Nasehat Buya Yahya Dalam Mempersiapkan Diri Menyambut Ramadhan yang Dirindukan

SHARE & LIKE:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •   
  •   
  •  

Tak terasa kita sudah berada di hadapan bulan agung dan mulia. Bulan yang dirindukan kedatangannya oleh para kekasih Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dan hanya kekasih Allah-lah yang merindukan bulan mulia ini. Yang tidak pernah merindukannya tidak akan pernah merasa perlu untuk menyambutnya. Yang tidak rindu untuk menyambutnya tidak akan bisa memuliakannya. Dan yang tidak memuliakannya tidak akan dimuliakan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Jangan ada yang tertinggal di antara kita di bulan suci Ramadhan dari rombongan orang-orang pilihan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Jangan tunda esok hari, akan tetapi sekarang dan saat inilah waktunya kita untuk mempersiapkan diri menyambut bulan Ramadhan. Mengatur waktu kegiatan yang akan kita laksanakan di hari-hari Ramadhan. Kapan kita bekerja dan kapan kita beribadah. Jadwal harus kita buat atas dasar kerinduan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Mari kita sadari bahwa bulan Ramadhan ini adalah bulan mulia bulan Allah Subhanahu wa Ta’ala melipat-gandakan pahala amal kebaikan yang kita lakukan. Yang tidak menyadari kedatangan dan kemuliaan bulan Ramadhan ia akan keluar dari Ramadhan seperti orang yang tidak pernah memasuki bulan Ramadhan. Tidak mendapatkan pengampunan dan kemuliaan dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Itulah orang-orang celaka yang pernah disebutkan oleh Rasulullah Shollallohu ‘Alaihi wa Alihi wa Shohbihi wa Sallam.

Dan di saat kita sudah memasuki bulan Ramadan nanti, senantiasa hadirkanlah kemuliaan Ramadhan di hati kita dalam segala aktivitas kita. Kita perbanyak untuk bisa beri’tikaf di masjid. Jika kita tergolong orang yang sibuk dengan pekerjaan di pasar atau di kantor, jadikanlah sepanjang kita di dalam tugas pekerjaan tersebut senantiasa dalam dzikir kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Hal lain yang harus kita persiapkan untuk menyambut Ramadhan adalah persiapan hati yang lapang kepada sesama. Lebih khusus adalah kepada orang tua, suami, istri, kerabat dekat dan tetangga. Kelapangan dada itu adalah kunci untuk mewujudkan keindahan kita dalam beribadah di bulan Ramadhan. Adanya rasa saling mencintai karena Allah Subhanahu wa Ta’ala baik itu antara suami istri, tetangga atau yang lainnya. Hal ini akan mempermudah untuk melakukan amal baik bersama dalam kebersamaan.

Kedengkian hanya akan menghadirkan gunjingan dan kebencian yang akan menjadikan hidup ini tidak nyaman. Lapar dan dahaga di siang hari bulan Ramadhan akan semakin terasa berat jika dibarengi dengan hati yang saling membenci dan permusuhan.

Alangkah tepatnya jika bulan Ramadhan kita jadikan bulan untuk memulai segala keindahan dan mengakhiri segala kebencian dan permusuhan.

Wallahu a’lam bishshowab.

Oleh: Buya Yahya, Pengasuh Lembaga Pengembangan Dakwah Al Bahjah Cirebon.

Baca juga: Kumpulan Kajian Islam Persiapan Puasa Ramadhan, Tarawih, Witir, Zakat Fitrah, dan yang Terkait.

Tulisan berjudul Nasehat Buya Yahya Dalam Mempersiapkan Diri Menyambut Ramadhan yang Dirindukan terakhir diperbaharui pada Friday 24 April 2015 oleh Pejuang Ahlussunnah di Ngaji Yuk! - Kajian Ceramah Islam Ahlussunnah wal Jamaah.


One thought on “Nasehat Buya Yahya Dalam Mempersiapkan Diri Menyambut Ramadhan yang Dirindukan

Post Comment