”.

Biarkan dan marilah masing-masing dari Anda memutuskan bagaimana kita berurusan dengan peristiwa yang sedang berlangsung ini dan bagaimana ia berbicara kepada sanak saudara di rumah. dia tidak bisa, bagaimanapun, mengubah jalanNya dalam memenuhi kewajibannya dalam kehidupan ini karena peristiwa ini. Kita harus meyakinkan saudara-saudara kita bahwa jalan yang kita tempuh benar, tapi kami tidak ridha jika ada pelajar, guru atau pekerja untuk tetap berada di sini jika orangtuanya tidak ridha dengan itu. Kita harus memberikan setiap orang hak mereka. Rasulullah Shollallohu ‘Alaihi wa Alihi wa Shohbihi wa Sallam berpaling dari seseorang yang ingin melakukan jihad dengan dia karena fakta bahwa orang tuanya tidak ridha baginya untuk melakukannya. Ia berkata kepadanya: “Perjuangan Anda (jihad) adalah bersama dengan mereka” (orang tua)”. Semoga kalian mendapat Ridha Allah, Ridha orang tua dan ridha para guru.

Jika seseorang benar, Allah akan memungkinkan dia untuk meyakinkan orangtuanya untuk memungkinkan dia untuk tinggal disini. Kekhawatiran kalian untuk urusan umat Islam ini harus dinyatakan dalam doa dan memohon kepada Allah dan hadirkan hati ketika Anda mengingat-Nya. Jangan buang waktu Anda secara berlebihan dalam mengikuti berita pergolakan ini. Meski Anda memiliki peran untuk melakukannya. Anda harus fokus pada Al-Qur’an dan Sunnah dan studi Anda, apakah itu fiqh, tafsir, hadits atau tata bahasa. Biarkan hati Anda hadir dalam studi Anda karena itu adalah persiapan Anda untuk pertemuan dengan Allah.

Doa Penutup

Ya Rabb, ini adalah tanah dan negeri orang muslim, rumah-rumah orang muslim, bandara negeri muslim dan harta benda orang muslim yang sedang dihancurkan! Ini adalah kehormatan orang muslim yang dilanggar! Ini adalah darah orang muslim yang sedang ditumpahkan! Ini adalah wanita-wanita muslim dan anak-anak mereka yang sedang ketakutan! Apa penyebab dari ini semua?

Ya Allah, selamatkan muslimin dan muslimat dan angkat kesengsaraan yang menimpa mereka. Musuh-musuhMu dan pengikutnya telah memecah belah dan merusak persatuan kaum muslim, satukan kembali kaum muslim.

Semoga kami dan orang yang kami cintai selalu bersama KekasihMu dalam kehidupan ini, pada saat kematian, di Barzakh, dan pada hari kiamat. Dan semoga kami diizinkan bertemu dengannya Shollallohu ‘Alaihi wa Alihi wa Shohbihi wa Sallam, melihat beliau, untuk mencium tangannya, untuk bisa bersamanya, berada di baris yang sama dengannya, untuk mengikutinya dan menerima perawatan dan kasih sayangnya. Aku berlindung pada cahayaMu, bahwa siapa pun yang terhubung dengan kami, telah menghadiri pertemuan kami atau menerima pengetahuan dari kami untuk tidak dipisahkan darinya Shollallohu ‘Alaihi wa Alihi wa Shohbihi wa Sallam. Semoga kita bisa menatap wajahnya dan membiarkan dia menjadi orang yang memberi kita minum dari telagaMu bersama dengan `Ali dan Fatimah (semoga Allah meridhoi mereka).

Kabulkan suara dalam permohonan ini, dan angkat semuat pergolakan dan musibah ini. Pertemuan/ majlis ini lebih mulia daripada seluruh suara skuadron pesawat tempur. Semoga Allah menyelamatkan sekolah kaum muslim atau apa pun yang mereka miliki. Semoga Allah membimbing setiap orang yang mengatakan la ilaha ill’Allah. Pergilah dengan perlindungan Allah, semoga jalan Anda diterangi dan ketenangan bersama kalian. Jujur dengan Tuhan dan bekerja sama demiNya. Semoga kita termasuk orang-orang yang diterima olehNya. Segala puji milik Allah, Tuhan semesta alam.

Oleh: Sayyidil Habib Umar bin Hafidz, yang disampaikan dihadapan murid-muridnya dari 42 negara dalam menanggapi peristiwa pergolakan politik dan peperangan yang sedang melanda negeri Yaman, bertempat di Dar al-Mustafa, Tarim, 9 Jumadil Akhir 1436 / 29 Maret 2015. Ditulis ulang oleh FB Foto-Foto Habib.

الحبيب عمر : التعامل مع الأحداث والفتن وفق الهدي النبوي

Tulisan berjudul Inilah Nasehat Habib Umar bin Hafidz Dalam Menghadapi Pergolakan di Yaman terakhir diperbaharui pada Monday 6 April 2015 oleh Pejuang Ahlussunnah di Ngaji Yuk! - Kajian Ceramah Islam Ahlussunnah wal Jamaah.


One thought on “Inilah Nasehat Habib Umar bin Hafidz Dalam Menghadapi Pergolakan di Yaman

Post Comment