Inilah Dalil Hidangan Tahlilan Atau Makanan Nasi Berkat

SHARE & LIKE:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •   
  •   
  •  
Makanan Nasi Berkat Hidangan Tahlilan. Foto: Blog Sulang Online.
Makanan Nasi Berkat Hidangan Tahlilan. Foto: Blog Sulang Online.

DALIL BERKAT – HIDANGAN TAHLILAN

Berkat atau sedekah makan itu biasanya baru disuguhkan atau dibagikan setelah selesainya doa dalam tahlil, baik untuk dimakan di tempat atau dibawa pulang. Dengan perkataan lain, sedekah itu diberikan setelah “diberkahi” dengan do’a. Makanan yang sudah diberkahi doa tersebut kemudian disebut “berkat”.

Berkat berasal dari bahasa Arab “barkatun”- bentuk jamaknya adalah barakat– yang artinya kebaikan yang bertambah-tambah terus. Penamaan tersebut berdasarkan sabda nabi Muhammad shollallohu ‘alaihi wa alihi wa shohbihi wa sallam:

اجْتَمِعُوْا عَلٰى طَعَامِكُمْ ووَاذْكُرُوا اسْمَ اللّٰهِ عَلَيْهِ يُبَارَكْ لَكُمْ فِيْهِ

“Berkumpullah pada jamuan makan kamu, dan sebutlah asma Allah ketika hendak makan, niscaya Allah memberkati kamu pada makanan itu.” (Hadits Riwayat Imam Ahmad, Abu Dawud, Ibnu Majah, Ibnu Hibban, dan al-Hakim – Kitab Nadhrah an-Nur, II/16)

قَالَ: أَثِيبُوْا أَخَاكُمْ. قَالُوْا: يَا رَسُوْلَ اللّٰهِ، فَأَيَّ شَيْءٍ نُثِيْبُهُ؟ قَالَ: ” ادْعُوا لَهُ بِالْبَرَكَةِ فَإِنَّ الرَّجُلَ إِذَا أُكِلَ طَعَامُهُ، وَشُرِبَ شَرَابُهُ، ثُمَّ دُعِيَ لَهُ بِالْبَرَكَةِ فَذَلِكَ ثَوَابُهُ مِنْهُمْ

“Rasulullah bersabda: “Balaslah oleh kalian (kebaikan) saudara kalian”, para sahabat berkata: “Wahai Rasulullah, dengan sesuatu apakah untuk membalasnya?”, Rasulullah menjawab: “Berdo’alah kalian untuknya dengan keberkatan, sebab sesungguhnya seseorang ketika makananya dimakan dan minumannya diminum, kemudian dido’akan untuknya dengan keberkahan, maka itu merupakan balasan untuknya dari kalian”. [Hadits Riwayat al-Baihaqi & Abu Daud]

Hadits ini mengisyaratkan agar apabila kita memakan atau minum dari apa yang diberikan oleh orang lain supaya mendo’akan agar Allah memberikan dengan keberkahan. Selain diperintahkan untuk memberikan makanan untuk faqir miskin, juga dianjurkan agar makanan kita dimakan oleh orang yang bertakwa baik dengan jalan diantarkan maupun dengan mengundang mereka makan bersama-sama.

Nabi shallallau ‘alaihi wa alihi wa shohbihi wa sallam bersabda :

أَطْعِمُوْا طَعَامَكُمُ الْأَتْقِيَاءَ، وَأَوْلُوْا مَعْرُوْفَكُمُ الْمُؤْمِنِيْنَ

“Berikanlah makananmu kepada orang-orang yang bertakwa, dan berbuat baiklah kepada orang-orang yang beriman”. [Hadits Riwayat Imam Ibnu Abid Dunya – Kitab al-Fath al-Kabir, Juz I/ hal. 192]

Orang-orang yang diundang untuk baca tahlil adalah orang-orang yang bertakwa di lingkungan shohibul hajah sedangkan pelaksanaan tahlil dipimpin oleh orang yang dihormati sebagai pemimpin keagamaan di masyarakat setempat.

Semoga bermanfaat. Amiinn Yaa Robbal ‘Alamin.

Oleh: Sayyidil Habib Muhammad bin Husein Anis Al Habsyi.

Tulisan berjudul Inilah Dalil Hidangan Tahlilan Atau Makanan Nasi Berkat terakhir diperbaharui pada Friday 10 March 2017 oleh Pejuang Ahlussunnah di Ngaji Yuk! - Kajian Ceramah Islam Ahlussunnah wal Jamaah.


4 thoughts on “Inilah Dalil Hidangan Tahlilan Atau Makanan Nasi Berkat

  1. Berkumpul pada jamuan makan kenapa diterjemahkan “Kumpul Tahlilan Kematian”?

    Terkait makanan yang pada acara2 perkumpulan makan makanan2 tersebut secara umum disebut walimah (perjamuan) seperti walimah pernikahan, aqiqah, haji dan lain sebagainya (silahkan cari sendiri). Hukum asalnya adalah mubah kecuali yang dilarang atau disunnahkan dan orang yang meninggalkan perihal mubah tidak boleh dicela. Harusnya dijelaskan secara terperinci jenis-jenis walimah dan mana yang mubah, sunnah, makruh dan haram.

    Bagaimana dengan walimah kematian hukumnya kembali ke asal bahwa orang yang kena musibah yang harus di jamu bukan yang datang ketempat orang yang terkena musibah dan Imam Syafi’i jelas-jelas membenci perbuatan ini.

    Di Indonesia orang yang terkena musibah (kematian) begitu report. 3 Hari berturut2 harus menjamu tetangga. Belum nanti hari ke tujuh, empat puluh dan seterusnya. Berapa biaya yang dibutuhkan? Bagaimana jika orang tidak mampu? Faktanya orang yang tidak mampu banyak yang berhutang. Lain halnya kalau yang datang tahlilan memberi uang untuk setiap acara perjamuan setelah tahlilan, katakanlah satu orang 15.000,- setiap tahlilan mungkin ini tidak memberatkan dan tidak membuat orang berhutang. Atau apakah yang tahlilan iklash datang 3, 7, 40 hari berturut2 untuk tahlil tanpa makanan?

    Semoga mencerahkan

    Walimah

    Sumber: https://almanhaj.or.id/2442-macam-macam-walimah-apakah-makanan-acara-bidah-haram.html

    Reply

Post Comment