Ketua PCINU Yaman: Aktifitas WNI di Hadhramaut Masih Aman dan Kondusif

SHARE & LIKE:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •   
  •   
  •  

Konflik perang antara pemerintah Yaman dan Syi’ah Houtsy semakin memanas. Operasi “Badai Hazm” yang dimulai hari Kamis dini hari (26/03/2015) lalu kini memasuki hari keenam. Pemerintah Yaman dengan dibantu oleh koalisi negara-negara Arab yang dipimpin negara Arab Saudi masih melakukan penyerangan terhadap kelompok Syi’ah Houtsy hingga konflik tersebut melumpuhkan stabilitas ibukota Shana’a dan beberapa kota lainnya di Yaman Utara.

Demikian keterangan yang disampaikan oleh Arman Maliky (Abdul Rahman Malik), Ketua Tanfidziyah PCINU Yaman yang merupakan salah satu pelajar Universitas Al Ahgaff, Tarim, Provinsi Hadhramaut, Republik Yaman kepada stasiun Radio Republik Indonesia (RRI) Pro 3, Jakarta, Selasa siang (31/03/2015) ketika diwawancarai terkait kondisi Yaman.

Pada wawancara tersebut, Rani Indira selaku penyiar RRI menanyakan tentang keamanan WNI yang masih berada di Yaman secara umum.

“Mengenai keamanaan WNI di Yaman itu relatif tergantung posisi keberadaannya di kota mana, kalau di Hadhramaut, Yaman Selatan Alhamdulillah WNI masih aman dan aktifitas masih berjalan kondusif”, jawab Arman.

Disamping itu, lanjut Arman, Hadhramaut yang merupakan pusat tujuan belajar Syari’ah berasaskan Ahlussunnah wal Jama’ah oleh mayoritas orang Indonesia sampai saat ini masih stabil dan aman terkendali. Hal itu bisa terlihat dari aktifitas perkuliahan di Universitas Al Ahgaff kota Mukalla dan kota Tarim yang masih berjalan seperti biasa, juga Kegiatan Belajar Mengajar di Ribath Tarim (pondok pesantren), Darul Musthofa dan lainnya yang berada di Hadhramaut, khususnya kota Tarim.

Kabar akan dievakuasinya semua WNI oleh KBRI Sana’a sudah menyebar sejak sebulan lalu melalui surat edaran. Namun evakuasi itu ditujukan kepada WNI yang terancam keamanannya.

“Sementara sekitar 1500-2000-an Pelajar Indonesia yang tersebar di beberapa lembaga pendidikan kota Tarim memilih bertahan dikarenakan situasi dan kondisi masih aman-aman saja”, jelas Arman.

Bahkan Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Yaman yang berpusat sekretariat di kota Tarim masih bisa melakukan kajian ilmiah rutin membahas Fiqih Nawazil, Sabtu malam (28/03/2015). Dalam acara itu, PCINU Yaman juga menyempatkan do’a bersama untuk keselamatan dan keamanan semua WNI yang berada di Yaman.

Oleh: Abdul Rahman Malik, Ketua PCINU Yaman/ Lembaga Media dan Informasi NU Yaman.

Tulisan berjudul Ketua PCINU Yaman: Aktifitas WNI di Hadhramaut Masih Aman dan Kondusif terakhir diperbaharui pada Wednesday 1 April 2015 oleh Pejuang Ahlussunnah di Ngaji Yuk! - Kajian Ceramah Islam Ahlussunnah wal Jamaah.


Post Comment