Pesan Habib Umar bin Hafidz Dalam Tabligh Akbar Majelis Rasulullah SAW 2016

SHARE & LIKE:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •   
  •   
  •  
Pesan Habib Umar bin Hafidz Dalam Tabligh Akbar Majelis Rasulullah SAW 2016. Foto: Majelis Rasulullah SAW Official.
Pesan Habib Umar bin Hafidz Dalam Tabligh Akbar Majelis Rasulullah SAW 2016. Foto: Majelis Rasulullah SAW Official.

PESAN DAMAI HABIB UMAR BIN HAFIDZ
Petikan Tausiyah Al ‘Allamah Al Habib Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafidz, Dalam Tabligh Akabr Majelis Rasulullah SAW, bertempat di Masjid Istiqlal, Jakarta, Indonesia, 31 Oktober 2016

Versi Terjemahan Resmi (Majelis Al-Wafa’ bi ‘Ahdillah)

Pendapat dan Pesan Habib Umar berkaitan dengan Demonstrasi tanggal 4 November 2016 yang akan dilakukan umat Islam di Indonesia

وجدنا تساؤلات عند كثير من أهل أندونسيا هل نخرج في مظاهرة أو لا نخرج ؟

Telah sampai kepada kami banyak pertanyaan dari masyarakat Indonesia, “Apakah kami sebaiknya turut serta berdemonstrasi ataukah tidak ?”

والأصل أن كل ما لم يدخل تحت نهي الشرع ولم يخالف القانون القائم من خروج ومن عدم خروج يجب أن ينضبط الكل بضوابط الشرع المصون وبما يستند إلى النظام القائم في البلد بحيث لا يؤدي ذا ولا ذا لاختراق صفوف المسلمين و التحريش بينهم.

“Pada dasarnya segala sesuatu yang tidak dilarang oleh syariat dan tidak melanggar peraturan pemerintah yang berlaku, – dalam urusan berdemonstrasi maupun tidak – pada semua hal tersebut haruslah mengikuti ketentuan syariat dan aturan pemerintah yang berlaku di negara tersebut. Demikian sehingga tidak menimbulkan dampak negatif kepada agama maupun negara yang menimbulkan perpecahan serta permusuhan diantara sesama umat Islam.“

فكل ما كفله قانون البلد من حرية الناس عن تعبيرهم فليُعَبَّر عن ذلك بالطريقة السِلْمية التي لا تؤدي إلى هلاك البلد و فساده

“Dalam masalah ini, apapun yang telah dijamin oleh undang-undang negara terkait kebebasan masyarakat untuk menyampaikan aspirasi mereka, maka hendaknya dilakukan dengan cara yang damai yang tidak menimbulkan kehancuran dan kerusakan di negeri itu.”

فيجب أن يتفق المسلمون على وجوب تعظيم شعائر الله وآيات الله وهم في دينٍ علَّمهم أن لا يسبُّوا أصنام الكفار حتى لا يسب الكفارُ الإلهَ الحق

“Maka, umat Islam wajib bersepakat untuk mengagungkan syiar-syiar Allah dan ayat-ayat-Nya. Dan umat Islam berada dalam sebuah agama yg mengajarkan agar tidak mencaci sesembahan orang kafir agar orang kafir tidak membalas dengan mencaci Allah Yang Maha Benar.”

ولا يجوز لمن خرج في مظاهرات أن يعتدي على أحد صغيرا كان أو كبيرا أو يُهدّم شيئا ليس له تهديمه كما لا يجوز أن يسب من لم يخرج، ومن لم يخرج لا يجوز له أن يسب الذي خرج. ولْيعلم أنه متفق معهم في الأصل. وهذا التفكير كيف يعبرون ؟ لهم فيه نظرات واجتهادات

“Mereka yang memutuskan ikut berdemonstrasi tidak boleh melakukan penganiayaan terhadap orang lain. Baik anak kecil maupun orang dewasa. Atau merusak sesuatu yang tidak boleh dirusak. Sebagaimana tidak diperkenankan juga untuk mencaci orang-orang yang tidak ikut berdemonstrasi.“

“Adapun orang-orang yang tidak berdemonstrasi juga tidak diperbolehkan mencaci orang yang berdemonstrasi.”

