Kisah Hikmah: Nabi Ibrahim Dibakar Oleh Raja Namrudz

SHARE & LIKE:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •   
  •   
  •  

بسم الله الرحمن الرحيم الحمد لله رب العالمين وصلى الله على سيدنا محمد النبي الأمي وآله الطاهرين وصحابته أجمعين

Dikisahkan ketika Nabi Ibrahim ‘alaihissalam dilemparkan ke dalam api oleh Raja Namrudz, maka semua langit dan bumi ini gemuruh dan menjerit. Semua makhluk Allah subhanahu wa ta’ala termasuk para malaikat dan juga makhluk Allah yang ada di muka bumi ini menjerit, kecuali hanya 2 jenis makhluk Allah saja yang tidak dapat mendengarnya, yaitu jin dan manusia. Para malaikat dan makhluk Allah ini khawatir bagaimana kalau Nabi Ibrahim ‘alaihissalam ini sampai meninggal sehingga Raja Namrudz akan bangga dan bahagia. Mereka pun berkata kepada Allah,

Ya Allah, kalau sampai Nabi Ibrahim ‘alaihissalam ini terbunuh oleh tangannya Namrud maka di muka bumi ini tidak akan ada lagi yang menyembahMu kecuali dia (Ibrahim)“.

Kemudian Allah subhanahu wa ta’ala menjawab, “Kalau memang Nabi Ibrahim ini meminta pertolongan kepada kalian wahai malaikat, meminta pertolongan kepada selain Allah ta’ala, dan dia memanggilmu maka tolonglah dia. Tapi, jika ia hanya memanggil namaKu (Allah ta’ala), itu bukan urusan kalian, Saya yang lebih tahu bagaimana cara menyelamatkan Nabi Ibrahim ‘alaihissalam“.

Dalam kisah Nabi Ibrahim ‘alaihissalam ini, Allah subhanahu wa ta’ala mempunyai skenario kenapa Allah ta’ala membiarkan Nabi Ibrahim ‘alaihissalam bisa ditangkap dan dilemparkan ke dalam api oleh Raja Namrudz. Padahal Allah subhanahu wa ta’ala itu berkuasa dan mampu menyembunyikan Nabi Ibrahim ‘alaihissalam dari mata Raja Namrudz, sebagaimana Allah ta’ala bisa menyembunyikan Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa alihi wa shohbihi wa sallam dari matanya orang-orang kafir. Mengapa demikian? Karena Allah subhanahu wa ta’ala ingin menunjukan kepada Raja Namrudz dan kaumnya bahwa ada kekuasaan di atas kekuasaan semua manusia termasuk kekuasaan Raja Namrudz itu sendiri. Jadi, Allah subhanahu wa ta’ala memang membuat skenario agar Nabi Ibrahim ‘alaihissalam bisa ditangkap karena Allah ta’ala ingin menunjukan bahwasanya kekuasaanNya itu jauh lebih besar daripada kekuasan Raja Namrudz tersebut.

Setelah ditangkap, Nabi Ibrahim ‘alaihissalam kemudian dilemparkan dan dimasukan ke dalam api yang sudah disediakan oleh Raja Namrudz untuk membakar dirinya. Ketika dicampakan ke dalam api yang menyala-nyala, Nabi Ibrahim ‘alaihissalam mengucapkan kalimah Hasbunallah wa ni’mal wakil (Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung). Subhanalloh, dengan izin kekuasaan Allah, Nabi Ibrahim ‘alahissalam yang ada di dalam kobaran api tersebut sama sekali tidak terbakar, bahkan satu helai rambut pun api itu tidak mampu membakarnya. Raja Namrudz dan kaumnya pun terheran-heran melihat kejadian aneh tersebut. Inilah salah satu kekuasaan Allah subhanahu wa ta’ala yang sangat luar biasa, sebagaimana firman Allah ta’ala:

قُلْنَا يَا نَارُ كُونِي بَرْدًا وَسَلامًا عَلَى إِبْرَاهِيمَ

Kami berfirman: “Hai api, menjadi dinginlah, dan menjadi keselamatanlah bagi Ibrahim” (Qur’an Surat Al-Anbiya: 69).

Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa alihi wa shohbihi wa sallam juga diriwayatkan menyebut-nyebut kalimah Hasbunallah wa ni’mal wakil ketika di dalam peperangan (Badar), sehingga Allah memberikan kememangan kepada baginda shollallohu ‘alaihi wa alihi wa shohbihi wa sallam, seperti disebutkan dalam al-Qu’ran:

الَّذِينَ قَالَ لَهُمُ النَّاسُ إِنَّ النَّاسَ قَدْ جَمَعُوا لَكُمْ فَاخْشَوْهُمْ فَزَادَهُمْ إِيمَانًا وَقَالُوا حَسْبُنَا اللَّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلُ

“(Yaitu) orang-orang (yang menta’ati Allah dan Rasul) yang kepada mereka ada orang-orang yang mengatakan: “Sesungguhnya manusia telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, karena itu takutlah kepada mereka”, maka perkataan itu menambah keimanan mereka dan mereka menjawab: “Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung”. (QS Ali Imran:173).

Para sahabat yang menjadi bala tentaranya Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa alihi wa shohbihi wa sallam, yang ketika itu ditunjukan bahwa bala tentaranya orang-orang kafir itu lebih besar dan lebih banyak jumlahnya dari mereka, maka ini justru menambah keimanan mereka dan membuat para sahabat ini menjadi lebih berani. Semakin banyak bala tentaranya orang kafir maka akan semakin berani dan gigih para sahabat Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa alihi wa shohbihi wa sallam. Hasbunalloh wa ni’mal wakil, itulah semboyan yang didengungkan oleh para sahabat Rasulullah dalam menghadapi bala tentara orang-orang kafir sehingga mental para sahabat Rasulullah sudah menang sebelum maju berperang.

Dari uraian kisah di atas, kita dapat mengambil pelajaran penting. Kita sebagai hamba Allah subhanahu wa ta’ala tidak perlu takut dan gentar kepada siapapun yang kita hadapi karena kita masih punya Allah subhanahu wa ta’ala, dan sandarkan semua itu kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Di dalam kita  berikhtiar dan berusaha atau melakukan suatu tindakan, jangan pernah sekali-kali kita melupakan bahwasanya kemenangan, kejayaan, kebahagiaan, dan kesuksesan kita adalah dari Allah subhanahu wa ta’ala, Tuhan Yang Maha Berkuasa, Yang Maha Memberi Pertolongan, Maha Melindungi dan Maha Mengasihi.

Oleh: Sayyidil Habib Alwi bin Ali Al Habsyi, yang disarikan dari kajian rutin taklim Ahad pagi, pada 9 Agustus 2015, bertempat di Ma’had Darul Ilmi wad Da’wah Al Hidayah Surakarta.

HADIRILAH, IKUTILAH, DAN SYIARKANLAH:

Majelis Kajian Ahad Pagi Majelis Ta’lim Al Hidayah Solo binaan Sayyidil Habib Alwi bin Ali Al Habsyi, yang diadakan rutin setiap hari Ahad, pukul 08.30 WIB (Pagi), bertempat di Ma’had Darul Ilmi wad Da’wah Al Hidayah, Jl. Kaliwidas 2 Metrodanan, Pasar Kliwon, Surakarta (timur SD Islam Diponegoro Surakarta), dengan materi kajian:

  1. Fiqih: Kitab Sullamut Taufiq oleh Ustadz Nanang
  2. Sunnah Nabawi: Kitab Riyadhus Sholihin oleh Guru Mulia Sayyidil Habib Alwi bin Ali Al Habsyi
  3. Dzikir: Kitab Syarah Ratibul Haddad oleh Ustadz Abdullah Alkaf.

TERBUKA UNTUK UMUM DAN KHUSUS PRIA.

Tulisan berjudul Kisah Hikmah: Nabi Ibrahim Dibakar Oleh Raja Namrudz terakhir diperbaharui pada Sunday 9 August 2015 oleh Pejuang Ahlussunnah di Ngaji Yuk! - Kajian Ceramah Islam Ahlussunnah wal Jamaah.


Post Comment