Inilah Penjelasan Buya Yahya Tentang Bagaimana Menyikapi Kelompok Wahabi

SHARE & LIKE:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •   
  •   
  •  

Mengenai permasalahan Wahhabiyah, Pengasuh Lembaga Pengembangan Dakwah Al Bahjah Cirebon, Buya Yahya telah berkali-kali mengingatkan umat khususnya di kalangan ahlussunnah wal jama’ah perihal ajaran tersebut. Dalam sebuah sesi tanya jawab, Buya Yahya memaparkan kepada para jamaah yang hadir mengenai apa dan bagaimana sikap ahlussunnah wal jama’ah dalam menyikapi pemahaman kelompok Wahabi ini.

Berikut adalah penjelasan dan jawaban singkat dari Buya Yahya tentang bagaimana kita menyikapi kelompok Wahabi:

Pertama, di dalam kelompok Wahhabiyah memang banyak kesesatan-kesesatan yang sangat luar biasa. Diantara kesesatan secara global adalah Wahabi mudah mengkafirkan dan membid’ahkan orang lain tanpa konpromi, artinya belum pernah dibuka sebuah diskusi yang baik. Hal ini terlihat dibalik utusan dan fatwa-fatwa mereka yang mudah menyesatkan orang lain bahkan kadang mengatakan kafir. Ini sudah keluar dari manhaj ahlussunnah wal jamaah yang sesungguhnya karena manhaj ahlussunnah wal jamaah adalah manhaj tahqiq yang tidak akan mudah mengkafirkan dan membid’ahkan.

Kelompok Wahabi ini sesat karena mudah menyesatkan dan mengkafirkan orang lain. Sebagai contoh terkait masalah Tawasul yang dikatakan syirik oleh Wahabi. Permasalahan ini sudah dibahas dan dijelaskan bersama dengan mereka kelompok Wahabi. Setelah dijelaskan, kelompok Wahabi ini pun mengangguk-angguk, tanda setuju menerima penjelasan tawasul bukanlah syirik, tetapi karena memang sikap mereka yang mudah mengkafirkan akhirnya setelah keluar kembali seperti yang dulu.

Yang kedua, di saat kita menemukan kelompok yang mereka itu adalah dari kaum muslimin dan mempunyai kesesatan-kesesatan, maka jangan serta merta dihubungkan dengan agama lain. Entah apakah itu Yahudi, Nasrani atau Amerika Yahudi dan lain sebagainya. Karena bisa jadi kesesatan itu muncul dari dalam pemikiran mereka yang dikelabui oleh syetan sehingga sesat. Bisa jadi ada pengaruh akan tetapi jangan langsung dikatakan bahwasanya ini adalah memang upaya-upaya Yahudi masuk ke dalam orang Wahabi yang kemudian merusak Islam. Terlepas dari pengaruh Yahudi, kalau kita melihat sebuah kelompok yang mempunyai kesesatan, maka kita anggap kesesatan itu adalah kesesatan itu sendiri. Itu saja yang paling penting. Jangan berkata bahwasanya ini adalah susupan dari Yahudi dan sebagainya. Tidak usah kita katakan yang semacam ini. Karena kalau kita tuduh yang semacam itu kasihan malah mereka nanti tidak sadar-sadar. Wahabi pasti akan mengelak bahwa itu tidak dari Yahudi tetapi berasal dari pemikiran guru-guru mereka. Lebih baik diajak untuk berdiskusi. Tapi kalau kita katakan pemikiran Wahabi dari Yahudi, justru menjadi sangat mudah bagi mereka untuk menolaknya dengan mengatakan mereka itu membenci Yahudi, memerangi Yahudi, dan memusuhi Yahudi sehingga bagaimana mungkin kok bisa bersama Yahudi padahal mereka mengatakan memusuhinya. Tidak usah dihubungkan dengan Yahudi tetapi cukup katakan mereka itu sesat.

Yang ketiga, terkait masalah Wahabi itu keluar dari iman, kita tidak mudah mengatakan orang itu kafir kecuali terang-terangan. Kalau masih takwil-takwil atau alasan-alasan tertentu saja maksimal dikatakan itu sesat. Termasuk masalah tajsim yang ada pada ajaran Wahabi. Pada hakikatnya mujassimah adalah keluar dari iman akan tetapi mujassimah dalam Wahabi ini pun juga karena takwilan juga yang salah dalam memahami ayat-ayat Al-Qur’an sehingga kita tidak mengatakan Wahabi itu kafir. Adapun kesesatan Wahabi itu memang ada. Dan kita masih boleh shalat dibelakang mereka, dan shalat bersama mereka.