“Dan hendaklah kedua belah pihak menyadari bahwa mereka mempunyai prinsip dan landasan yang sama. Hanya saja cara mengungkapkannya berbeda. Karena memiliki pandangan dan pertimbangan yang berbeda.”

كما أنه لا حق في حكومة تَكْفَل حريات الناس أن تضربهم بغير حق أو أن تعتدي عليهم فلا حق لهم كذلك أن يعتدوا على بعضهم البعض ولا على الحكومة ( ان الله لا يحب المعتدين ) ( ولا عدوان إلا على الظالمين)

“Sebagaimana juga tidak diperbolehkan bagi pemerintah untuk mengekang kebebasan rakyatnya dalam mengekspresikan aspirasi mereka dengan menggunakan kekerasan tanpa alasan yang benar. Atau menyakiti orang yang berdemonstrasi tersebut.”

“Begitu pula tidak diperbolehkan bagi mereka yang berdemonstrasi untuk saling menyakiti diantara mereka. Ataupun menghujat pihak pemerintah. Sebagaimana firman Alloh SWT ; (“Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas” QS. 2 : 19). (“Dan tidak ada permusuhan kecuali terhadap orang orang yang zalim” QS. 2 : 193).

ونقول للذي خرج ثم تسبب في إظهار البغضاء والشحناء وسب أحدا من الذين لم يخرجوا واتهمهم في دينهم على غير بينة، ليتك لم تخرج وحفظت المسلمين من هذا الشر الذي تسببت فيه

“Dan kami sampaikan kepada mereka yang keluar berdemonstrasi, apabila demontrasi tersebut menimbulkan kebencian dan permusuhan diantara sesama umat Islam, serta memunculkan cacian terhadap orang yang tidak berdemonstrasi dan berprasangka buruk terhadap agama mereka tanpa bukti nyata, maka lebih baik bagi kalian untuk tidak keluar berdemonstrasi demi menjaga kebaikan kaum Muslimin sehingga tidak menimbulkan keburukan dan penistaan”.

ونقول لمن لم يخرج ثم أخذ يسب الخارجين وتسبب في فرقة وشتات أو مضاربة، ليتك خرجت ولم تَسُبَّ أحدا ولم تُسَبِّب هذه المشكلة

“Kami sampaikan kepada mereka yang tidak turut berdemonstrasi apabila mereka mencaci orang-orang yang berdemonstrasi sehingga menimbulkan permusuhan, perpecahan dan pertengkaran (diantara kaum Muslimin), maka lebih baik bagi kalian untuk turut berdemonstrasi tanpa mencaci orang lain dan tidak menimbulkan dampak buruk.”

ونقول لمن خرج ومضى في طريق السلم ولم يبعث شقاقا ولا اعتداءا لك اجتهادك و نيتك أمرها إلى الله تبارك و تعالى

Dan kami sampaikan kepada mereka yang turut berdemonstrasi dengan cara yang santun dan damai serta tidak menimbulkan permusuhan dan penistaan, “Bagimu ijtihadmu dan niatmu, dan semua itu kembalinya kepada Allah SWT.”

ونقول للذي لم يخرج ولم يتسبب في سب ولا شتم ولا إحداث شق بين المسلمين أصبتَ وأنت أقرب إلى السلامة فلا تترك حسن الدعاء والتضرع في صلاح البلاد والعباد وإذا جاء دورك في انتخاب أو غيره فاحذر أن تنتخب إلا من يتقي الله وإن صوتك أمانة

“Kami sampaikan pula kepada mereka yang tidak turut berdemonstrasi dan tidak menjadi sebab timbulnya cacian, celaan dan perpecahan antara umat muslim, “Perbuatanmu sudah benar dan engkau lebih dekat dengan keselamatan. Jangan lupa berdoa dengan penuh harap dan bersimpuh dihadapan Allah memohon kebaikan bagi umat dan negeri ini. “

“Dan apabila telah datang giliranmu untuk memilih pemimpin, hendaklah engkau tidak memilih pemimpin kecuali orang yang bertakwa kepada Allah SWT. Sebab hak pilihmu adalah amanat. “

فإن بدا لك في المرشحين من تعلم أنه يتقي الله تبارك وتعالى فدونك وهو. وإن التبس الأمر عليك فارجع إلى من تثق به من أهل علم الخشية والخوف من الله الذين لا غرض لهم في الدنيا لتنظر أهون الشرين أو من هو أقرب إلى مصلحة الناس فإن التبس الأمر عليك فاعتزل الكل.
هذا الذي فهمناه من هدي هذا المصطفى وهدي الصحابة والتابعين

“Apabila tampak bagimu bahwa diantara para kandidat ada orang yang bertakwa kepada Allah maka pilihlah dia.”

