Bersegeralah Beramal Shaleh Sebelum Datang 7 Perkara Ini

SHARE & LIKE:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •   
  •   
  •  

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ، اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَصَلَّى اللّٰهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ النَّبِيِّ الْأُمِّيِّ وَآلِهِ الطَّاهِرِيْنَ وَصَحَابَتِهِ أَجْمَعِيْنَ. عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللّٰهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُوْلُ اللّٰهِ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم قَالَ: بَادِرُوْا بِالْأَعْمَالِ سَبْعاً، هَلْ تَنْتَظِرُوْنَ إِلاَّ فَقْراً مُنْسِياً، أَوْ غِنًي مُطْغِياً، أَوْ مَرَضاً مُفْسِداً، أَوْهَرَماً مُفْنِداً، أَوْ مَوْتاً مُجْهِزاً، أَوِ الدَّجَّالَ فَشَرُّ غَائِبٍ يُنْتَظَرُ، أَوِ السَّاعَةَ فَالسَّاعَةُ أَدْهَى وَأَمَرُّ . (رَوَاهُ التِّرْمِذِيُّ وَقَالَ: حَدِيْثٌ حَسَنٌ)

Dari Abu Hurairah Radhiyallohu ‘Anhu bahwasanya Rasulullah Shollallohu ‘Alaihi wa Alihi wa Shohbihi wa Sallam bersabda:

بَادِرُوْا بِالْأَعْمَالِ سَبْعاً

“Bersegeralah kalian untuk melakukan amal shaleh sebelum datangnya 7 perkara”.

Apa saja ketujuh perkara tersebut? Kalau sudah datang 7 perkara ini akan sulit bagi kita untuk beramal shaleh. Selagi sekarang ini kita masih bisa melakukan amal shaleh, masih diberikan kesehatan, masih muda dan kuat, maka kerjakanlah amal shaleh.

Apakah 7 perkara yang dimaksud yang disabdakan oleh Rasulullah Shollallohu ‘Alaihi wa Alihi wa Shohbihi wa Sallam?

Perkara pertama adalah apa yang kalian tunggu apakah kalian menunggu datangnya kemiskinan yang dapat melupakan Allah? Orang miskin, tidak punya harta, tidak punya uang, tidak punya makanan, maka ia akan disibukan dalam mencari harta, uang, makanan sehingga ia pun lupa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, lupa dengan shalatnya, shalat akan ditunda-ditunda dan diundur-undur, yang penting baginya adalah urusan perut terlebih dahulu. Kemisikinan itu bisa mendekati kepada kekufuran. Oleh karena itu, Nabi mengingatkan kita apakah kita akan menunggu sampai datangnya kemiskinan baru beramal shaleh?

Pertanyaannya, kenapa yang didahulukan oleh Nabi Shollallohu ‘Alaihi wa Alihi wa Shohbihi wa Sallam itu kemiskinan bukan yang lainnya? Ini dikarenakan apa yang ada dibenak seseorang sekarang ini adalah takut miskin, hampir semua orang seperti itu. Saat ini orang mencari pekerjaan yang ditakutkan apa? Miskin. Padahal rizki itu sudah dijamin oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala, dalam firmanNya:

 وَمَا مِن دَابَّةٍ فِي الْأَرْضِ إِلَّا عَلَى اللّٰهِ رِزْقُهَا ﴿سورة هود:٦

“Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya”, (Quran Surat Hud: 6).

Rizki itu sudah dijamin oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Tidak ada yang melata di muka bumi ini kecuali Allah Ta’ala sudah dijaminkan rizkinya. Itu namanya Ar-Rizqil ‘Am (الرزق العام) atau rizki yang sifatnya umum sebelum mendapatkan Ar-Rizqil Khosh (الرزق الخاص) atau rizki yang sifatnya khusus. Kalau tholabul ilm (menuntut ilmu) akan mendapatkan 2 rizki, yaitu Rizqil ‘Am dan Rizqil Khosh, sebagaimana dikatakan oleh Imam Al-Haddad bahwa orang yang menuntut ilmu itu akan mendapatkan rizki khusus setelah ia mendapatkan rizki yang secara umum.

Jadi kalau Allah sudah tetapkan seseorang itu mendapatkan rizki hari ini misalkan Rp. 50.000 maka yang ia dapatkan pun nantinya sebesar itu meski bagaimanapun kerasnya ia berusaha mencari rizki kecuali kalau orang tersebut taat kepada Allah. Kalau seseorang itu taat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, suka menyambung silaturahmi, suka melaksanakan shalat, dan dzikir kepada Allah Ta’ala, serta beramal shaleh dan banyak bersedekah maka Allah akan menambahkan rizki untuknya. Apa yang sudah Allah tentukan dan kehendaki akan ditambah oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala rizkinya. Jadi kita jangan menunggu miskin terlebih dahulu kalau kita ingin melakukan amal shaleh. Jangan kau tunggu itu tapi bersegerelah beramal shaleh selagi kamu bisa melakukannya.

