Testimoni Mantan Anggota Jamaah Islamiyah Tentang Grand Syaikh Al-Azhar

SHARE & LIKE:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •   
  •   
  •  
Testimoni Mantan Anggota Jamaah Islamiyah Tentang Grand Syaikh Al-Azhar
Grand Syaikh Al-Azhar Ahmad Thayyeb

Saya telah mencari dalam catatan sejarah Al-Azhar, dan tidak menemukan seorang pun yang lebih sabar dari Grand Syaikh sekarang ini. Beliau telah dihina dan dicaci oleh para kader IM lebih dari setahun di media-media yang mereka miliki dan akun-akun Facebook mereka, serta di tempat-tempat lainnya yang dapat mereka gunakan untuk menghina beliau. Namun, beliau sama sekali tidak pernah membalas hal itu dengan cacian serupa kepada seorang pun dari para tokoh mereka, dan tidak pernah menyebut buruk kelompok mereka. Jika beliau mau maka tentu saja hal itu akan membuat geger dunia.
.
Prof. Dr. Ahmad Thayyib menjabat sebagai Grand Syaikh di waktu yang sangat sulit. Sejumlah pihak berbuat buruk kepada beliau pasca Revolusi 25 Januari, namun beliau tetap memilih sabar dan diam. Kemudian datanglah Revolusi 30 Juni dan beliau pun kembali dihina dan dicaci, namun beliau tetap memilih sabar dan diam. Bahkan cacian dan hinaan itu ditulis di dinding-dinding universitas yang beliau pimpin. Namun lagi-lagi, beliau tidak membalasnya dengan perkataan yang mengeluarkannya dari sikap sabarnya. Ketika para pelajar Al-Azhar mulai melakukan pengerusakan terhadap aset-aset kampus, melempar bom Molotov dan melakukan aksi mogok belajar, beliau mulai menasihati mereka berkali-kali. Dan beliau pun memperingatkan bahwa jika mereka tetap melakukan aksi-aksi anarkis itu polisi akan turun tangan, dan beliau tidak menginginkan hal itu terjadi karena tidak ingin terjadi apa-apa pada diri mereka.
.
Dr. Ahmad Thayyib adalah Grand Syaikh Al-Azhar pertama yang tidak mengambil gaji bulanannya, meskipun kehidupan beliau sangat sederhana. Padahal gaji beliau sebesar gaji wakil perdana menteri. Bahkan beliau juga menolak untuk menerima uang tunjangan jabatan, demi hanya mendapatkan pahala di sisi Allah.

Baca juga: Grand Syaikh Al-Azhar Ahmad Thayyeb, Inilah Biografinya.
.
Dr. Ahmad Thayyib tidak pernah menggunakan mobil fasilitas dari negara maupun Al-Azhar Beliau hanya menggunakan mobil Peugeot 505 miliknya, keluaran tahun 60-an yang sudah sering masuk bengkel.
.
Saya ingin mengatakan kepada siapapun yang mencaci Dr. Ahmad Thayyib, datangkan kepadaku satu orang dari kalian yang dapat mengorbankan semua gajinya dalam setahun, atau tidak mengambil tunjangan atau imbalan materi semisalnya. Saya menantang seorang dari mereka untuk mengikuti beliau dalam kezuhudannya selama satu tahun saja!
.
Oleh: Dr. Najih Ibrahim, Mantan Anggota Jamaah Islamiyah.

Tulisan berjudul Testimoni Mantan Anggota Jamaah Islamiyah Tentang Grand Syaikh Al-Azhar terakhir diperbaharui pada Tuesday 1 March 2016 oleh Pejuang Ahlussunnah di Ngaji Yuk! - Kajian Ceramah Islam Ahlussunnah wal Jamaah.


Post Comment