“Namun apabila engkau ragu, maka mintalah pendapat kepada orang yang engkau percayai dari orang-orang yang berilmu dan punya rasa takut kepada Allah, yang tidak memiliki sedikitpun kepentingan duniawi, agar ia bisa menunjukkan kepada kalian mana perkara yang lebih ringan diantara dua hal yang buruk tersebut, atau siapa yang lebih bermanfaat untuk kepentingan manusia. Namun jika masih samar bagimu hal itu maka tinggalkanlah semuanya.”

“Inilah yang kami fahami dari ajaran Rasulullah, sahabat dan para tabi’in.”

ولا ينتظر منا أحد من الحكومات ولا من الأحزاب ولا غيرهم من بقية الشعب أن ندعو إليهم فإن علينا العهد أن لا ندعو إلا إلى الله.

“Dan kepada pemerintah, partai maupun rakyat manapun, janganlah kalian menunggu dari kami untuk mengajak umat kepada kalian. Karena kami telah memiliki komitmen untuk tidak mengajak manusia kecuali kepada Allah semata. “

ونخاف أن يسود الوجه إذا خرجت كلمة نريد بها رضاء حكومة أو أحزاب أو شعب دون رضى الرب جل جلاله نخاف أن يسود بها الوجه يوم القيامة.

“Kami takut bahwa wajah kami akan dihitamkan apabila keluar ucapan dari kami yang bertujuan untuk mencari ridho pemerintah, partai atau golongan manapun dan bukan ridho Allah. Sekali lagi, kami takut akan dihitamkan wajah kami kelak di hari kiamat.”

وهذا سبيل قدوتنا ونبينا {قل هذه سبيلي أدعو إلى الله}. فندعو إلى الله جميع الأحزاب والحكومات والشعوب. بل نقول للموجودين من غير المسلمين، حكموا العقل والفطرة ولا يؤثِر أحدكم مصلحة شخص على مصلحة عموم البلاد. فإنه إذا تصرف هكذا في وقت فلا بد أن يأتيه وقت ينقلب الأمر عليه وينعكس الحال فمهما رغبت في الدنيا وطمعت في كسبها فلا تجعلها سببا لإيذاء الآخرين وإيقاع الضر بالعموم.

Dan inilah jalan panutan kami, Nabi kami Muhammad SAW. (“Katakanlah inilah jalanku, aku mengajak manusia kepada Allah.” QS. 12 : 108)

“Kami mengajak semua partai dan semua pemerintahan dan rakyat hanya kepada Allah. “

Bahkan kami sampaikan kepada orang-orang yang non muslim: “Gunakan akal dan fitrah kalian, dan janganlah kalian mendahulukan kepentingan pribadi di atas kepentingan bangsa dan negara. Karena sesungguhnya bila kamu bertindak demikian maka akan datang suatu masa dimana keadaan akan berbalik. Dan kondisi akan terbalik. Seandainyapun kamu sangat menginginkan dunia, dan tamak dalam meraihnya, maka jangan sampai menyebabkan orang lain tersakiti dan menimbulkan dampak negatif pada masyarakat banyak.”

ونقول أنت عائش في بلد الأغلبية فيه مسلمون من قرون ولك الشرف أن تعيش بين المسلمين عقلت أو لم تعقل فراجع نفسك في الحساب.
وأما إذا أردت مغالبة الكثرة وذلة أهل الإيمان بالله فلا بد أن يذلك الذي آمنوا به في الدنيا قبل الآخرة.

“Kami sampaikan bahwasannya kalian (non muslim) hidup di negeri yang mayoritas muslim semenjak berabad lalu. Dan ini adalah suatu kehormatan bagi kalian hidup di antara mereka, baik kalian sadari maupun tidak. Maka hendaklah kalian melakukan introspeksi diri.”