Berbeda halnya kalau ada kelompok misalnya mengangkat Nabi baru setelah Nabi Muhammad maka itu jelas keluar dari Islam. Itu jelas terang-terangan mereka. Atau ada yang mengaku Nabi, maka jelas murtad orang tersebut. Akan tetapi urusan Wahabi, kita katakan bahwasanya banyak kesesatan-kesesatan pada mereka yang sampai hari ini pun kita menginginkan di kalangan para ustadznya pun membuka sebuah diskusi yang manis dengan kita dari kalangan ahlussunnah wal jamaah asy’ariyyah agar tidak main tuduh. Sebab pernah suatu kejadian dalam sebuah diskusi bertema memerangi aqidah yang sesat dengan seseorang yang bertempat di sebuah hotel di kota Depok. Allah yarhamu orangnya sudah meninggal dunia, semoga Allah mengampuninya. Orang ini berbicara tentang aqidah yang sesat. Ternyata direntet oleh beliau ini aqidah sesat yang paling pertama adalah Shufiyyah, dan yang kedua adalah Asya’irah (atau Asy’ariyyah). Lah ini kan kacau. Kalau ingin tahu Asy’ariyyah tanyakan kepada ahlinya agar tidak main tuduh sesat menyesatkan. Dan orangnya sudah meninggal dunia kita doakan agar Allah mengampuni, semoga Allah mengampuninya. Kita tidak akan mendoakan dengan doa-doa yang jelek, tetapi kebenaran harus dikatakan, kebatilan harus dikatakan. Dan kami siap atas kuasa dan izin Allah untuk menjelaskan kepada yang belum jelas dari saudara-saudara yang mengikuti Wahhabiyah atau Assunnah atau Ahlissunnah, atau bahasa lain yang berat-berat itu. Kita siap untuk menjelaskan jika diperlukan. Akan tetapi memang seharusnya kita perlu penjelasan, jangan menutup diri, menyebar fitnah sana sini, kemudian mereka menutup pemikiran ulama-ulama, sementara ulama-ulama terdahulu ini terjadi perbedaan pendapat bahkan antara guru dengan murid terjadi perbedaan tetapi tidak menjadikan mereka saling membelakangi dan saling bermusuhan. Lihatlah Imam Syafi’i yang merupakan murid Imam Malik banyak perbedaan diantara beliau berdua tetapi yang ada adalah cinta. Imam Ahmad muridnya Imam Syafi’i ada perbedaan di kalangan beliau berdua tetapi yang ada adalah cinta. Sekarang ini di saat perbedaan sudah ditangani oleh manusia-manusia akhir zaman malah menyebabkan permusuhan. Tidak hanya di kalangan para ustadznya, tetapi juga menanamkan umat ini saling bermusuhan. Sampai-sampai di kota Cirebon Raya ini, bersalaman dengan orang Islam, yang sama-sama Islam saja tidak mau. Innalilah, ini musibah.

Jadi masalah Wahhabiyah ini kita melihat kesesatannya. Tolong kesesatan di dalam Islam jangan serta merta dihubungkan dengan agama lain seperti Yahudi dan Nasrani. Justu kasihan dan mereka kelompok Wahabi menolaknya pun gampang dengan mengatakan mereka memusuhi orang Yahudi, memerangi Yahudi, dan tidak akan sepakat dengan orang Yahudi. Cukup dengan begitu selesai hujjah mereka dan berkata, “Kalau memang kami adalah susupan orang Yahudi tentu kami akan mendukung Yahudi”. Memang ada upaya-upaya Yahudi dan Nasrani untuk menyusupkan aqidah keimanan mereka kepada aqidah kaum muslimin agar terjadi kerusakan di dalam Islam, akan tetapi lebih bijak kalau kita tidak langsung melihat kesesatan di dalam Islam, tidak langsung kita katakan ini adalah upaya orang Yahudi untuk menyusupkan. Cukup kita katakan mereka memang muncul kesesatan yang bisa saja dari pemikiran mereka sendiri.

(Disarikan dari kajian tanya jawab bersama Buya Yahya, Pengasuh LPD Al Bahjah Cirebon, dalam sebuah video “Menyikapi Kaum Wahabi“)

#IndonesiaDaruratWahabi

Tulisan berjudul Inilah Penjelasan Buya Yahya Tentang Bagaimana Menyikapi Kelompok Wahabi terakhir diperbaharui pada Tuesday 27 October 2015 oleh Pejuang Ahlussunnah di Ngaji Yuk! - Kajian Ceramah Islam Ahlussunnah wal Jamaah.


4 thoughts on “Inilah Penjelasan Buya Yahya Tentang Bagaimana Menyikapi Kelompok Wahabi

Post Comment