MP3 Kajian UNS Solo Bersholawat Bersama Habib Novel Muhammad Alaydrus

SHARE & LIKE:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •   
  •   
  •  
Ribuan jamaah menghadiri kajian UNS Solo Bersholawat bersama Habib Novel Muhammad Alaydrus, di Masjid NH UNS Surakarta, Kamis (31/03/2016). Foto: Dokumentasi UNS Kentingan Bershalawat.
Ribuan jamaah menghadiri kajian UNS Solo Bersholawat bersama Habib Novel Muhammad Alaydrus, di Masjid NH UNS Surakarta, Kamis (31/03/2016). Foto: Dokumentasi UNS Kentingan Bershalawat.

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ وَصَلَّى اللّٰهُ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ النَّبِيِّ الْأُمِّيِّ وَآلِهِ الطَّاهِرِيْنَ وَصَحَابَتِهِ أَجْمَعِيْنَ

Ribuan jamaah muslimin dan muslimat memadati ruang utama Masjid Nurul Huda Universitas Sebelas Maret Surakarta (Masjid NH UNS Solo) pada Kamis malam Jum’at (31/03/2016). Para jamaah yang mayoritas berasal dari para mahasiswa dan mahasiswi ini hadir dalam rangka mengikuti agenda rutin Kajian Islam UNS Solo Bersholawat.

Habib Novel bin Muhammad Alaydrus yang menjadi penceramah kajian kali ini, dalam mau’idzoh hasanahnya, mengajak para jamaah yang hadir untuk meneladani dan mencontoh cara dakwah Nabi Muhammad Shollallohu ‘Alaihi wa Alihi wa Shohbihi wa Sallam. Menurut beliau, sekarang ini banyak umat Islam yang tidak faham bagaimana cara dakwah Nabi Shollallohu ‘Alaihi wa Alihi wa Shohbihi wa Sallam.

Kehidupan Rasulullah, lanjut Habib Novel Alaydrus, secara garis besar dapat dibagi menjadi dua fase, yakni fase sebelum dan sesudah hijrah.

Sebelum hijrah, Rasulullah Shollallohu ‘Alaihi wa Alihi wa Shohbihi wa Sallam sudah dikenal masyarakat sebagai sosok seorang yang baik, jujur, santun, dan terpuji. Masyarakat begitu sangat mencintai dan menghormati Rasulullah. Namun, setelah Rasulullah mendakwahkan Islam, mulai bermunculan orang-orang yang benci, ingkar, dan memusuhi Rasulullah. Bahkan banyak masyarakat yang menyakiti dan memperlakukan Rasulullah dengan buruk. Tapi Rasulullah tak pernah satu pun membalas keburukan mereka. Hal ini dibuktikan Rasulullah dalam berbagai kisah, diantaranya peristiwa Fathul Makkah.

“Wahai warga Makkah, silahkan kalian pergi. Kalian bebas mau masuk Islam boleh, gak masuk Islam juga boleh”, begitulah Rasulullah yang membebaskan warga Makkah saat itu sebagaiman dijelaskan Habib Novel Alaydrus.

“Padahal status semua itu penjahat perang. Bukan dihukum pancung, bukan dibunuh, bukan disiksa, bukan ditangkap, bukan diperbudak. Semuanya dimerdekakan, semuanya bebas. Padahal di masa lalu, mereka adalah orang-orang yang menyakiti bahkan berencana membunuh Nabi Muhammad Shollallohu ‘Alaihi wa Alihi wa Shohbihi wa Sallam. (Mereka) sepakat (dari) seluruh warga dan suku di Makkah mengirim utusan untuk membunuh Nabi Muhammad Shollallohu ‘Alaihi wa Alihi wa Shohbihi wa Sallam di malam ketika Nabi berangkat hijrah”, lanjut Pengasuh Majelis Ilmu dan Dzikir Ar-Raudhah Solo itu, Kamis (31/03/2016).

Habib Novel bin Muhammad Alaydrus juga menceritakan sebuah kisah yang sangat menarik yang menunjukan bagaimana kasih sayangnya Rasulullah dalam berdakwah bahkan terhadap orang kafir sekalipun yang dulu memusuhinya. Karena begitu sayangnnya, sampai-sampai Rasulullah rela memberikan benda berharga nan mulia miliknya, yakni sebuah imamah milik beliau, untuk diberikan dan dipakaikan kepada orang kafir tersebut. Itulah akhlak Rasulullah Shollallohu ‘Alaihi wa Alihi wa Shohbihi wa Sallam.

Sebelum sesi kajian selesai, Habib Novel bin Muhammad Alaydrus kembali bercerita sebuah kisah yang sangat inspiratif. Sebuah cerita yang diambil dari kisah nyata beliau, yang dapat memberikan pelajaran berharga tentang bagaimana cara dakwah Nabi, Sahabat Nabi, dan salafush sholeh. Kisah ini kemudian ditulis dan rangkum oleh Habib Muhammad bin Husein Anis Al Habsyi. Berikut tulisannya:

Tulisan ini terinspirasi dari ceramah Habib Novel bin Muhammad Alaydrus di UNS malam ini.