“Dan apabila kalian orang-orang kafir berusaha mengalahkan yang mayoritas, yaitu Islam, dan merendahkan orang-orang yang beriman, maka kalian pasti akan dihinakan oleh Allah di dunia ini sebelum di akhirat.”

وهذه مهمة أهل الدين أن يدعو الكل إلى رب العالمين. وليس العلماء بضائع تشترى بقليل ولا كثير.

“Dan ini adalah tugas tokoh agama untuk mengajak semua kalangan kepada Allah semata, dan Ulama bukanlah barang dagangan yang bisa dibeli dengan harga murah ataupun mahal.”

وجاء بعض السلاطين تائبا من سلطنته إلى الإمام الحسين ابن الشيخ أبي بكر بن سالم يقول ضع من تشاء في السلطنة وأنا تبت إلى الله لأغنم باقي عمري. فقال لو كانت السلطنة والإمارة وسلطة الدنيا تصلح للدواب ما ارتضيتها لدابَّتي.

“Dahulu sebagian pejabat pemerintahan datang kepada Imam Husein Bin Syekh Abi Bakar bin Salim dalam keadaan bertaubat seraya berkata : “Angkatlah siapapun orang yang engkau inginkan untuk memegang jabatan ini. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Allah agar aku mendapatkan anugerah dalam sisa umurku.” Beliau menjawab : “Apabila pemerintahan dan jabatan di dunia layak untuk diemban oleh hewan, niscaya aku tidak ridho diemban oleh hewan yang aku miliki.”

من حمل خلافة الوحي وخلافة نور النبوة أيغترُّ بهذا الحكم الظاهري ؟
فاغنموا بركة المجلس ووجهة قلوبكم إلى من جمعكم حتى لا ينصرف أحدكم إلا وهو يريد وجهه.

“Apakah manusia pengemban amanah wahyu dan amanah cahaya kenabian akan tertipu oleh jabatan duniawi semacam ini ?”

“Maka manfaatkanlah oleh kalian keberkahan majelis ini dan tujukkanlah hati kalian kepada Dzat yang telah mengumpulkan kalian, sehingga tidaklah seseorang dari kalian pulang kecuali hanya mengharapkan ridha Allah SWT.”

توجهنا إليك متذللين بين يديك جنب إندونسيا وأهلها الفتن والبلايا واجعل النصر فيها للحق والهدى وسنة المصطفى وانشر بأهلها الدين في مشارق الأرض ومغاربها وادفع عنا شر أهل الهوى واجعل هوانا تبعا لما جاء به نبيك.

“Dan kami menghadap kepada-Mu, Ya Allah, dalam keadaan merendahkan diri kami untuk urusan negeri Indonesia ini dan penduduknya, dari fitnah-fitnah dan musibah.”

“Berikanlah kepada mereka kemenangan dalam menjunjung kebenaran, petunjuk dan sunnah Rasulullah SAW dan sebarkanlah agama Islam kepada semua penduduk negeri baik di timur maupun di barat, dan jauhkanlah kami dari keburukan orang-orang yang penuh hawa nafsu. Jadikan hawa nafsu kami mengikuti apa yang dibawa oleh Nabi-Mu.”

ومن أراد أن ينقل كلامنا في هذا الموضوع فلينقله بكامله. فإن أهل الهوى يلعبون بكلام العلماء وبكلام الله ويحذفون هذا ويأتون بهذا. ليصوروهم بالصورة التي يريدونها في تحقيق أغراضهم.

“Barang siapa yang ingin menukil (mengutip) pernyataan kami tentang hal ini , hendaknya ia menukilnya dengan lengkap.”

“Sebab orang-orang yang dikuasai hawa nafsu senantiasa memelintir ucapan para Ulama – bahkan (memelintir) firman Allah – dengan menghapus sebagian dan menambah sebagian yang lain. Tidak lain untuk menciptakan gambaran sesuai keinginan mereka demi mewujudkan tujuan mereka.”

