Rumah Tajul Husna “Mang Ena” Banser Tertua Kota Tasikmalaya Selesai Dibangun

SHARE & LIKE:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •   
  •   
  •  
Cinta NU dan Ulama, Tajul Husna Ikhlas Mengabdi Sebagai Banser Hingga Tua
Cinta NU dan Ulama, Tajul Husna Ikhlas Mengabdi Sebagai Banser Hingga Tua. Foto: NU Online dan PW Ansor Jawa Barat.

Tajul Husna atau yang akrab disapa Mang Ena adalah anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) tertua di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat. Pria kelahiran 6 Juni 1927 ini mulai aktif menjadi anggota Banser sejak usia 10 tahun. Keaktifannya, dibuktikan dengan mendapat piagam penghargaan anggota GP Ansor termuda pada 31 Januari 1937.

Mang Ena ini tinggal di sebuah gubuk lapuk di Kampung Leuwigeunta Kecamatan Cibeureum, Kota Tasikmalaya. Di gubuknya, terpampang seragam Banser menggantung di sudut ruangan. Yang kalau ada acara NU atau Ansor, Mang Ena langsung mengenakan seragam tersebut yang dengan gagahnya pula berangkat naik sepeda ke tempat acara.

Baca jugaCinta NU dan Ulama, Tajul Husna Ikhlas Mengabdi Sebagai Banser Hingga Tua.

Pada Ahad (22/10/2016), rumah Mang Ena selesai dipugar dan dibangun. Meski tidak berdinding bata layaknya rumah biasa, Mang Ena sudah bisa menempati rumah tersebut.

Rumah yang lebih tepatnya disebut gubuk ini pun bertambah luas. Semula 3×4 meter, menjadi 4×5 meter karena ada tetangga sebelah yang mengikhlaskan tanahnya agar Mang Ena memiliki kamar mandi, lengkap dengan toilet di dalam rumah.

Dengan selesainya rumah tersebut, Mang Ena sudah bisa berlega hati. Pasalnya kalau tidur sudah tidak lagi kedinginan dan ketika akan ke toilet juga tidak perlu ke toilet tetangga. Kesimpulannya, anggota Banser tertua di Tasikmalaya itu sudah bisa tidur nyenyak dan layak.

Meski demikian, persoalan berikutnya soal biaya sehari-hari Mang Ena. Harus ada yang mengontrol kebutuhan makan minum dia karena sama sekali jarang terperhatikan.

Meski berjalan harus dibantu dengan tongkat, Mang Ena masih terus semangat ingin kembali menjaga kegiatan acara NU. Foto: NU Online.
Meski berjalan harus dibantu dengan tongkat, Mang Ena masih terus semangat ingin kembali menjaga kegiatan acara NU. Foto: NU Online.

Dan jajaran GP Ansor serta Banser Kota Tasikmalaya sudah mengantisipasi hal itu dengan memberikan nomor telepon ke tetangga Mang Ena jika persediaan makanan habis. Ketua GP Ansor Kota Tasikmalaya, Ricky Assegaf mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu berdirinya rumah Mang Ena. Terutama kepada PW GP Ansor Jabar, PCNU Kota Tasikmalaya dan donatur. Sumbangan sangat bermanfaat sekali sehingga Rumah Mang Ena bisa direhabilitasi.

“Kami ucapkan terimakasih atas segala bantuannya. Semoga dilipatgandakan oleh Allah SWT,” kata Ricky, Kamis (27/10). (Nurjani/ Fathoni/ NU Online)

Tulisan berjudul Rumah Tajul Husna “Mang Ena” Banser Tertua Kota Tasikmalaya Selesai Dibangun terakhir diperbaharui pada Tuesday 1 November 2016 oleh Pejuang Ahlussunnah di Ngaji Yuk! - Kajian Ceramah Islam Ahlussunnah wal Jamaah.


Post Comment