Kenapa Hilal Bulan Baru Minimal Diharuskan 2 Derajat?

SHARE & LIKE:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •   
  •   
  •  

Pertanyaan:

Assalamu ‘Alaikum WR. WB.

Buya Yahya saya mau nanya masalah Ru’yah, apakah ada hadits yang menerangkan ukuran Hilal minimal 2 derajat dari permukaan bumi? Setahu saya ada hadits yang berbunyi “Berpuasalah kamu karena melihat bulan dan berbukalah kamu karena melihat bulan pula, apabila cuaca mendung maka sempurnaknlah bulan Sya’ban menjadi 30 hari.” Apakah hadits tersebut ada kriteria tentang ukuran-ukuran bulan berapa derajat untuk menentukan awal bulan baru, atas jawabanya saya ucapkan terima kasih.

Wa’alaikum Salam WR. WB.

Buya Yahya Menjawab:

Telah jelas riwayat dari Rasulullah SAW bahwa pergantian bulan adalah ditandai dengan hilal atau sering dikenal Ru’yatul Hilal, seperti disebutkan oleh Rasulullah:

صُوْمُوْا لِرُؤْيَتِهِ وَأَفْطِرُوْا لِرُؤْيَتِهِ

Dan hal ini amatlah sederhana, tidak pelik dan rumit bisa kita katakan tanpa syarat, tidak perlu keahlian ilmu yang khusus itulah kemudahan syariat Islam dan kemudian ilmu cara melihat bulan itu berkembang. Diupayakan oleh para Ulama dalam menentukan Hilal awal bulan dengan memadukan ilmu Falak/ Hisab. Maka penjelasan dari mereka para Ulama tentang cara Ru’yatul Hilal yang semula tidak bersyarat menjadi bersyarat (seperti minimal 2 derajat sebab jika kurang dari 2 derajat tidak mungkin hilal terlihat) dan kalau kita perhatikan syarat-sayarat yang disebutkan oleh pakar ilmu Falak tentang cara melihat Hilal tidak bertentangan dengan hakikat cara melihat Hilal yang alami (mata telanjang), bahkan syarat-syarat tersebut lebih mempunyai makna membantu, menjelaskan dan mengukuhkan cara melihat Hilal secara alami, jadi syarat-syarat tersebut sangatlah boleh untuk kita patuhi dan kita dengar.

Wallahu A’lam Bish-Showab.

Oleh: Buya Yahya, Pengasuh Lembaga Pengembangan Dakwah Al Bahjah Cirebon.

Tulisan berjudul Kenapa Hilal Bulan Baru Minimal Diharuskan 2 Derajat? terakhir diperbaharui pada Wednesday 3 June 2015 oleh Pejuang Ahlussunnah di Ngaji Yuk! - Kajian Ceramah Islam Ahlussunnah wal Jamaah.


Post Comment