ونقول للجميع لا تنتظروا منا أن ندعو إليكم ولكن انتظروا منا أن ندعوكم إلى الله وندعوا الله لكم وكلنا عبيده فقراء إليه وإليه مرجعنا
(إن الينا إيابهم ثم إن علينا حسابهم)

“Kami sampaikan kepada semua, janganlah menunggu dari kami untuk mengajak umat kepada kalian. Akan tetapi, nantikanlah kami untuk mengajak kalian semua kepada Allah.”

“Dan kami mendoakan kalian semua. Kita semua adalah hamba Allah, sangat butuh kepada-Nya, dan hanya kepada Allah kita kembali.”

(“Sesungguhnya hanya kepada Kami mereka kembali, kemudian Kami yang akan menghisab mereka.” QS. 88 : 26)

__________

(Diterjemahkan dan diedarkan resmi oleh Majelis Al-Wafa’ bi ‘Ahdillah. Diperoleh dari Habib Umar Husin Assegaf, Forum Ahlussunnah wal Jamaah Soloraya)

DOWNLOAD PESAN HABIB UMAR BIN HAFIDZ DI MASJID ISTIQLAL JAKARTA 2016 VERSI TERJEMAHAN RESMI DI SINI (PDF)

::

Versi Terjeman Imron Rosyadi (Bukan Resmi)

Sebagian perkumpulan di dunia ternyata memberikan kegelapan di akhirat, membuahkan penyesalan yang dahsyat, masuk ke dalam Adzab, terhijab dari doa para Nabi, membuat orang tersebut tidak dapat datang ke Telaga Rasulullah.

Wahai orang-orang yang hadir, kalian hadir untuk siapa? Kalian hadir demi siapa?

Barangsiapa yang hadir di majelis ini jika dalam hatinya ada campuran niat yang kurang lurus semoga hatinya diluruskan dalam barisan orang-orang yang ikhlas. Beruntunglah karena Allah Subhanahuwata’ala memuliakan kalian yang hadir di Majelis ini. Barangsiapa yang terharamkan mendampingi para Ulama dan Auliya Allah di dunia maka terharamkan baginya mendampingi di akhirat.

Fir’aun pada masanya binasa karena kesombongannya. Dia ingin mencela Nabi Musa dengan celah kesalahan ucapan Nabi Musa. Tapi Allah menjaga segala ucapan Nabi Musa dengan ucapan-ucapan yang baik. Allah Subhanahuwata’ala menjelaskan kebinasaan Fir’aun dan bala tentaranya di dalam Al Qur’an. Apakah semua hartanya dan kekuasaannya masih bermanfaat bagi dirinya setelah binasa? TIDAK

Karena segala sesuatu yang indah dan bagus akan selalu milik kaum Sholihin.

Ada dua buah nama yang tertulis di tiang-tiang Arsy-Nya Allah Subhanahuwata’ala, yang pertama ALLAH SUBHANAHUWATA’ALA dan yang kedua NABI MUHAMMAD SHALLALLAHU ‘ALAIHI WASALLAM. Ketika datang Hari Kiamat, Nabi Musa bergelantungan di tiang-tiang Arsy, namun ketika Rasulullah datang Nabi Musa turun dan mengikuti Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam.

Semua para Nabi, para Shiddiqin, para Kaum Sholihin, di bawah bendera Nabi Muhammad. Demi Allah tidak ada satu orang pun masuk ke surganya Allah kecuali dia berada di bawah bendera Nabi Muhammad. Mintalah kepada Allah agar kita berada di bawah bendera Nabi Muhammad, Semoga Allah mengumpulkan kita semua di bawah bendera Nabi Muhammad.

Orang-orang yang memegang teguh keimanan, mereka akan dikumpulkan bersama Rasulullah. Kita menjadi umat Nabi Muhammad tanpa paksaan. Allah yang menjadikan kita menjadi umat Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam.

Namun banyak dari golongan umat ini ketika wafat dalam keadaan tidak memegang iman. Semoga kita dijadikan sebaik-baik umat Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam.

Bagaimana cara menghadapi orang yang memusuhi agama kita pun telah diatur oleh Allah Subhanahuwata’ala.