Yang kedua, ataukah kalian hanya menunggu kekayaan yang dapat menimbulkan kesombongan? Lihatlah orang kaya seringkali lupa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Ketika ia miskin pergi ke masjid naik sepeda onthel, datangnya pertama kali, sebelum masjid adzan ia sudah hadir di dalam masjid. Kemudian ia bekerja dan mendapatkan rizki sehingga mampu membeli sepeda motor. Ia pun datang ke masjid naik sepeda motornya pas waktunya saat adzan berkumandang. Ia pun semakin kerja keras hingga akhirnya dapat membeli sebuah mobil. Setelah dapat mobil, istrinya bertanya kepadanya kenapa ia belum pergi ke masjid untuk menunaikan shalat? Ia pun beralasan karena ke masjidnya naik mobil sehingga ia merasa dirinya tidak mungkin akan terlambat ke masjid. Alhasil karena mengundur-undur ia pun telat datang ke masjid bahkan seringkali tidak hadir di masjid. Padahal sebelumnya ketika ia miskin yang hanya mempunyai sepeda onthel, ia rajin datang jamaah shalat di masjid bahkan hadir sebelum dikumandangkannya adzan.

Yang ketiga, ataukah kalian hanya akan menunggu yang namanya sakit yang dapat merusak diri kalian sendiri? Kalau kita sehat kita dapat pergi ke masjid atau majelis taklim dengan tegap. Ibadah shalat pun maksimal bisa berdiri sempurna, juga bisa melaksanakan ibadah puasa, haji dan umrah, serta amalan shaleh lainnya dengan baik, seperti mengaji Qur’an dengan matanya yang jelas tidak ada gangguan, telinga yang masih sehat dan pikiran yang terang. Tapi lihatlah ketika kita sudah sakit, sudah berumur tua, apa yang bisa dilakukan? Mau pergi ke masjid berjalan sedikit saja sudah menggeh-menggeh alias sesak nafas, mau mengaji Qur’an sudah tidak jelas matanya sehingga kesulitan dalam membaca al-Qur’an, dan lain sebagainya.  Apakah ini yang kalian tunggu?

Yang keempat, ataukah kalian menunggu masa tua yang sudah melemah? Ketika kita sudah tua tidak bisa berbuat apa-apa lagi, tidak banyak yang dapat kita lakukan. Kondisinya sudah sangat lemah sehingga mau berbuat apapun susah. Inikah yang kalian tunggu-tunggu?

Yang kelima, ataukah yang ditunggu oleh manusia itu yang namanya kematian yang akan datang dengan segera dan menyudahi segala-galanya?. Ketahuilah yang namanya kematian itu tidak menunggu seseorang harus berumur tua terlebih dahulu, tidak menunggu rambut harus beruban dulu, tidak menunggu penglihatan matanya menjadi kabur dahulu, tetapi kematian bisa terjadi kapanpun, dimanapun, dan dalam kondisi apapun bahkan dalam keadaan sehat dan muda pun kematian dapat menghampirinya. Coba kita tengok saja sekarang ini banyak para pemuda yang sehat bugar tahu-tahu meninggal dunia dengan berbagai sebabnya. Mumpung selagi kita sekarang ini masih diberi kesempatan hidup sebelum ajal datang maka bersegeralah untuk melakukan amal shaleh.

Kita jangan menunggu datangnya kematian baru berkeinginan beramal shaleh. Setelah datangnya kematian, setelah orang itu meninggal dunia, ia akan meminta kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, “Ya Allah, hidupkan saya kembali meski hanya 1 menit saja untuk bertobat”. Allah menjawab tidak bisa, tidak mungkin. Kalaupun Allah kabulkan ia dihidupkan kembali meski 1 detik pun maka ia akan kembali seperti semula yang melakukan maksiat yang sama. Dibelakang mereka yang sudah meninggal adalah alam kubur atau alam barzakh sampai hari kebangkitan tiba.

Yang keenam, ataukah yang kalian tunggu yang namanya Dajjal? Dajjal ini adalah makhluk Allah dari Bani Adam yang merupakan sejelek-jelek orang yang akan ditunggu. Berbeda dengan Imam Mahdi dan Nabi ‘Isa yang merupakan sebaik-baik manusia yang akan ditunggu.

Yang terakhir atau ketujuh, ataukah kalian menunggu yang namanya Hari Kiamat dimana Kiamat itu adalah sesuatu yang sangat berat dan sangat menakutkan? Apakah ini yang ditunggu-tunggu? Tidak mungkin, ya sekarang inilah waktunya kita untuk bersegera beramal shaleh sebelum datangnya keadaan-keadaan tersebut.

