KH Idrus Ramli Umumkan Pencalonan Diri Sebagai Ketua Umum PBNU Periode 2015-2020

SHARE & LIKE:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •   
  •   
  •  

Pejuang Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja) yang juga Rais Syuriyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kencong, Jember, Jawa Timur dan Anggota Dewan Pakar Aswaja Center Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Muhammad Idurs Ramli, akhirnya mengumumkan pencalonan dirinya sebagai Ketua Umum PBNU periode 2015-2020. Kiai Idrus menyatakan hal itu pada konferensi pers, di Media Center Muktamar ke-33 Nahdlatul Ulama, di Jombang, Senin (3/8/2015).

Menurut Kiai Idrus, dirinya sudah mendapatkan dukungan dari para kiai sepuh. “Latar belakang pencalonan saya sebagai Ketua Umum Tanfidziyah PBNU, karena pada tiga bulan lalu kami bertemu beberapa para kiai, dan disampaikan kepada saya bahwa NU perlu diselamatkan,” jelasnya.

Alumni Pondok Pesantren Sidogiri Pasuruan ini pun menegaskan bahwa saat ini para pengurus di PBNU sibuk dengan urusan yang bukan berkaitan dengan Nahdlatul Ulama (NU) dan aqidah Aswaja yang diusung oleh NU.

“NU mengalami pengeroposan aqidah yang dilakukan pihak penghancur NU. Hal itu yang menjadikan saya maju. Para kiai sangat prihatin terhadap oknum-oknum yang membelokkan NU di luar paham Ahlussunnah wal Jamaah,” katanya.

Kiai Idrus menyatakan sudah melakukan istikhoroh dan meminta petunjuk dan nasihat para kiai yang dekat dengannya untuk juga melakukan istikhoroh.

“Ini dasar saya..,” kata Kiai yang sering berhadapan dengan Wahabi Salafi, HTI, dan Syiah.

Kiai Idrus mengaku pencalonan dirinya sebagai Ketua Umum PBNU karena memiliki cita-cita ingin menjadikan NU sebagai poros Aswaja Indonesia maupun di dunia. NU yang berpijak dengan Qonun Asasi Hadratusy Syaikh KH Muhammad Hasyim Asy’ari. Ia juga berkeinginan menjadikan NU yang murni dakwah, pendidikan, dan sosial.

“Saya akan menjadikan pendidikan dari pesantren sekolah-sekolah NU menjadi pemimpin,” kata Kiai Idrus.

Pengumuman pencalonan ini menjadikan kandidat Ketua Umum PBNU bertambah. Kiai Idrus Ramli nantinya akan bersaing dengan 4 kandidat lainnya seperti KH Said Aqil Siradj, KH As’ad Said Ali, KH Salahuddin Wahid, dan KH Muhammad Adnan. Silahkan simak Profil Singkat 4 Calon Ketua Umum PBNU Periode 2015-2020 lainnya.

KH Muhammad Idrus Ramli Deklarasi Pencalonan Ketua Umum PBNU 2015-2020

Profil Singkat KH Muhammad Idrus Ramli

KH Muhammad Idrus Ramli, lahir di Jerreng Barat, Gugut, Rambipuji, Jember, pada 1 Juli 1975. Pada masa kecilnya, ia belajar al-Qur’an, tajwid, dasar-dasar agama dan gramatika Arab kepada Kiai Nasyith di Pondok Pesantren Nashirul Ulum, selain menamatkan SDN Gugut I tahun 1986. Ia kemudian melanjutkan belajar ke Pondok Pesantren Sidogiri Pasuruan (1986-2004) dengan menamatkan Ibtidaiyah (1990), Tsanawiyah (1994) dan Aliyah (1997). Tahun 1994, beliau ditugasi untuk mengajar di Madrasah Aliyah Pondok Pesantren Darut Tauhid Injelan Panggung Sampang Madura.