Tidak ada sesuatu yang paling menyakitkan, kecuali sebuah penghinaan yang merendahkan Allah Subhanahuwata’ala, merendahkan Rasulullah, dan merendahkan Al Qur’an. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:

لاَ يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ لأَخِيْهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ

“Tidak benar keimanan seseorang hingga ia mencintai saudaranya sebagaimana mencintai dirinya sendiri”

Mereka membuat ucapan. Tidak ada peluang untuk seseorang yang memusuhi Islam sebagaimana tidak ada peluang seseorang yang bertindak tidak sesuai dengan aturan yang ditetapkan Allah.

Kebanyakan orang yang mati syahid dari umatku ini adalah orang yang mati di atas kasur (keranjang), bahkan banyak para mujahid perang ketika wafat belum tentu hatinya niatnya tulus karena Allah Subhanahuwata’ala.

Sabarkanlah dirimu untuk duduk bersama orang yang berdoa tulus kepada Allah Subhanahuwata’ala. Rendahkan dirimu untuk mencari Allah, siapa yang mengangkat kalian berkumpul disini.

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

بَادِرُوا فِتَنًا كَقِطَعِ اللَّيْلِ الْمُظْلِمِ
يُصْبِحُ الرَّجُلُ مُؤْمِنًا وَيُمْسِي كَافِرًا وَيُمْسِي مُؤْمِنًا
وَيُصْبِحُ كَافِرًا يَبِيعُ دِينَهُ بِعَرَضٍ مِنْ الدُّنْيَا

“Bersegeralah beramal sebelum datangnya rangkaian fitnah seperti sepenggalan malam yang gelap gulita, seorang laki-laki di waktu pagi mukmin dan di waktu sore telah kafir, dan di waktu sore beriman dan pagi menjadi kafir, ia menjual agamanya dengan kesenangan dunia.”

Jagalah hati kita agar tidak tergantung kepada dunia, karena sesungguhnya fitnah-fitnah dunia ini disebabkan kepada cinta dinar dan dirham, cinta kepada jabatan dan kekuasaan.

Indonesia negeri Muslim paling banyak di dunia, yang dibawa oleh Para Ulama dan keturunan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam. Hati-hati dengan adu domba yang terjadi, sebab di dalam perpecahan tersebut ada tangan-tangan yang bermain baik dari sesama umat Islam sendiri maupun dari tangan umat lainnya agar Islam hancur binasa. Baik kekuatan Islam dari sisi keilmuan, sisi ekonomi, dan kekuatan lainnya, akan dipecah dengan fitnah dan adu domba.

Hendaknya Para Muslimin di Indonesia MEWASPADAI benih-benih perpecahan yang disebabkan adu fitnah dan domba. Pasanglah iman dan ketakwaan yang tinggi. Jangan saling bertikai, jangan saling bertentangan, jangan saling menikam sesama umat Islam.

Banyak pertanyaan kepada saya apakah saya harus keluar untuk demo atau tidak?

Dan sesungguhnya sumbernya entah mau berdemo atau lainnya, selama hal tersebut yang tidak dilarang oleh Allah Subhanahuwata’ala dan selama tidak menimbulkan perpecahan bagi umat Islam, maka silahkan agar jangan sampai bertikai bagi yang berdemo dan yang tidak berdemo.

Hendaknya Kaum Muslimin memahami bahwa kita mengagungkan Agama Allah dengan TIDAK MENCACI berhala-berhalanya umat Non Muslim agar mereka tidak mencaci Allah Subhanahuwata’ala.

Baik yang keluar untuk demo TIDAK BOLEH mencaci dan tidak boleh melanggar aturan dan perintah agar tidak mengganggu yang lainnya. Sebagaimana pemerintah tidak boleh melarang mereka yang berdemo dengan cara-cara yang tidak benar, selama mereka berada di jalur yang sesuai syariat Allah Subhanahuwata’ala. Silahkan kalian berdemo tetapi JANGAN MENCACI, JANGAN MENDENGKI, dan JANGAN MEMBENCI, karena apabila dilakukan justru membuat semakin RUNYAM.

Begitulah orang yang tidak berdemo, TIDAK BOLEH mencela orang yang berdemo.

Kita berpesan pada mereka agar mereka BERDEMONSTRASI YANG DAMAI, DENGAN CARA YANG BAIK.

Kita berpesan pada mereka yang TIDAK BERDEMONSTRASI bahwa mereka lebih mencari keamanan bagi dirinya, kedamaian bersama, dan jangan lupa berdoa agar ISLAM tetap terjaga kemuliannya hingga akhir nanti.

