Datangi MUI Pusat, Syekh Ali Jaber Minta Bimbingan dan Mohon Maaf Kepada Umat Islam Indonesia

SHARE & LIKE:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •   
  •   
  •  

Pada Selasa kemarin (29/9/2015), Ketua Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat yang juga Wakil Ketua Lembaga Bahtsul Masail (LBM) PBNU KH Muhammad Cholil Nafis menerima tamu Syeikh Ali Jaber di Kantor MUI Pusat. Kiai Cholil Nafis menyampaikan bahwa kedatangan Syekh Ali Jaber tersebut untuk menjelaskan isi ceramahnya yang sempat menimbulkan polemik di masyarakat beberapa waktu lalu (Baca: Meluruskan Pemahaman Syeikh Ali Jaber Tentang Qurban dan Video: Meluruskan Kesalahpahaman Syekh Ali Jaber Seputar Qurban).

Menurut Kiai Cholil, ada beberapa hal yang disampaikan Syekh Ali Jaber.

Pertama, Syekh Ali Jaber meminta arahan dan bimbingan kepada MUI terkait aktivitas dakwahnya di Indonesia. “Meminta arahan dan bimbingan MUI berkenaan dengan aktifitas dakwahnya di Indonesia. Jika ada kesalahan siap memperbaiki,” kata dia.

Kedua, Syekh Ali Jaber meminta maaf kepada MUI dan Umat Islam di Indonesia jika ada kata-kata yang meresahkan. Memang menurut Cholil, dengan latar belakangnya yang berasal dari Madinah bisa terjadi kesalahpahaman atas pemilihan kata yang dilakukan Syekh Ali Jaber yang kini sudah menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) sejak 2011. “Mungkin karena tak begitu fasih bahasa Indonesia sehingga ucapannya bisa disalahpahami.,” kata dia.

Kiai Cholil menyarankan agar Syekh Ali Jaber menggunakan tutur kata yang lebih halus dan lebih bijak sesuai dengan budaya Indonesia.

“Ya mungkin harus lebih halus dan disesuaikan dengan budaya Indonesia. Tutur katanya mungkin belum pas, jadi ada salah paham. Harus lebih halus dan lebih bijak,” ujar Cholil.

Ketiga, tidak ada niatan Syekh Ali Jaber berkenaan dengan ucapannya untuk mendiskreditkan masyarakat muslim Indonesia. “Hal itu semata-mata menirukan apa yang pernah didengarnya,” lanjut Cholil.

Keempat, soal tawassul dan qurban tak ada niat untuk masuk masalah khilafiyah. “Kalau ada ucapan yang berbeda pendapat mohon diluruskan oleh MUI dan asatidz,” terang Cholil.

Kelima, siap melakukan dan bekerjasama dengan siapapun khsususnya dengan para asatidz demi persatuan umat Islam dan menyebar dakwah yang damai.

Kiai Cholil yang mewakili MUI Pusat menyarankan Syekh Ali Jaber untuk menghindari masalah khilafiyah dalam berdakwah.

“Kami menyarankan dalam berdakwah menghindari khilafiyah, ya silakan dia mempunyai dalil tapi jangan sampai menjadi kontra produktif,” tutur Cholil.

Dan berikut adalah penjelasan lengkap KH Muhammad Cholil Nafis terkait polemik ceramah Syekh Ali Jaber, sebagimana tertulis dalam akun Facebooknya:

Walhamdulillah tadi siang (Rabu, 29 September 2015) saya di MUI Pusat menerima tamu Syaikh Ali Jabir berkenaan dengan beberapa polemik di sosial media. Syaikh Ali Jabir menyatakan beberapa hal kepada MUI:

  1. Meminta arahan dan bimbingan MUI berkenaan dengan aktifitas dakwahnya di Indonesia. Jika ada kesalahan siap memperbaiki.
  2. Mohon maaf kepada MUI dan masyarakat Indonesia jika ada kata-kata yang meresahkan. mungkin karena tak begitu fasih bahasa Indonesia sehingga ucapannya bisa disalahpahami.
  3. Tidak ada niatan berkenaan dengan ucapannya untuk mendiskreditkan masyarakat muslim Indonesia. Hal itu semata-mata menirukan apa yang pernah didengarnya.
  4. Soal tawassul dan qurban tak niat untuk masuk masalah khilafiyah sehingga kalau ucapan yang berbeda pendapat mohon diluruskan oleh MUI dan asatidz.
  5. Siap melakukan dan bekerjasama dengan siapapun khsususnya dengan para asatidz demi persatuan umat Islam dan menyebar dakwah yang damai.

Inilah poin-poin Silaturrahim Syaikh Ali Jabir dengan Pengurus Komisi Dakwah yg baru saja dikukuhkan.

MUI menyambut baik dan menghargai ketulusan Syaikh Ali Jabir yang dengan tawadhu’ meminta bimbingan kepada MUI dan memohon maaf kepada masyarakat. Akhlak da’i harus menjadi teladan kepada umat. Mudah-mudahan antar da’i dapat saling mengingatkan dengan cara yang baik dan sopan sehingga tidak membingungkan umat.

Ketua Komisi Dakwah MUI Pusat

Cholil Nafis, Ph D.

Keterangan Foto: Ketua Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat yang juga Wakil Ketua LBM PBNU KH Muhammad Cholil Nafis, Ph.D bersama Syeikh Ali Jaber saat berada di Kantor MUI Pusat pada Selasa (29/9/2015).

(Berbagai sumber)

Tulisan berjudul Datangi MUI Pusat, Syekh Ali Jaber Minta Bimbingan dan Mohon Maaf Kepada Umat Islam Indonesia terakhir diperbaharui pada Thursday 1 October 2015 oleh Pejuang Ahlussunnah di Ngaji Yuk! - Kajian Ceramah Islam Ahlussunnah wal Jamaah.


Post Comment