Amalan sholeh itu banyak sekali macamnya, dan lakukanlah amal-amal shaleh tersebut sekecil apapun. Jangan anggap remeh amal shaleh yang kecil. Barangkali amal shaleh yang dianggap kecil ini justru yang dapat mengangkat derajat kita di mata Allah Subhanahu wa Ta’ala di hari kiamat kelak dan bahkan bisa mengatrol atau menaikan dan membantu menambah semua amal shaleh yang besar yang pernah kita lakukan. Jadi jangan sampai kita sepelekan yang namanya amal shaleh yang kecil itu. Begitupun dengan maksiat yang kecil juga tidak boleh kita anggap enteng karena bisa jadi amal maksiat kecil yang kita lakukan dapat menghapus semua perbuatan amal shaleh kita. Para ulama mengatakan dosa itu sebenarnya tidak ada yang namanya dosa kecil dan dosa besar, semua dosa itu besar. Kalau seseorang itu sudah menganggap dosa kecil adalah kecil maka itu sudah termasuk dosa besar. Bahkan bisa jadi dosa kecil inilah yang menghapus amalan sholeh kita seperti shalat, puasa, sadaqah, dan sebagainya. Hanya saja para ulama juga memilahkan ada dosa kecil yang dapat dihapus dengan istighfar dan ada pula dosa besar yang tidak bisa dihapus kecuali dengan tobat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala mengampuni semua dosa-dosa kita, dan mudah-mudahan kita termasuk dalam golongan hamba-hamba Allah yang mendapatkan curahan rahmatNya Allah, kasih sayang Allah, dan mendapatkan petunjuk dari Allah Ta’ala. Dan semoga kita senantiasa mendapatkan rizki yang berkah dari Allah Subhanahu wa Ta’ala, dijauhkan dari segala fitnah baik dzohir maupun batin, diselamatkan aqidah kita dalam suatu manhaj aqidah ahlussunnah wal jamaah, yang mengikuti petunjuk para habaib dan masyayikh kita insya Allah. Dan mudah-mudahan Allah Subhanahu wa Ta’ala mengakhiri umur kita dalam keadaan khusnul khotimah, menjadikan keluarga kita keluarga yang sakinah mawaddah warahmah, menjadikan anak-anak kita menjadi anak-anak yang berbakti kepada kedua orangtua, menjadikannya anak yang shaleh/ shalehah insya Allah, dan diangkat derajat mereka sehingga bisa membahagiakan kedua orangtuanya, serta bermanfaat untuk ummat Nabi Muhammad Shollallohu ‘Alaihi wa Alihi wa Shohbihi wa Sallam. Dan semoga Allah Ta’ala mudah-mudahan menurunkan daripada tetesan hujan rahmatNya kepada kita, di bumi Indonesia dengan hujan rahmatNya Allah Subhanahu wa Ta’ala. Ya Allah limpahkan kepada kami hujan rahmatMu dan jangan Engkau limpahkan kepada kami musibahMu Ya Rabbana Ya Allah.

Allohumma Ya Allah Ya Karim, mudah-mudahan dengan bihurmat Sayyidina Muhammad Shollallohu ‘Alaihi wa Alihi wa Shohbihi wa Sallam, bihurmat Auliya Allah Subhanahu wa Ta’ala dan juga para ulama, Allah Subhanahu wa Ta’ala mengangkat segala bala, bencana, dan marabahaya yang ada di dalam negeri kita ini dan juga negeri muslimin seluruhnya, menjadikan perdamaian untuk negeri kita dan negeri muslimin, diliputi kebahagian, keberkahan, kesenangan baik di dalam agama, dunia dan akhirat. Dan mudah-mudahan Allah Ta’ala menyudahi umur kita dalam keadaan mudah dan gampang bagi lisan kita untuk mengucapkan kalimat La Ilaha Illalloh Muhammadur Rasulullah Shollallohu ‘Alaihi wa Alihi wa Shohbihi wa Sallam, diselamatkan aqidah, iman, dan islam kita, diselamatkan langkah kita insya Allah menuju kepada keridhoan Allah dan RasulNya. Dan semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala mempertemukan kita dengan junjungan kita Nabi Muhammad Shollallohu ‘Alaihi wa Alihi wa Shohbihi wa Sallam dalam keadaan baik di dunia dan akhirat. Amin Allohumma Amin….

Oleh: Sayyidil Habib Alwi bin Ali Al Habsyi, Pengasuh Ma’had Darul Ilmi wad Da’wah Al Hidayah Surakarta, yang disarikan dari kajian beliau dalam rutinan majelis taklim Ahad pagi, pada 12 Muharram 1437H/ 25 Oktober 2015 M, bertempat di Ma’had Darul Ilmi wad Da’wah Al Hidayah Surakarta.

Majelis Kajian Ahad Pagi Majelis Ta’lim Al Hidayah Solo binaan Sayyidil Habib Alwi bin Ali Al Habsyi ini diadakan rutin setiap hari Ahad, pukul 08.30 WIB (Pagi), bertempat di Ma’had Darul Ilmi wad Da’wah Al Hidayah, Jl. Kaliwidas 2 Metrodanan, Pasar Kliwon, Surakarta (timur SD Islam Diponegoro Surakarta), dengan materi kajian Kitab Fiqih Sullamut Taufiq, Kitab Riyadhus Sholihin dan Kitab Syarah Ratibul Haddad. Terbuka untuk umum, gratis, dan khusus pria.

Tulisan berjudul Bersegeralah Beramal Shaleh Sebelum Datang 7 Perkara Ini terakhir diperbaharui pada Sunday 21 February 2016 oleh Pejuang Ahlussunnah di Ngaji Yuk! - Kajian Ceramah Islam Ahlussunnah wal Jamaah.


Post Comment