Mengenal Salah Satu Tanda Dajjal/ Iblis

SHARE & LIKE:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •   
  •   
  •  

Soal Dajjal, banyak orang pada akhirnya akan sangat lalai memperhatikannya. Manusia akan lupa siapa Dajjal, yang mana sosok ini dulu umat Islam pernah sangat mengenalnya lewat ciri-ci-cirinya. Ya benar, kita sudah mengenal Dajjal, karena Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam jauh-jauh hari, bahkan sejak 1.400 tahun yang lalu sudah memperkenalkan Dajjal kepada ummatnya. Bahwa Dajjal adalah sebagai sosok buta sebelah matanya, dan penyebar fitnah yang paling dahsyat di muka bumi yang akan muncul di akhir zaman.

Fitnah Dajjal sebenarnya merupakan rangkaian fitnah yang sejak lama ada, disebarkan melalui fitnah yang terjadi di antara manusia yang telah diperdaya oleh hawa nafsunya sendiri. Bahkan Nabi shollallahu ’alaih wa sallam memperingatkan bahwa kelompok umat Nabi Muhammad yang tidak hanyut dalam pusaran fitnah sesama manusia akan selamat pula dari fitnah Dajjal di akhir zaman. Rangkaian segala fitnah yang pernah ada di dunia saling berkaitan dari zaman ke zaman dan akan hadir mengkondisikan dunia semakin gonjang-ganjing menghadapi fitnah Dajjal.

ذُكِرَ الدَّجَّالُ عِنْدَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ لَأَنَا لَفِتْنَةُ بَعْضِكُمْ أَخْوَفُ عِنْدِي مِنْ فِتْنَةِ الدَّجَّالِ وَلَنْ يَنْجُوَ أَحَدٌ مِمَّا قَبْلَهَا إِلَّا نَجَا مِنْهَا وَمَا صُنِعَتْ فِتْنَةٌ مُنْذُ كَانَتْ الدُّنْيَا صَغِيرَةٌ وَلَا كَبِيرَةٌ إِلَّا لِفِتْنَةِ الدَّجَّالِ

Suatu ketika ihwal Dajjal disebutkan di hadapan Rasulullah shallallahu ’alaih wa sallam kemudian beliau bersabda: ”Sungguh fitnah yang terjadi di antara kalian lebih aku takuti dari fitnah Dajjal, dan tiada seseorang yang dapat selamat dari rangkaian fitnah sebelum fitnah Dajjal melainkan akan selamat pula darinya (Dajjal), dan tiada fitnah yang dibuat sejak adanya dunia ini – baik kecil ataupun besar – kecuali untuk fitnah Dajjal.” (HR. Ahmad 22215)

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:”مَا أَهْبَطَ اللَّهُ إِلَى الأَرْضِ مُنْذُ خَلَقَ آدَمَ إِلَى أَنْ تَقُومَ السَّاعَةُ فِتْنَةً أَعْظَمَ مِنْ فِتْنَةِ الدَّجَّالِ

“Allah tidak menurunkan ke muka bumi fitnah yang lebih besar dari fitnah Dajjal.” (HR. Thabrani 1672)

Justeru ketika kebanyakan manusia telah lalai dan tidak peduli akan Dajjal, kemunculan Dajjal sebagai “sosok jasmani” yang mengaku Tuhan sungguh mengagumkan bagi kebanyakan manusia. Terlebih Dajjal memiliki kemampuan yang luar biasa, sanggup menciptakan, mematikan dan menghidupkan, bahkan di tangan kanannya mempertontonkan kenikmatan surga dan tangan kirinya ada intimidasi dan horror sangat menakutkan bagi manusia yaitu neraka. Semuanya untuk menebar fitnah dan kekacauan akhir zaman. Pada saat itu manusia lupa akan pengetahuan tentang sosok Dajjal yang pernah dikenalnya, sedemikian rupa sehingga bila ada yang memperingatkan soal Dajjal, maka mereka mentertawakannya dan sinis cenderung menganggapnya sekedar mitos atau legenda. Maka betapa manusia terlena dan terpedaya oleh Dajjal.