Ketika di pesantren sejak 1996-2003, Kiai Idrus Ramli aktif di Lembaga Bahtsul Masail PCNU Kabupaten Pasuruan. Tahun 2002-2004 aktif di kajian RMI Cabang Kabupaten Pasuruan. Setelah keluar dari Pondok Pesantren Sidogiri pada 2004, Kiai Idrus Ramli diangkat menjadi Sekretaris Lembaga Bahtsul Masail PCNU Jember periode 2004-2009, sambil mengajar di Pondok Pesantren Nurul Islam Antirogo Jember. Kemudian di tahun 2005, beliau mengajar di Pondok Pesantren Nurul Musthafa Benua Lima Amuntai Hulu Sungai Utara Kalimantan Selatan. Pada tahun 2007-2012, beliau diangkat menjadi anggota Lajnah Ta’lif wa an-Nasyr (LTN) NU Jawa Timur. Dan pada tahun 2008- 2013, beliau diangkat menjadi Ketua Lajnah Ta’lif wa an-Nasyr dan Sekretaris Lembaga Bahtsul Masail NU Kencong, Jember, Jawa Timur.

Sejak mengajar di pesantren 1998, KH Muhammad Idrus Ramli sering mengisi pelatihan kaderisasi Ahlussunnah Wal-Jama’ah yang disebut ANNAJAH (istilah ASWAJA di Pondok Pesantren Sidogiri). Setelah keluar dari pesantren, beliau sering mengisi acara-acara seminar, halaqah dan pelatihan ASWAJA di beberapa cabang NU di Jawa Timur dan Jawa Tengah. Aktif juga dalam diskusi dua bulanan di Institut Pemikiran dan Peradaban Islam (INPAS) Surabaya.

Selain sebagai aktivis NU, Kiai Idrus Ramli juga dikenal sebagai sosok penulis yang banyak melahirkan karya-karya fenomal. Pengalaman tulis menulis yang ia miliki dimulai sejak menjadi staf redaksi Majalah Ijtihad (1995-1996), Pemimpin Redaksi Majalah Ijtihad (1997), Pemimpin Umum Buletin Istinbath (1998-2001), dan Pemimpin Redaksi Jurnal TAMASYA (2003), di Pondok Pesantren Sidogiri. Beliau juga aktif menulis di beberapa media seperti Majalah Santri (RMI), Aula (NU Jawa Timur), Jurnal al-Insan Jakarta, Buletin Sidogiri, Jurnal Maktabatuna (Pondok Pesantren Sidogiri), Majalah Aschol (Pondok Pesantren Syaikhona Kholil Demangan Bangkalan), Majalah Khittoh (NU Jember) dan lain-lain. Pada tahun 2008-2013, beliau menjadi Pemimpin Redaksi Majalah Milenia ASWAJA (NU Rencong).

Kiai Idrus Ramli juga sangat aktif menghasilkan buku-buku keislaman khususnya yang mengangkat tema firqah atau faham-faham di luar ahlussunnah wal jama’ah guna membentengi umat dari firqah sempalan. Diantara buku yang sudah diterbitkan antara lain: Buku Pengantar Sejarah Ahlusunnah Wal Jama’ah, Benarkah Tahlilan & Kenduri Haram? (2012), Jurus Ampuh Membungkam HTI (2012), Hizbut Tahrir dalam Sorotan, Debat Terbuka Sunni vs Wahabi di Masjidil Haram, Jawaban terhadap Majalah Qiblati (2011), Buku Pintar Berdebat Dengan Wahhabi (2010), Kiai NU atau Wahabi yang Sesat Tanpa Sadar?, Membedah Bid’ah & Tradisi dalam Perspektif Ahli Hadits & Ulama Salafi, Madzhab Al-Asy’ari Benarkah Ahlussunnah Wal-Jama’ah?, dan lain sebagainya.

(Berbagai sumber)

Tulisan berjudul KH Idrus Ramli Umumkan Pencalonan Diri Sebagai Ketua Umum PBNU Periode 2015-2020 terakhir diperbaharui pada Monday 3 August 2015 oleh Pejuang Ahlussunnah di Ngaji Yuk! - Kajian Ceramah Islam Ahlussunnah wal Jamaah.


Post Comment