Baca juga: Seruan Moral PBNU Menyikapi “Aksi Bela Islam II” 4 November 2016.

Ini yang KAMI PAHAMI dari caranya Nabi Muhammad dan caranya Para Sahabat dan Para Tabi’in. Kami TIDAK AKAN mengajak masa kepada Partai manapun sebab kami hanya mengajak kepada Allah Subhanahuwata’ala. Kita takut wajah kita akan menjadi hitam jika kami salah mengambil pilihan karena memilih orang yang tidak diridhoi Allah Subhanahuwata’ala.

Kami mengajak kepada Allah kepada semua partai semua pejabat pemerintahan dan semua kaum Muslimin, untuk memakai akal sehat agar menggunakan cara-cara yang baik. Tugas para ulama untuk mengajak umat kepada Allah Subhanahuwata’ala, ulama bukan menjadi barang dagangan untuk memuluskan kepentingan pribadi atau kelompoknya.

Kalau seandainya para pemimpin negara itu pantas untuk menjadi kendaraan menuju Surganya Allah maka aku akan mengikutinya. Arahkan hati kalian untuk menuju Rahmat Allah Subhanahuwata’ala, marilah kita bersama menghadap kepada Allah Subhanahuwata’ala.

Ya Allah jauhkanlah Indonesia dari segala perpecahan dan musibah. Amiin… Ya Allah jadikanlah hawa nafsu kami ikut kepada apa yang diinginkan oleh Allah Subhanahuwata’ala. Amiin…

Apabila ada sebagian dari anda untuk mengabarkan perkataan kami, SILAHKAN kutip secara lengkap, jangan sepotong-potong untuk memenuhi kepentingan pribadi dan kelompoknya sehingga menimbulkan perpecahan.

Kami memohon kepada Allah Subhanahuwata’ala agar kami wafat dalam keadaan Khusnul Khotimah.

______________
Demikian mau’idzoh hasanah Al Habib Umar bin Hafidz dan beliau menyampaikan doa panjang tentang pengagungan kepada Allah Subhanahuwata’ala, dan mengharapkan ampunan dan ridho dari Allah Subhanahuwata’ala. Amiin Ya Robbal ‘Alamiin.

— Petikan Tausiyah Al ‘Allamah Al Habib Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafidz, Masjid Istiqlal, Jakarta, Indonesia, 31 – 10 – 2016 —

Disalin oleh: Imron Rosyadi/ Ahmad Muntaha AM/ Kantor Berita Aswaja (KBAswaja).

VIDEO MAU’IDZOH HASANAH SAYYIDIL HABIB UMAR BIN HAFIDZ DALAM TABLIGH AKBAR MAJELIS RASULULLAH SAW JAKARTA 2016

Tulisan berjudul Pesan Habib Umar bin Hafidz Dalam Tabligh Akbar Majelis Rasulullah SAW 2016 terakhir diperbaharui pada Wednesday 2 November 2016 oleh Pejuang Ahlussunnah di Ngaji Yuk! - Kajian Ceramah Islam Ahlussunnah wal Jamaah.


4 thoughts on “Pesan Habib Umar bin Hafidz Dalam Tabligh Akbar Majelis Rasulullah SAW 2016

  1. Salam,
    Mohon terjemah kalam habib umar nanti direvisi dgn versi yg lebih komplit + lebih benar yah min, coz ini msh blm bersesuaian dgn kalam yg beliau maksudkan,semakin lengkap maka semakin maslahah utk muslimin dan indonesia, ini masih multi tafsir..
    Jazakallah..

    Reply
    1. Kemungkinan besar akan ada rilis resmi versi terjemahannya (mungkin dari Majelis Muwasholah) dan insya Allah kalau sudah ada bisa segera diposkan. Versi ini kemungkinan besar memang masih banyak yang kurang dan perlu revisi lebih lanjut karena ini bukan versi resmi tapi berasal dari sahabat kami (sifatnya dadakan), bukan kami selaku admin. Kami sendiri tidak ada maksud memperkeruh, tapi ingin “menetralisir” biar lebih adem. Terimakasih banyak atas masukan saran kritiknya.

      Reply

Post Comment