Habib Salim Menjawab Hukum Mengucap Selamat Natal

SHARE & LIKE:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •   
  •   
  •  

Pertanyaan:

Apabila terjadi perbedaan pendapat di kalangan Alim Ulama, maka mana yang harus kita pilih terutama masalah yang sekarang ini baru hangat yaitu masalah contohnya Mengucap Selamat Natal terhadap orang-orang Nasrani (Kristen)?

Habib Salim bin Abdullah bin Umar Assyatiri Menjawab:

Memang hal ini banyak sekali terjadi perbedaan Ulama, ada yang keras dengan mengharamkan secara mutlak dan ada yang membolehkan secara mutlak. Tetapi saya akan menjawab dengan jawaban yang bisa memperjelas dari permasalahan yang ada.

Kalau memberi salam hal-hal yang sifatnya keislaman seperti Idul Adha, Idul Fitri, maka itu tidak ada khilaf, diperbolehkan dan tidak ada masalah, tetapi kalau memberi salam kepada Nasrani ‘Selamat hari Natal” maka hal ini ada 3 Jawaban (Bagian):

  1. 1 kondisi Boleh.
  2. 1 kondisi Haram, bahkan bisa menjerumuskan kepada kekufuran.
  3. 1 kondisi diantara keduanya (1 dan 2).

1. Kalo hal yang Dibolehkan.

Apabila orang itu dipaksa untuk mengucap Selamat Natal, contohnya; Orang itu bekerja di satu perusahaan dan kepala perusahaan mewajibkan untuk mengucap Selamat Natal kalau tidak dia akan dikeluarkan/ dapat sesuatu yang buruk, maka hal ini dibolehkan, asal hanya mengucap Selamat saja.

2. Haram secara Mutlak.

Bisa menjerumuskan kepada kekafiran apabila orang mengucap Natal dengan perasaan cinta, dengan perasaan mendukung kekafiran, mendukung acaranya, maka ini haram secara mutlak. “Orang yang ridho dengan kekafiran maka dia kafir” ,maka ini haram secara mutlak.

3. Diantara yang ke 2 (Tidak Dipaksa, Tidak Mendukung/ Cinta/ Ridho)

Maka Jawabannya ini ada 2:

  1. WARA
  2. JAWAZ

1. Kalau orang yang WARA/ madzhab orang-orang yang Wara adalah Tidak, Tidak akan Melakukan Seperti itu/ Menjauh,

2. JAWAZ, terutama yang banyak sekarang ini jaman baru, Ulama-Ulama yang baru, macam-macam keinginannya, ada yang suka uang, dukungan, jilat sana sini.

Sebenarnya Lebih Baik Kalo boleh bisa kita tinggalkan. Atau keadaan seperti misalnya Hadromi. misalnya kamu ini masuk ke wilayah orang-orang yang telanjang, maka kamu masuk ke wilayah itu dengan menutup matamu, Kamu pura-pura tidak mengerti, masuk ke tempat orang-orang yang telanjang.

Terjemah : Habib Sholeh Aljufri (Solo)

Tulisan berjudul Habib Salim Menjawab Hukum Mengucap Selamat Natal terakhir diperbaharui pada Wednesday 23 December 2015 oleh Pejuang Ahlussunnah di Ngaji Yuk! - Kajian Ceramah Islam Ahlussunnah wal Jamaah.


Post Comment