لَا يَخْرُجُ الدَّجَّالُ حَتَّى يَذْهَلَ النَّاسُ عَنْ ذِكْرِهِ وَحَتَّى تَتْرُكَ الْأَئِمَّةُ ذِكْرَهُ عَلَى الْمَنَابِرِ

“Dajjal tidak akan muncul sehingga sekalian manusia telah lupa untuk mengingatnya dan sehingga para Imam tidak lagi menyebut-nyebutnya di atas mimbar-mimbar.” (HR. Ahmad 16073)

Nah…. Siapakah sebenarnya Dajjal/ Iblis.?

Siapa kelak yang akan menjadi pengikut Dajjal/ Iblis sehingga terpedaya masuk ke surga Dajjal/ Iblis? Dan apakah Dajjal/ Iblis itu seorang manusia, ataukah dia termasuk makhluk setan atau jin, ataukah raksasa sehingga di tangannya terdapat surga dan neraka?

Sebagaimana yang sudah kita ketahui dengan jelas diantara salah satu tandanya adalah;

انَّ ابليس رنَّ اربع رنَّات: حين لُعِنَ وحين اهبط وحين وُلِدَ رسول اللّٰه صلى الله عليه وسلم وحين انزلت الفاتحةُ
البداية والنهاية باب فيما وقع من الايات ليلة مولده عليه الصلاة و السلام.

Imam al-Hafidh Ibnu Katsir berkata dalam kitab al-Bidayah wa an-Nihayah bab Malam kelahiran Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam, bahwa Iblis menangis histeris empat kali, ketika dilaknat, ketika diusir dari surga, ketika dilahirkan Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam, dan ketika diturunkan surat al-Fatihah.

Berbahagialah alam semesta menyambut kelahiran Rasulullah sang pembawa kabar kembira, penebar rahmat, pemersatu umat. Rasa bahagia ini adalah sesuatu yang sangat manusiawi ketika seorang mengingat kenikmatan yang Allah berikan pada seorang muslim.

Namun dua kelompok jahat bersedih, pertama adalah Iblis dan konco-konconya, karena mereka tahu bahwa kelahiran Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam akan membawa keberkahan dan petunjuk pada umat manusia, secara otomatis akan menghalangi misi jahat iblis.

Begitu juga Yahudi mereka galau kronis ketika mengetahui kelahiran Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam, seperti yang telah Allah kabarkan di dalam al-Quran surat al-Baqarah.

Galau, sedih, murung, hilang rasa bahagia dengan datangnya bulan kelahiran baginda Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam, bulan Rabi’ul Awwal, itu bukan prestasi yang membanggakan, karena kita tidak bisa ikut serta dalam kebahagian mayoritas muslimin, bahkan lebih mirip dengan dua makhluk yang bersedih dengan kelahiran Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam.

Bagi yang telah berbahagia dengan kelahiran Rasulullah hendaknya meningkatkan peneladanan pada beliau secara maksimal, sehingga kita pun dapat membahagiakan Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam dengan menjalankan syariatnya, dan menjauhi larangannya.

Ya Allah tanamlah rasa cinta pada Sayyidina Muhammad di hati kami dan anak kami serta orang-orang yang mencintai kami, berkat kemuliaan Nabi-Mu dan kekasih-Mu Muhammadshollallahu ’alaih wa sallam.

اللهم صل وسلم وبارك وكرم وعظم وترحم وتحنن على سيدنا ومولانا محمد وعلى اله وصحبه اجمعين

Oleh: Ustadz Muhammad Anshori Dahlan, Ponpes Miftahul ‘Ulum Pasuruan, Koordinator Wilayah Sarkub NU Pasuruan, Densus 313 Poros Anti Gerakan Wahabi Indonesia.

Tulisan berjudul Mengenal Salah Satu Tanda Dajjal/ Iblis terakhir diperbaharui pada Saturday 19 December 2015 oleh Pejuang Ahlussunnah di Ngaji Yuk! - Kajian Ceramah Islam Ahlussunnah wal Jamaah.


Post Comment