Mengapa Berdiri Saat Mahalul Qiyam?

SHARE & LIKE:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •   
  •   
  •  

Sayyid Abu Bakar Syatha’ Al-Hasani -beliau keturunan Sultan Aulya Sayyid Abdul Qadir Al-Jailani- dalam kitabnya, I’aanuth Thalibin berkata;

“Telah menjadi kebiasaan saat orang-orang mendengar disebutkan kelahiran Nabi Muhammad Shollallahu ‘Alaihi Wasallam, mereka berdiri untuk memberikan penghormatan. Berdiri semacam ini dianggap bagus karena di dalamnya mengandung pengagungan terhadap Nabi, dan yang demikian telah dikerjakan oleh mayoritas ‘Alim Ulama yang pantas untuk diikuti.”

Habib Ahmad Kazim Al-Kaff pernah berkata, “Segala sesuatu yang di dalamnya terkandung penghormatan kepada Rasulullah adalah perkara baik. Seandainya loncat-loncat adalah mengangungkan Rasulullah, maka kita akan loncat-loncat saat Maulid. Namun nash dan tradisi Aslafunas Shalihin mengajarkan kita cukup berdiri disertai usaha maksimal menghadirkan Rasulullah di hadapan kita.”

Oleh: Habib Kazim bin Luqman Al-Kaff, Majelis Sayyidul Wujud Bandung.

Tulisan berjudul Mengapa Berdiri Saat Mahalul Qiyam? terakhir diperbaharui pada Friday 10 April 2015 oleh Pejuang Ahlussunnah di Ngaji Yuk! - Kajian Ceramah Islam Ahlussunnah wal Jamaah.


Post Comment