Innalillahi, Imam Masjid Nabawi Syaikh Muhammad Ayyub Wafat

SHARE & LIKE:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •   
  •   
  •  
Syaikh Muhammad Ayyub bin Muhammad Yusuf bin Sulaiman 'Umar
Syaikh Muhammad Ayyub bin Muhammad Yusuf bin Sulaiman ‘Umar. Foto: Wikipedia.

Innalillahi wa inna ilaihi roji’un. Kabar duka datang dari kota Madinah Al-Munawwaroh. Imam Masjid Nabawi yang juga guru besar Ilmu Tafsir di Universitas Madinah, Al-Imam Asy-Syaikh Muhammad Ayyub bin Muhammad Yusuf bin Sulaiman ‘Umar (63), wafat, pada Sabtu, 8 Rajab 1437 H atau bertepatan 16 April 2016, sekitar jam 7 pagi waktu Madinah.

Kabar ini disampaikan melalui akun twitter @DR_MAyoub pada pukul 11.00 WIB atau pukul 07.00 waktu Madinah. Akun tersebut merupakan satu-satunya milik almarhum yang dikelola oleh sang putra.

“Kita adalah milik Allah. Kepadanya kita kembali. Ya Allah, lindungi kami dari musibah dan gantikan untuk kami lebih baik dari musibah ini. Telah wafat ayah saya, Syaikh Muhammad Ayyub,” demikian kicauan duka tersebut.

 

 

Jenazah almarhum dishalatkan usai salat Dzuhur hari Sabtu ini di Masjid Nabawi. Selanjutnya dimakamkan di Baqi Al Gharqad Madinah.

Sekilas Tentang Syaikh Muhammad Ayyub

Syaikh Muhammad Ayyub bin Muhammad Yusuf bin Sulaiman Umar merupakan ulama keturunan Burma (Myanmar) yang lahir di Mekkah, pada tahun 1372 H (1952/1953). Beliau adalah seorang Imam, qari terkemuka dan ulama yang mengikuti madzhab Hanafi.

Ia menyelesaikan hafalan qur’annya pada tahun 1385 H (1965/1966) dibawah bimbingan Khalil bin Abdurrahman al-Qari di Masjid bin Ladin, Mekkah. Setelah menyelesaikan pendidikan dasarnya pada tahun 1386 H, (1966/1967) ia pindah ke Madinah, dan menyelesaikan pendidikan menengah dan lulus pada tahun 1392 H (1972). Ia menyelesaikan studi sarjana di Fakultas Syari’ah Universitas Islam Madinah pada tahun 1396 H (1976), menyelesaikan studi magister dan doktoral di Fakultas al-Qur’an dan Studi Islam Universitas Islam Madinah, dan lulus doktoral pada tahun 1408 H (1987/1988). Selain belajar di sekolah, ia juga belajar dengan ulama berbagai macam ilmu, seperti hadis, musthalah hadis, dan ushul fiqh.

Diantara guru-guru beliau adalah Syaikh Abdul Aziz Muhammad Utsman, Syaikh Muhammad Sayyid Thanthawi, Syaikh Akram Dhiya al-‘Umari, Syaikh Muhammad al-Amin asy-Syinqithi, Syaikh Abdul Muhsin al-‘Abbad, Syaikh Abdullah Muhammad al-Ghunaiman, dan Syaikh Abu Bakr al-Jazairi

Pada tahun 1410 H (1990) ia ditunjuk sebagai Imam Masjid Nabawi sampai tahun 1417 H (1997). Ia juga pernah menjadi imam di berbagai masjid di Arab Saudi, Kuwait, Uni Emirat Arab dan Bahrain.

Menurut sang putra, dalam suatu wawancara, Ayyub ingin kembali menjadi imam Masjid Nabawi sebelum ajal menjemput. Seolah terdengar oleh Allah, doa itu terkabul. Pada tahun 2015, dia diangkat menjadi imam Masjid Nabawi.

Selain di Masjid Nabawi, Ayuub juga pernah menjadi imam di Masjid Quba di luar kota Madinah, Masjid Alnnabiah, Masjid Husseini Abdullah di Amman. Dua masjid yang disebut pertama merupakan tempat ibadah yang dibangun Nabi Muhammad. Kefasihan Ayyub dalam membaca Al-Quran membuat suara direkam dan diperdengarkan di berbagai belahan dunia.

Berikut adalah suara indah nan merdu yang dilantunkan oleh Al-Imam Syaikh Muhammad Ayyub di saat membaca Al-Quran Al-Karim:

Kepergian Syaikh Muhammad Ayyub tentu membawa duka bagi umat Islam dari seluruh dunia terlebih lagi bagi penduduk Madinah. Tidak heran, lautan muslimin ikut mengiringi dan mendoakan kepergian sang Imam Masjid Nabawi itu. Allohummaghfirlahu warhamhu wa’afihi wa’fua’anhu, Al Fatihah…

 

Tulisan berjudul Innalillahi, Imam Masjid Nabawi Syaikh Muhammad Ayyub Wafat terakhir diperbaharui pada Sunday 17 April 2016 oleh Pejuang Ahlussunnah di Ngaji Yuk! - Kajian Ceramah Islam Ahlussunnah wal Jamaah.


One thought on “Innalillahi, Imam Masjid Nabawi Syaikh Muhammad Ayyub Wafat

Post Comment