Suatu ketika beliau didatangi pendaki gunung dari Purwakarta. Orang itu sering mengikuti kajian Habib Novel di Youtube. Dia berkata pada Habib Novel bahwa dirinya dulu nakal dan tidak tertarik dengan acara pengajian. Kemudian suatu hari, dia diajak oleh temannya untuk ngopi dan ngobrol bersama, dia lalu tertarik memenuhi ajakan temannya, dan ternyata sampai di tempat tujuan tersebut memang terdapat kopi dan ternyata isi “obrolannya” adalah pengajian. Sejak saat itu dia ketagihan mengikuti pengajian hingga saat ini.

Dakwah bukan memaksa orang untuk mendengarkan ceramah kita, harus datang ke masjid atau dengan sisi eksklusif yang lain, namun mengajak orang kepada jalan kebaikan dengan cara apapun.

Dan ternyata sambil duduk nyantai dan ngopi kita bisa berdakwah. Bahkan lebih mudah untuk diterima.

Nabi Muhammad Shollallohu ‘Alaihi wa Alihi wa Shohbihi wa Sallam di awal dakwahnya, beliau kerap kali berdakwah di perkebunan kurma. Setelah kaum muslimin semakin banyak, lalu digiring untuk ke dalam masjid.

Nabi dalam dakwahnya duduk santai dengan para sahabat bahkan terkadang bertanya tentang mimpi mereka tadi malam dan hal lain yang sangat jauh dari kesan eksklusif.

Begitu juga apabila kita melihat dakwahnya salafus sholeh, duduk santai sambil minum teh dan makan kacang diselingi dengan qosidah dan nasehat yang dikenal dengan nama “rauhah”. Dan siapapun yang duduk bersama mereka  merasakan kenikmatan batin yang luar biasa.

Yang sudah biasa ngopi bersama, anda sudah dapat sedikit bagian dakwah kaum sholihin, tinggal diganti obrolannya berisi obrolan penuh dengan nasehat.

Begitulah sedikit kutipan kajian yang disampaikan oleh Habib Novel bin Muhammad Alaydrus dalam UNS Solo Bersholawat. Untuk penjelasan dan kisah-kisah selengkapnya, tentang bagaimana cara dakwah Nabi, silahkan dengarkan atau download audio MP3 Kajian UNS Solo Bersholawat Bersama Habib Novel Muhammad Alaydrus di bawah ini:

(Mau’idzoh hasanah oleh Habib Novel bin Muhammad Alaydrus dimulai pada menit ke-57 dan detik ke-30-an)

Keterangan:

  • Penceramah: Sayyidil Habib Novel bin Muhammad Alaydrus Solo
  • Tema: Mendamaikan Hati dengan Mahabbah Kepada Nabi
  • Judul: Meneladani Cara Dakwah Nabi
  • Hari, Tanggal: Kamis malam Jum’at, 22 Jumadil Akhir 1437 H/ 31 Maret 2016 M
  • Waktu: Bakda ‘Isya
  • Tempat: Ruang Utama Masjid Nurul Huda UNS Solo
  • Durasi File: 128 menit, 55 detik
  • Ukuran File: 29.5 MB
  • Bitrate MP3: 32 Kbps

DOWNLOAD MP3 KAJIAN ISLAM UNS SOLO BERSHOLAWAT BERSAMA HABIB NOVEL BIN MUHAMMAD ALAYDRUS SOLO

Kajian Islam ahlussunnah wal jama’ah bertajuk UNS Bersholawat yang rutin diadakan setiap sebulan sekali ini diselenggarakn oleh Komunitas Kentingan Bersholawat dan Himakesja FK UNS Surakarta. Dan didukung oleh PMII Komisariat Kentingan UNS Surakarta, Takmir Masjid Nurul Huda UNS Surakarta, Majelis Ilmu dan Dzikir Ar-Raudhah Surakarta, Media Terkepal Solo, dan Komunitas Mahasiswa Muslim Minat Baca (KM3B) Solo. Untuk informasi lebih detail, silahkan bergabung bersama Komunitas Kentingan Bershalawat kampus UNS Solo melalui Facebook atau Twitter.

FOTO DOKUMENTASI UNS SOLO BERHSOLAWAT BERSAMA HABIB NOVEL BIN MUHAMMAD ALAYDRUS, 31 MARET 2016
(Foto: Dokumentasi UNS Kentingan Bershalawat)

Habib Novel bin Muhammad Alaydrus, Pengasuh Majelis Ar-Raudhah Solo.
Habib Novel bin Muhammad Alaydrus, Pengasuh Majelis Ar-Raudhah Solo.
Tim Hadrah UNS Kentingan Bershalawat
Tim Hadrah UNS Kentingan Bershalawat
Jamaah UNS Bersholawat
Jamaah UNS Bersholawat
Jamaah UNS Bersholawat
Jamaah UNS Bersholawat
Tulisan berjudul MP3 Kajian UNS Solo Bersholawat Bersama Habib Novel Muhammad Alaydrus terakhir diperbaharui pada Saturday 2 April 2016 oleh Pejuang Ahlussunnah di Ngaji Yuk! - Kajian Ceramah Islam Ahlussunnah wal Jamaah.


Post Comment